Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 7


__ADS_3

“Hahaha…" Li Tuning memegang gadis bercadar dengan muka sepenuhnya memerah. Entah apa yang ia lakukan di dalam sana.


Sudah lima puluh menit lewat sejak mereka datang dan pelelangan hampir dimulai. Li Tuning ingin pergi ke teras ruangan yang terhubung langsung dengan pusat bundaran tempat pelelangan diadakan.


"!!!" Namun sekuat apapun Li Tuning, ia tetap berhenti saat pandangannya melihat sebuah kecantikan surgawi. Matanya melebar, tubuhnya menjadi kaku dan jantungnya seperti berhenti berdetak.


Li Tuning yang sedang memegang pundak wanita bercadar kini sepenuhnya mengabaikan tiga wanita di sisinya. Mata yang seperti langit malam, rambut hitam panjang, wajah yang memerah karena malu.


Bahkan tiga wanita yang ia mainkan sebelumnya tidak bisa dibandingkan dengan yang ia lihat sekarang. Tidak, bahkan ia pernah melihat bagaimana wajah istri pangeran, di seluruh Kerajaan Biora, kecantikan istri pangeran jika bukan nomor tiga, itu adalah nomor dua. Namun… Namun… Di depan matanya sendiri, sebenarnya ada seseorang yang jauh lebih cantik dibandingkan istri pangeran!?


Pangeran dirumorkan suka bermain wanita di masa lalu, namun sejak bertemu gadis yang sekarang menjadi istrinya, pangeran bahkan tidak pernah mengambil satu selir pun. Dikabarkan kecantikan istri pangeran adalah yang tercantik setelah Ratu di Kerajaan Biora. Yang dibicarakan Li Tuning adalah istri pangeran asli.


Li Tuning tidak bisa mengatakan apapun, suaranya tersangkut di tenggorokan. Jika tidak ada Wan Sheng disana, ia pasti akan lari ke arah gadis itu dan menerkamnya.


Li Tuning juga membayangkan, jika gadis ini dijual…


"Lihat dia sedetik lagi maka kepalamu akan terpotong!" Wan Sheng menatap tajam Li Tuning. Membuat pria tua itu tersadar dari kuncian Yuyu. Li Tuning berbalik, ia takut menunjukkan wajah cabulnya ke arah Wan Sheng karena takut dibunuh.


"Kamu punya pikiran pada gadisku?" Wan Sheng berkata dingin.


"Ehm, tidak-tidak! m-maafkan aku." Li Tuning berkata gugup. Sekarang ia benar-benar ketakutan. Dengan tubuh bergetar, pria itu berjalan ke teras.


Sesampainya di teras, Li Tuning menatap ke belakang sebentar untuk melihat apakah Wan Sheng masih menatapnya atau tidak. Ia tidak ingin mati konyol hanya karena kesalahan cerobohnya.


"Tapi… wanita yang sangat cantik, darimana bajingan beruntung itu mendapatkannya?" Li Tuning tidak bisa membantu tetapi menjadi cemburu pada Wan Sheng. Li Tuning mempunyai lebih dari seratus wanita di rumahnya, namun setelah ia melihat Yuyu, bahkan tidak ada yang mencapai seperempat kecantikannya.


Li Tuning hanya bisa menyalahkan keberuntungannya. Dengan harapan yang kembali terisi penuh, Li Tuning menatap panggung lelang di depannya. Mungkin saja ada yang menjual wanita cantik di pelelangan kali ini.


Satu jam pas telah berlalu, ini saatnya pelelangan dimulai.

__ADS_1


“Tuan-tuan, maaf telah membuat kalian menunggu lama. Pelelangan kali ini agak spesial, jadi membutuhkan sedikit waktu untuk mengurusnya. Namun, sekarang kita bisa mulai pelelangan kali ini.” Seperti biasa, pembicara lelang adalah wanita. Tapi wanita kali ini agaknya tidak menampilkan sosok genit atau feminin seperti lelang pada umumnya, melainkan sosoknya terlihat dingin dan tegas.


