
"Jadi menurutmu apa pekerjaan yang harus kupilih?" Tanya Wan Sheng.
"Bagaimana jika pembunuh bayaran?" Wan Sheng menjawabnya sendiri.
Saat mendengar kata 'pembunuh bayaran' mata Yuyu segera melebar. "Sekali lagi kamu bilang ingin menjadi pembunuh bayaran, aku akan melumpuhkan tubuhmu selamanya."
Wan Sheng tertawa kecil mendengarnya. "Baik-baik Huang Yuyu ku." Tangannya menuju wajah Yuyu dan mencubitnya.
"Hmph! Dan kamu tidak diizinkan memanggilku Huang Yu." Yuyu melepaskan tangan Wan Sheng dari wajahnya.
Tersenyum, Wan Sheng mendadak menarik kepala Yuyu, membuatnya lebih dekat. Hingga dahi mereka menempel.
"Walaupun aku bukan Wan Sheng, aku akan tetap membuatmu mencintaiku suatu hari nanti." Dengan sorot mata yang kuat, Wan Sheng mengatakannya.
Yuyu tertegun sejenak sebelum terbata-bata membalas, "A-aku juga berharap seperti itu…
Ting!
Suara 'ting' halus memenuhi ruangan hotel. Awalnya Wan Sheng mengabaikannya, namun suara tersebut semakin lama semakin sering.
Hal itu membuat Wan Sheng amat kesal. Bukankah kamar ini adalah yang teraman, jadi kenapa ada seseorang yang memencet belnya?
Melihat melalui lubang kaca di pintu ruangan, Wan Sheng menemukan seorang wanita yang sedang menunggu di depan pintu.
Itu adalah wanita yang merupakan pasangan Presdir Gong, Risa Na. Umurnya hanya lebih tua dua tahun dari Wan Sheng. Masih bersekolah di perguruan tinggi.
Dengan kesal, Wan Sheng membuka pintu. "Apa kamu tidak tahu apa yang namanya mengganggu privasi orang?"
Raut wajah Wan Sheng sangat tidak enak dilihat, seperti berkata 'aku akan menyiksa hingga mati orang yang menggangguku'
"Maaf! Maaf!" Risa Na menundukkan badannya berkali-kali. Sifatnya sungguh polos, berbanding terbalik dengan Wan Sheng.
Wajahnya sebenarnya tidak terlalu cantik, jadi Wan Sheng yakin Presdir Gong memilih karena sifat polosnya.
Memutar bola matanya, Wan Sheng melanjutkan, "jadi apa urusanmu?"
Risa Na tidak menjawab, ia hanya bergumam pelan sepanjang waktu. Lalu ia tampak meyakinkan dirinya sendiri.
"Aku… aku hanya ingin menyapa saja, ye xiao bilang dia akan pergi lama. Jadi… Jadi aku hanya ingin berteman saja!" Sifatnya sungguh seperti anjing kecil yang manis. Setiap dia mengakhiri kata-katanya, matanya selalu terpejam.
__ADS_1
Walaupun Wan Sheng lebih muda dua tahun darinya, ini seperti wanita itu seorang gadis kecil yang berbicara pada orang dewasa.
"La-lagipula, hanya kita yang berada di lantai sepuluh ini, jadi aku hanya bisa bertemu denganmu saja."
Serius! Jadi kamu menggangguku hanya untuk berkenalan?
"Haahh… jadi kamu ingin berkenalan denganku?" Wan Sheng berkacak pinggang.
"I-iya, dan wanita yang datang bersamamu juga… apa aku bisa berkenalan dengannya?" Risa Na menjawab dengan malu-malu.
"Justru itu! Kamu mengganggu waktuku dengan pacarku! Kamu tahu berapa waktu istirahat yang aku punya?" Balas Wan Sheng acuh tak acuh.
"Jadi apa aku bisa…
"Tentu saja bisa, Yuyu!" Wan Sheng memanggil Yuyu.
Gadis itu-Yuyu segera beranjak dari kasur. Rambut berantakan, baju yang sedikit terbuka di bagian dada, dan sedikit tanda merah pada leher.
Wanita di depan Wan Sheng menjadi sangat malu saat melihat keadaan Yuyu. Kini ia menyadari bahwa ia mengganggu waktu intim mereka berdua.
Padahal sebenarnya rambut Yuyu berantakan karena Ia membuka kaca mobil saat hujan, lalu baju dan sedikit tanda merah itu karena gesekan saat dia melompat ke kasur.
Wan Sheng melingkarkan tangannya di pinggang Yuyu. "Lihat! Kamu mengganggu waktuku dengannya."
"Jadi kamu masih ingin berkenalan dengannya?" Wan Sheng berdecak pelan. "Sayangnya dia tidak bisa berbahasa Mandarin."
"Oh, begitu… ba-baiklah, aku pergi dulu, maaf untuk waktunya!" Memejamkan mata karena malu, Risa Na melangkahkan kaki dari kamar Wan Sheng.
