
Wan Sheng merupakan seorang siswa yang tidak bisa lebih biasa dari siswa biasa di Kampus. Tidak seperti orang lain yang memiliki banyak keunggulan ataupun kekurangan.
Wan Seng merupakan tipe siswa yang selalu pas dalam apapun, Ia dilahirkan di keluarga yang pas-pasan, nilai di setiap pelajarannya selalu pas di batas nilai, dan dalam pergaulan Wan Sheng tidak mempunyai banyak teman, jika dihitung, teman Wan Sheng hanya berjumlah sekitar lima hingga enam orang, jumlah yang pas untuk sebuah teman.
Temannya pun hanya teman yang kebetulan satu kamar dengannya. Dan untuk urusan pacar, dia sama sekali tidak punya dikarenakan wajahnya yang pas-pasan tidak tampan ataupun jelek. Tubuhnya juga tidak gemuk ataupun berotot. Jika ada lomba untuk siswa paling biasa di sekolah ini dipastikan Wan Sheng yang akan menjadi pemenangnya.
Kehidupannya di kampus pun tidak mempunyai lonjakan, hanya sekedar makan, tidur, mendengarkan kelas kemudian membuang makanan yang masuk. Mungkin satu-satunya yang membedakan adalah Wan Sheng merupakan pecinta novel sejati.
Setiap jam terakhir berakhir, Wan Sheng akan pulang menuju asramanya dan membaca novel hingga bosan. Kadang ia membaca hingga sore, kadang ia membaca hingga malam, dan kadang ia membaca hingga pagi.
Itulah kehidupan sehari-hari Wan Sheng, tidak ada yang spesial darinya untuk dibanggakan.
“Kamu selalu membaca novel setiap pulang , Wan Sheng.” Zhou Yi berkata khawatir, diantara teman yang dimiliki Wan Sheng, Zhou Yi adalah yang paling perhatian. Zhou Yi sangat mengkhawatirkan Wan Sheng yang tidak pernah bergaul dengan yang lainnya.
Dia sering mengingatkan Wan Sheng untuk sesekali bergaul dengan teman satu kelasnya, namun Wan Sheng hanya menjawabnya dengan ucapan terimakasih dan sebuah senyum tipis.
“Kau tahu Zhou Yi, rata-rata orang yang sering membaca novel itu diam-diam mengerikan. Temanku pernah membaca novel tentang seorang psikopat, kau tahu jadi apa dia setelah menamatkan novelnya, Psikopat! Hahahahaha…” Yu Qian menimpali sambil menyisir rambutnya di cermin.
“Urusi saja gadismu Yu Qian.” Zhou Yi menepuk pundak Yu Qian pelan. Kemudian melanjutkan, “Aku akan menghadiri klub tenis sekarang. Wan Sheng, tolong jaga asrama kita.”
“Baik.” Wan Sheng mendongakkan kepalanya sedikit untuk melihat Zhou Yi dan Yu Qian. Kemudian melanjutkan bacaannya lagi.
“kami pergi.” Keduanya meninggalkan Wan Sheng sendirian di kamar.
Empat teman Wan Sheng yang kebetulan satu asrama dengannya hampir semuanya memiliki aktivitas masing-masing, Zhou Yi menjadi asisten pelatih klub tenis, Yu Qian adalah seorang senior dari klub penyanyi sementara satu lainnya adalah anggota dari klub beladiri.
Satu-satunya yang sering berada di asrama dengan Wan Sheng hanyalah Ren Jian. Namun walaupun Ren Jian sering berada di asrama, Wan Sheng dan Ren Jian sangat jarang berbicara satu sama lain. Keduanya hanya bicara saat diperlukan saja.
Ren Jian bukan menganggur, tapi ia memiliki pekerjaannya sendiri, yaitu seorang Hacker professional. Dia adalah orang yang paling kaya di antara teman Wan Sheng berkat pekerjaannya itu. Dalam satu kali pekerjaan Ren Jian biasanya bisa mendapatkan lebih dari 300 hingga 1000 dolar Amerika.
Jadi satu-satunya yang benar-benar menganggur di asrama hanyalah Wan Sheng dengan web novelnya. Sambil menghela nafas Wan Sheng merebahkan dirinya di ranjang.
Akhirnya tamat! Aku tidak menyangka akan menemui akhir seperti ini!
“AAHH…” Wan Sheng meregangkan seluruh tubuhnya. Jika dihitung, mungkin lebih dari seratus series web novel yang sudah ditamatkan oleh Wan Sheng. Novel kali ini berjumlah sepuluh ribu chapter, dan Wan Sheng menamatkannya hanya dalam waktu dua bulan singkat.
Wan Sheng menutup matanya sebentar, setiap akhir dari cerita adalah beban tersendiri bagi pembacanya. Pikirannya saat ini lelah dengan bayangan-bayangan dari karakter novel yang ia baca sampai akhirnya Wan Sheng jatuh tertidur.