Wanita berbaju biru itu mengetuk sebuah benda di tangannya, sekejap layar hologram memenuhi udara. Tulisan di layar hologram sepertinya adalah identitas wanita itu. “Tuan-tuan mungkin belum mengenal saya, yang sederhana ini adalah Un Siyu, pengurus rumah pelelangan Bintang tR344. Salah satu dari tiga markas besar pasar hitam tiga negara. Di pelelangan kali ini, akan ada tiga barang spesial yang akan di tunjukkan di tiga waktu. Jadi saya harap tuan-tuan tidak pergi sebelum waktunya.”


Layar hologram berganti dari identitas menjadi peraturan pelelangan. “Dan untuk aturan pelelangan, itu masih seperti biasa. Tidak boleh ada sesuatu yang menyebabkan masalah bagi harga yang ditawar seperti mengancam menggunakan kedudukan atau kekuasaan. Dan perlindungan terhadap peserta lelang hanya berjarak satu kilometer dari Satelit tR344, di luar itu bukan tanggung jawab rumah lelang kami. Lalu...


Kata-kata Un Siyu singkat, padat dan jelas. Tidak ada sesuatu yang dilebih-lebihkan, tidak ada nada yang dibuat genit untuk memancing para pria. Wajahnya menatap datar ke seluruh peserta tanpa sedikitpun perubahan ekspresi wajah.


Biasanya orang yang melelang merupakan wanita cantik agar bisa membujuk seseorang untuk menaikkan harganya. Namun pelelangan disini tidak memakai yang seperti itu, mereka hanya fokus pada para peserta dan barang lelang.


“Mmhh…” Disisi lain, Wan Sheng sedang meminum obat yang diberikan Yuyu dengan lembut. Membuat nafsunya dengan cepat melonjak, ia dengan cepat memegang kepala Yuyu dan menciumnya lebih keras.


Baik tiga wanita Li Tuning maupun dua wanita yang menyambut Wan Sheng sama-sama mengumpat, Bajingan beruntung ini!


Bahkan para wanita yang melihat Yuyu tidak cemburu padanya, melainkan cemburu pada Wan Sheng. Mereka semua merasa Wan Sheng tidak pantas untuk sebuah kecantikan seperti Yuyu.


Suara Yuyu bahkan terdengar hingga teras ruangan tempat Li Tuning berada. Li Tuning yang awalnya fokus pada pelelangan menjadi buyar seketika. Dia menengok ke belakang dengan cepat dan melihat Wan Sheng sedang memberi Yuyu ciuman dewasa.


Jika aku bisa menjadi pria itu…


Jika aku bisa bertukar tubuh dengan pria itu…


Separuh hidupku, tidak, aku berani membayar dengan seluruh umurku!


“Bleh.. Obat sialan ini lagi!” Wan Sheng menjulurkan lidahnya sambil mengumpat pelan. Lagi-lagi waktunya dengan Yuyu terganggu karena rasa pahit obat. Wan Sheng ingin cepat-cepat menghilangkan rasa pahit agar bisa menarik Yuyu lagi namun rasa pahit malah semakin bertambah.


“Puah!” Kini hilang sudah mood Wan Sheng, rasa pahit itu efektif mematikan insting prianya. Tapi…


Bagaimana gadis ini tahan dari rasa pahit!

__ADS_1


Obat yang dimakan langsung seharusnya terasa lebih pahit dari obat yang diminum Wan Sheng. Itu karena Yuyu sedikit menyerap rasa obat tersebut saat meminumnya. Tapi bahkan Wan Sheng yang merasakan sedikit rasa pahit tersebut hampir muntah, jadi bagaimana dengan Yuyu?


Merasa kesal, Wan Sheng memutuskan pergi ke teras melihat barang yang dilelang, mungkin ada yang menarik perhatiannya. Ia juga membawa Yuyu ke teras, yang langsung ditatap lebar oleh Li Tuning namun dengan cepat pria tua itu kecewa karena Yuyu telah menutup wajahnya dengan masker dan kacamata hitam.