Di lift, wanita itu tampaknya meyakinkan dirinya lagi untuk mengatakan sesuatu. Tanpa pikir panjang dia berteriak, "Silahkan kalian lanjutkan!"
Perkataan yang membuat Wan Sheng tersedak, "Pfft, sungguh wanita yang polos." Wan Sheng menggaruk kepalanya.
Wanita ini memang menarik! Pantas saja Presdir Gong menginginkannya.
Biasanya, saat seseorang telah mencapai puncak kehidupan, mereka akan bosan dengan wanita cantik, jadi wanita yang menarik akan lebih mendapat perhatian mereka.
Karena sudah berada di depan pintu, Wan Sheng memutuskan keluar untuk mencari udara segar. Hotel ini merupakan hotel berbintang tinggi, jadi Wan Sheng yakin pasti terdapat tempat perjudian disini.
Tempat perjudian adalah tempat sempurna untuk menghasilkan uang, dan mencari pekerjaan baru tentu saja. Pria itu menekan bel untuk memanggil pelayan hotel.
__ADS_1
Belum lima detik berlalu, seorang pelayan pria berjas rapi tanpa ada satupun kekurangan pada penampilannya datang menuju kamar Wan Sheng. Sungguh, pelayanan tingkat tinggi memang berbeda!
“Ada apa tuan.” Pelayan itu menundukkan tubuhnya, lalu berdiri tegak kembali, sikapnya pada Wan Sheng sangatlah berhati-hati dan sopan, apalagi setelah diperingatkan oleh Manajer Na tentang orang-orang dari dunia bawah.
Wan Sheng mendekatkan kepalanya, pura-pura berbisik, “Apakah ada tempat ‘hiburan’ di hotel ini?”
Pelayan itu agak terkejut sebentar namun segera menenangkan dirinya lagi. Jika orang biasa yang bertanya, dirinya tentu tidak akan mengatakan ‘ada’, tapi orang di depannya bukanlah orang biasa…
“Tentu ada tuan! Apa tuan ingin saya antarkan?”
“Dengan senang hati.”
Sebenarnya orang ini cukup sopan! Pelayan itu diam-diam kagum pada Wan Sheng, beberapa saat lalu ia melayani Presdir Gong dan hanya cacian yang didapat karena sedikit terlihat melirik wanitanya.
Apa dia kira aku akan mencuri wanitanya? Kamu kira wanitamu cantik? Bahkan istriku lebih cantik di rumah.
Pelayan itu mengantarkan Wan Sheng dengan riang, sikap sopan Wan Sheng telah membuatnya lebih condong ke arah Wan Sheng.
Sebelum pergi, Wan Sheng memberitahu Yuyu dan menyuruhnya untuk menunggu di kamar, ia akan pergi kira-kira selama beberapa jam disana. Jadi Wan Sheng memberikan ponselnya yang baru dibeli agar Yuyu tidak bosan.
"Atau kamu bisa pergi ke teras, walaupun bintang disini tidak sebanyak di Kerajaan Biora, itu masih indah jika dilihat. Kamu juga akan menemukan udara disini lebih segar dibandingkan disana." Wan Sheng memberi sedikit saran.
Ting! Lift menutup, kemudian naik dengan perlahan. Tempat hiburan berada di lantai teratas hotel. Itu berisi segala macam hiburan, seperti pesta, perjudian, prostitusi, dan lainnya.
Lift dari kamar Wan Sheng menuju ke atas berbeda dengan lift lainnya, lift ini khusus untuk tamu terhormat yang pengaruhnya setingkat kisaran Gong Ye Xiao.
Dindingnya terbuat dari kaca transparan, lantainya berasal dari marmer tingkat tinggi. Di dalamnya, kita bisa melihat pemandangan luar, laut di depan dan gunung di belakang.
Lift naik tanpa suara, di luar rintik hujan membasahi kaca transparan. Petir-petir biru menyambar seisi kota, menyebabkan suara menggelegar yang tidak bisa dihalau walaupun menutup telinga.
Tapi jangan khawatir, kaca transparan ini dapat menahan total lima ratus Sambaran petir, seribu tembakan peluru dan dua kali lemparan granat. Jadi keamanan disini dipastikan kuat.
Mungkin yang bisa menyebabkan kaca ini pecah hanyalah rudal atau bom berskala tinggi. Selain itu, bisa dikatakan aman.
Wan Sheng sedikit merasa sepi, hidupnya seperti telah berubah seratus delapan puluh derajat dibanding yang dulu. Semuanya seperti tidak nyata namun juga nyata.
Lubang hitam, bayangan, Kerajaan Biora, Yuyu, dan juga novel yang mengawali semuanya.
Jika ada penjelasan logis untuk ini, siapa yang bisa menjelaskannya?
__ADS_1
menutup mata, Wan Sheng menghembuskan nafas kasar. Baiklah, karena hidupnya telah berubah, lihatlah ini sebagai kesempatan yang diberikan padanya.
Wan Sheng bukan lagi siswa tidak berguna, sekarang dia bisa menguasai dunia!