Sebenarnya maniak novel adalah orang mengerikan seperti yang dibilang Yu Qian. Dari pengalamannya membaca novel, Wan Sheng tahu bahwa sebuah novel bisa merubah sifat seseorang seratus delapan puluh derajat terbalik dari sifat aslinya.
Seperti Wan Sheng, sebelum ia membaca novel, Wan Sheng hanyalah anak yang naif dan bodoh. Namun dari novel, pikirannya telah berubah drastis dari pikirannya yang dulu. Wan Sheng sangat memahami tentang skema-skema maupun jebakan-jebakan dalam kehidupan.
__ADS_1
Dalam diam pun Wan Sheng merupakan seorang yang penuh perhitungan, Ia tahu siapa yang menyebarkan rumor tentang Zhou Yi dari pengamatan singkat dan analisisnya sendiri. Ia tahu apa pacar Yu Qian selingkuh atau tidak dari perilaku Yu Qian sendiri.
Semua pengetahuan itu ia dapatkan dari novel yang ia baca. Novel telah merubah hidupnya yang naif menjadi seorang ahli skema, penuh pertimbangan dalam setiap tindakan yang dia lakukan. Dan yang terpenting merubah sifatnya dari periang menjadi seorang penyendiri.
Saat Wan Sheng bangun, saat itu sudah jam tujuh malam. Ada sepiring makanan di atas mejanya, tanpa pikir panjang Wan Sheng tahu bahwa Zhou Yi yang membawakan makan malam untuknya.
Membuka sedikit matanya, Wan Sheng mengabaikan makanan itu. Tangannya terbang menuju ponselnya. Membuka aplikasi novelnya, Wan Sheng men-scroll ke atas berulang kali.
Matanya menatap jeli setiap cerita yang ada. Setelah menghabiskan lebih dari seratus series web novel, selera Wan Sheng dalam memilih novel menjadi lebih tinggi. Dia tidak akan membaca novel yang mempunyai alur cerita yang sama atau novel dengan pembahasaan yang buruk.
Wan Sheng menghentikan layar ponselnya. Perhatiannya tertuju pada sebuah novel yang menurutnya unik.
Tik! Wan Sheng meng-klik novel tersebut. Gambar di novel tersebut adalah sebuah dunia futuristik dengan banyak kerajaan di dalamnya. Saat ia melihatnya lagi, Wan Sheng terkejut, Sebenarnya novel ini hanya mempunyai satu chapter saja!
Judul: Biora
Rating novel: Tidak memiliki bintang.
Tahun terbit: 2014
Jumlah pembaca: 0.
“Apa-apaan novel ini, Sebenarnya ini adalah novel tanpa pembaca? jadi kenapa ada di rekomendasi novel baru?” Wan Sheng baru mengingatnya sekarang, setiap novel yang walaupun tidak terkenal pasti akan mendapatkan gilirannya suatu saat di halaman depan aplikasi.
“Pfft, Berapa genre novel ini!?” Wan Sheng menepuk dadanya tersedak. Matanya melebar saat ia melihat jumlah genre yang dimiliki novel ini.
Genre: Sci-fi, Futuristic, Mecha, Action, Psychological, adult, romance, cultivation, , Historical, fantasi timur dan sembilan puluh lainnya…
Wan Sheng mengklik genre lain dari novel ini dan menemukan hampir semua macam genre yang ia tahu dari novel yang sebelumnya di baca. biasanya sebuah novel mempunyai lima hingga tujuh genre dan paling banyak sepuluh genre.
Tapi ini seratus genre! apakah aplikasi ini rusak? bagaimana dia memasukkan seratus genre ini ke dalam satu novel?
Batas maksimal genre dalam novel adalah tiga belas genre. jadi bagaimana novel ini memasukkan seratus genre ke dalamnya? Berapa kali pun Wan Sheng mengecek, jumlah genre yang ia lihat tetap sama seperti sebelumnya, pas seratus.
“apapun itu, coba kita baca satu chapter ini.” Berhenti membaca macam-macam genre novel ini, Wan Sheng memutuskan membaca satu chapter dari novel ini. Lagipula satu chapter tidak akan menghabiskan banyak waktunya.
Wan Sheng mulai membaca satu chapter yang berjumlah pas seribu kata. Setelah lima menit, Wan Sheng tidak bisa tidak terkejut. “Sebenarnya cara penyampaian dalam novel ini bagus dan menarik. Tapi kenapa satu chapter ini hanya menjelaskan latar tempat saja?”
Wan Sheng terus men-scroll lima kata terakhir, halaman kosong untuk kata itu sangat panjang hingga Wan Sheng membutuhkan sepuluh scroll hingga menemukannya.