Wan Sheng baru mengingatnya bahwa Yuyu tidak pernah datang ke acara seperti ini jadi Wan Sheng sedikit menjelaskan peraturan-peraturan lelang padanya. Wan Sheng juga mengatakan jika ia tertarik pada sesuatu, katakan saja padanya. Bagaimanapun pendapatan rata-rata Wan Sheng per tahunnya adalah dua puluh dua miliar Biora Coins. Lebih tinggi dari pendapatan Li Tuning sebanyak dua miliar.


Jadi kenapa orang kaya seperti Wan Sheng membeli baju tempur yang murah? Itu karena Wan Sheng biasanya tidak sering mengandalkan baju tempur, ia memakai baju tempur hanya untuk perlindungan tambahan serta bertukar informasi.


Ting! Layar hologram berganti lagi, kali ini sebuah gambar tiga dimensi besar muncul di tengah bundaran. Hologram itu menampilkan tiga dimensi seperti barang aslinya.


“Tuan-tuan, barang pertama hari ini adalah planet kecil tanpa nama yang terletak di utara Kerajaan Fuji. Planet ini baru ditemukan satu hari yang lalu dan belum memiliki nama. Orang yang menemukannya memutuskan untuk melelangnya hari ini dengan harga awal sembilan ratus juta Biora Coins.” Un Siyu belum menyelesaikan perkataannya sebelum dipotong oleh salah satu peserta.


“Ini hanya sebuah planet kecil, mengapa begitu mahal?” Peserta itu menyampaikan keberatannya. Semua orang yang hadir disini bisa dipastikan mempunyai setidaknya satu planet pribadi. Jadi seharusnya sebuah planet kecil tidak menarik minat mereka.


“Aku belum selesai bicara. Menurut pengamatan, planet ini mengandung mineral Nintaligen dalam jumlah besar. Walaupun belum pasti seratus persen, tapi bisa dibilang kemungkinannya adalah sembilan puluh sembilan persen. Ini adalah fotonya.” Un Siyu menunjukkan gambar tiga dimensi planet tersebut. Planet itu berwarna merah keperakan di setiap sudutnya, salah satu ciri khas dari mineral Nintaligen.


Nintaligen merupakan mineral logam yang jauh lebih kuat dari intan di bumi tempat Wan Sheng tinggal. Keuntungan dari Nintaligen adalah ia lebih fleksibel saat digunakan. Pertama mineral itu tidak akan berkarat walaupun dimasukkan ke dalam air.


Kedua, mineral itu seribu kali lebih keras daripada baja, yang membuatnya tahan dengan segala benturan. Biasanya mineral yang keras lebih susah dibentuk, namun Nintaligen berbeda, mineral itu bisa dibentuk menjadi benang, pelindung kapal, pakaian dan lainnya.


Itu membuat mineral ini dipakai di banyak industri. Baju tempur Wan Sheng pun lima puluh persennya terbuat dari bahan ini. Orang yang memakai pakaian yang terbuat dari benang Nintaligen akan kebal terhadap peluru.


“Satu miliar!” Seseorang mengangkat papan harganya. Suaranya lantang hingga terdengar ke seluruh ruangan.


Setelah orang tersebut menawar, tidak ada yang ingin menawar lagi. Itu bukan karena peserta lain takut padanya. Itu karena walau diperkirakan planet tersebut memiliki kandungan Nintaligen di dalamnya, namun itu hanya perkiraan. Selain itu, sembilan ratus juta Biora Coins bahkan bisa membeli sebuah bintang kecil atau membuat satu satelit besar.


Para peserta lain melirik sebentar ke peserta yang menawar, ada yang mengasihaninya, ada yang mencibirnya. Dan jika planet tersebut memang memiliki kandungan Nintaligen di dalamnya, mereka bisa bekerja sama untuk merebutnya.


Waktu penawaran untuk barang pertama telah habis. Planet tersebut dimenangkan dengan harga satu miliar. Un Siyu memberikan sebuah cincin pada peserta tersebut yang merupakan kunci untuk memiliki planet itu.

__ADS_1


“Selamat pada Tuan Hiora telah memenangkan planet tersebut.” Un Siyu menggabungkan tangannya untuk memberi selamat dan tanpa basa-basi melanjutkan ke barang ke dua.


__ADS_2