Smile In The Void

Smile In The Void
Chapter 34 [Tersesat di jalan Kehidupan]


__ADS_3

"Nona, apakah kamu baik-baik saja?" Tegar kembali bertanya.


Gadis itu mengangguk dengan gugup sebelum menjawab. "Y-yah... A-Aku baik-baik saja."


"Baguslah. Lalu ke mana kau akan pulang? Aku akan mengantarmu." Ucap Tegar.


"A-Ah! Itu tidak perlu, A-Aku tidak mau m-merepotkanmu..." Gadis itu menolak sambil menggelengkan kepalanya.


Bicaranya masih tergagap, sepertinya dia masih agak takut. Yah Tegar tak bisa menyalahkannya apalagi gadis ini baru saja melihat kejadian yang cukup berdarah.


Tegar berusaha sebaik mungkin untuk tidak menakutinya. Dia tersenyum lembut sambil melambaikan tangannya, dia tak keberatan mengantarkan gadis ini pulang.


Gadis itu menundukkan kepalanya dan berkata. "T-Tapi, a-aku merasa tak enak padamu."


"Emnh~ begini saja, bagaimana jika kamu membantuku sebagai balasannya?" Saran Tegar.


Sial, lidahnya rasanya cukup kaku karena harus bicara Aku-Kamu, dia agak tidak terbiasa menggunakan kata itu.


Hanya dengan melihat tingkah laku gadis itu saja sudah membuat Tegar bisa dengan mudah menebak bagaimana sifat dari gadis di depannya ini. Jadi walaupun kurang nyaman dia memaksakan diri untuk tetap sopan dan lembut.


"B-Bagaimana caraku m-membantumu?" Tanya gadis itu gugup.


Wajahnya memerah, dalam pikirannya dia membayangkan Tegar memintanya untuk melakukan berbagai hal cabul dengannya dan hal itu membuatnya langsung tersipu malu.


"Tidak. Aku tidak akan memintamu untuk melakukan hal yang cabul..." ucap Tegar.


Dia sepertinya bisa menebak apa yang di pikirkan oleh gadis di depannya ini. Dia juga tak menyangka kalau gadis yang terlihat pemalu ini memiliki pemikiran yang cukup mesum....


'Ehh... B-Bagaimana dia bisa tau apa yang aku pikirkan? A-Apakah dia peramal?' pikir gadis itu


Tegar menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak, aku bukan peramal."


'Sepertinya dia memang peramal!' gadis itu mulai panik karena pikiran kotornya bisa dibaca oleh cowok di depannya.


"Aku tidak bisa meramal, tapi aku bisa melihatnya dari wajahmu. Kamu seperti kaca bening, aku bisa melihat menembusmu." Ucap Tegar


Tegar memang tidak bisa membaca pikirannya, tapi dia bisa menebak apa yang dipikirkan seseorang dengan melihat ekspresi, tatapan mata, gerak-gerik tubuh, dan perilaku seseorang.


Dengan itu, dia bisa menyimpulkan apa yang ada di pikiran seseorang, meskipun itu tidak terlalu efektif terhadap orang yang memiliki kemampuan poker face dan orang yang tidak pandai mengekspresikan diri atau tidak mengeluarkan ekspresi berlebih.


Kemampuan ini dia miliki sejak dia kabur dari rumahnya, dia hidup sendiri jadi dia harus bisa pandai membaca Ekspresi agar dia tidak di tipu atau dimanfaatkan oleh seseorang.


Yah ini memang kemampuan yang cukup berguna...


"Baiklah, cukup dengan itu. Aku ingin kamu..." ucap Tegar.

__ADS_1


Dia sengaja tidak melanjutkan ucapannya dan melihat ekspresi gadis itu yang gugup menunggunya, dia ingin menggoda gadis ini. Melihat wajahnya yang cukup imut membuatnya tak bisa menahan diri untuk tak menggodanya.


"Bisakah kamu menunjukkan jalan padaku?"


"...."


"Apa?"


Gadis itu agak bingung ketika menanyakan pertanyaan itu karena dia mengira Tegar akan memintanya untuk melakukan hal-hal yang cabul atau semacamnya, tapi dia tak menduga kalau Tegar ingin dia menunjukkan jalan...


Hal ini membuatnya tak bisa berkata-kata...


Tegar kemudian menjelaskan alasan kenapa dia memintanya melakukan itu, dia menceritakan tentang dirinya yang ingin mencari jalan pintas tapi malah tersesat dan bertemu dengannya


Gadis itu mengangguk paham dengan penjelasan Tegar tapi setelah mendengar ceritanya gadis itu berusaha sebaik mungkin untuk tidak tertawa, dia bahkan menutup mulutnya dengan tangan.


"Pfft..."


"Kamu sudah selesai?" Tanya Tegar kesal.


Melihat hal itu membuat sang gadis kembali merasa gugup, dia tak bermaksud mengejeknya tapi dia gak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.


Lagi pula siapa yang akan mencari jalan pintas ketika ada jalan yang lurus membentang di depannya. Apakah dia keturunan Zoro? Atau Kakashi yang bisa tersesat di jalan kehidupan.