Merasa perbuatannya sia-sia. Wan Sheng memutuskan untuk membeli minuman ringan agar pikirannya kembali segar. Membuka pintu perlahan, Wan Sheng keluar dari kamar. Ia berjalan menuju toko super lengkap yang berada persis seratus meter dari asramanya.
__ADS_1
Ting! Suara scan barcode terdengar dari meja kasir, Wan Sheng mengeluarkan uang kecil dari dompet dan memberikannya ke penjaga toko.
Saat Ia keluar, Wan Sheng berjalan dengan santai menuju asramanya. Ia membuka ponselnya untuk menemukan novel baru yang akan ia baca. Wan Sheng menekan tombol daya untuk menyalakannya.
Klik! layar ponsel terbuka, masih menampilkan novel yang tadi ia baca, yaitu novel aneh yang memiliki seratus genre. Itu masih halaman kosong sebelum lima kata terakhir! Wan Sheng yang tidak fokus tidak sengaja men-scroll layar ponselnya ke atas.
Wan Sheng benar-benar tidak sengaja men-scroll layar ponselnya, tapi itu menampilkan lima kata terakhir dari novel.
Ziinngg! Mendadak lubang hitam sebesar bola tenis muncul di bawah kakinya. Wan Sheng terkejut bukan main karena lubang hitam itu seakan kosong dan bisa menyedotnya kapan saja. Tanpa berpikir panjang, Wan Sheng lari secepat yang dia bisa untuk menghindarinya.
Ziinngg! Lubang itu terus membesar dan membesar, kemanapun Wan Sheng pergi, lubang hitam itu mengikutinya.
“AAHH!” Wan Sheng menjerit dalam hati. Keringat mengucur dari dahinya dengan deras. Lubang hitam itu terus mengikuti Wan Sheng pas di bawah kakinya seperti bayangan.
Lubang hitam yang membesar sudah seukuran bola basket. Wan Sheng yang menginjaknya seolah-olah kakinya jatuh ke dalam lubang, “AAHH!” Sebenarnya apa lubang ini?
Lubang hitam itu terus membesar hingga seukuran tubuh Wan Sheng.
Suu! Tubuh Wan Sheng tersedot ke dalam lubang dengan keras. Setengah badannya berada di atas lubang sementara anggota tubuhnya yang berada di dalam lubang terasa sangat dingin. Wan Sheng sebisa mungkin menahan tubuhnya agar tidak terus jatuh dengan menggenggam pinggir lubang dengan tangannya.
Tapi lubang itu terus membesar hingga tangan Wan Sheng tidak sanggup lagi menahan tubuhnya. Dengan satu hentakan keras, Tubuh Wan Sheng jatuh ke dalam lubang tak berujung itu.
“Aaaaahhhhhh…….
Teriakan Wan Sheng bergema dari besar hingga kecil. Wan Sheng merasa tubuhnya jatuh bebas menuju jurang tak berujung. Sekelilingnya hitam tanpa cahaya sedikitpun. Hanya ponselnya satu-satunya sumber cahaya disana.
Ponsel itu masih menampilkan lima kata terakhir dari novel aneh. Kata-kata itu bahkan tidak memakai huruf yang biasanya manusia gunakan. Wan Sheng tentu saja tidak bisa membacanya.
“Ha… Ha…” Wan Sheng mencoba mengambil nafas perlahan-lahan. Tubuh tegangnya mulai mereda setelah beberapa saat.
“Jadi… apa yang terjadi!?” Wan Sheng berpikir keras, fenomena supernatural? Black Hole? Atau dunia lain! apa ini ada hubungannya dengan novel yang ia baca?
Wan Sheng terus terjun ke dalam kegelapan tanpa akhir. Cahaya di ponselnya ikut mati, menyisakan gelap di sekitarnya. Situasi ini seperti mata Wan Sheng ditutup sesuatu yang membuatnya tidak bisa melihat. Seberapa lama pun Wan Sheng menyesuaikan matanya, tetap kegelapan di sekelilingnya. Itu membuktikan tidak ada satu titik pun cahaya di sekitarnya.
Biasanya saat lampu dimatikan, setelah beberapa saat, mata kita akan bisa kembali melihat walaupun gelap. Hal itu disebabkan retina tetap menangkap cahaya walaupun jumlahnya sangat sedikit. Namun jika tidak ada cahaya sama sekali, mata kita tidak akan bisa melihat dalam gelap.
Wan Sheng menggerakkan kepalanya ke segala arah, tapi dimanapun itu, tidak ada setitik cahaya pun yang terlihat di matanya. Yang ia ketahui adalah perasaan tubuhnya yang terus jatuh tanpa tujuan.
Hening… Gelap… dan juga sangat tenang…
Perasaan-perasaan yang muncul membuatnya sangat mengantuk. Wan Sheng sedikit menghela nafas, “Ha… Sebenarnya ini mimpi yang sangat menenangkan.” ujar Wan Sheng sebelum jatuh tertidur.
__ADS_1