"Haah! Sudahlah. Lebih baik kita pergi sebelum ada preman lain yang muncul."


Gadis itu mengangguk kemudian mengikuti Tegar menuju motornya. Dengan arahan gadis itu mereka akhirnya bisa keluar dari gang sialan tadi. Tegar berterima kasih pada gadis itu, dia juga tak lupa mengantarnya pulang.


Mana mungkin dia membiarkan gadis cantik pulang sendirian, apalagi hari sudah sangat sore dan hampir gelap. Dia mungkin bertemu orang cabul lagi bila Tegar membiarkannya pulang seorang diri...


Setelah mengantar gadis itu Tegar pulang sambil menikmati pemandangan sibuk dari kota. Untung saja dia memakai motor jadi dia bisa menyalip kendaraan lain agar tak terjebak dalam kemacetan.


Kemudian dia tiba-tiba teringat sesuatu...


“Sial! Gue lupa menanyakan nama gadis itu.”


Tegar menghela nafas pasrah, nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada yang bisa di lakukan sekarang dia hanya bisa menyesalinya saja.


Yah lagi pula mereka mungkin tak akan bertemu lagi jadi lebih baik melupakannya saja, toh tak ada gunanya menyesali hal yang sudah terjadi. Tegar kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah, tapi sebelum itu dia harus mampir dulu ke Minimarket untuk membeli beberapa bahan makanan.


Hari ini Kakaknya tidak akan berkunjung ke rumahnya jadi dia harus masak sendiri. Bahan makanan di rumahnya sepertinya sudah habis jadi dia harus membelinya lagi.


** **


Setelah pulang dari Minimarket Tegar kemudian menaruh Motornya di garasi lalu masuk ke rumahnya dan merapikan belanjaannya.

__ADS_1


Dia tidak langsung memasak tapi terlebih dahulu membersihkan tubuhnya dari kotoran dan keringat yang sudah menempel di tubuhnya. Tak heran tubuhnya kotor karena hari ini dia sudah dua kali bertarung.


“Fyuhh~ Seger! Mandi air dingin memang yang terbaik.” Gumam Tegar puas.


Setelah memakai pakaiannya Tegar lali pergi ke dapur dan mempersiapkan semua bayang yang ingin di masaknya untuk makan malam.


Hari ini Tegar hanya memasak Sup saja. Tadi dia lupa membeli daging jadi dia hanya bisa memasak sup yang berisi sayurannya saja.


Tapi yah dia tidak peduli, lagi pula dia tidak terlalu pilih-pilih makanan, asalkan makanan tersebut Halal dan bisa dimakan pasti dia akan memakannya.


“Hmm! Kayaknya ada yang kurang deh, tapi apa ya?” gumam Tegar.


Tegar mencicipi supnya tapi rasanya masih agak hambar. Tegar menoleh ke sekeliling dan tatapannya berhenti pada kemasan penyedap rasa.


Menepuk dahinya, dia kemudian berkata. “pantas saja hambar, orang gue belum masukin penyedap rasa.”


Menggelengkan kepalanya , Tegar lalu mengambil kemasan penyedap rasa itu lalu membukannya dan memasukkannya ke dalam panci yang berisi sup tadi. Sambil menunggu Supnya matang, Tegar duduk menyandarkan tubuhnya pada sebuah kursi lalu menyalakan musik di ponselnya.


Entah kenapa Tegar sangat suka mendengarkan musik, saat mendengarkan musik rasanya dia selalu damai dan tenang. Tentu saja musik yang di putar juga bukan musik yang keras.


Setelah mendengarkan musik selama beberapa menit akhirnya Sup buatannya matang, Tegar lalu memindahkan Supnya ke dalam sebuah mangkuk.


Dia juga mengambil nasi ke dalam piring lalu membawanya beserta Supnya ke meja yang berada di dekat TV. Ini sebuah kebiasaan buruk yang sulit di hilangkan.


Dengan lahap Tegar memakan Sup buatannya sendiri, rasanya mungkin tak seenak buatan Restoran tapi ini cukup untuk mengisi perutnya yang keroncongan.


“Haa~ Makan sambil nonton TV memang yang terbaik.” Gumamnya.


Setelah selesai makan Tegar langsung membereskan nya serta menaruh piring kotornya ke Wastafel, dia akan mencucinya nanti karena saat ini dia sedang cukup malas.


Dia kemudian menghabiskan sisa malamnya dengan menonton Film di Televisinya. Hari ini sebuah Film bioskop di putar di salah satu siaran Televisi.


Filmnya juga merupakan salah satu film kesukaannya yang mengisahkan tentang manusia laba-laba. Jadi dia tidak bisa melewatkannya.


Pada Akhirnya dia bergadang menonton Televisi dan melupakan pekerjaan rumahnya yang belum di selesaikan, sepertinya dia akan dalam masalah besok.


Yapi yah itu cerita untuk nanti sekarang Tegar ingin fokus pada Filmnya.


^^^To Be Continue^^^


jika ada keritik atau saran silahkan tulis di kolom komentar.


jangan lupa untuk Like, Vote dan koment ya


...Salam Akasia!...

__ADS_1


__ADS_2