Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 23


__ADS_3

Lima menit sebelum Ye Xiao datang. Yuyu yang sedang terlelap tiba-tiba menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Gumaman itu awalnya hanya sekali dua kali saja, namun lama kelamaan gumaman itu menjadi teriakan panik.


Wajah tidurnya yang tadi nyenyak berubah suram, bahkan keringat dingin mengalir di seluruh tubuhnya.


Sebagai pria yang bertanggung jawab. Tentu saja Wan Sheng tidak akan membiarkan suatu hal buruk apapun terjadi pada Yuyu jadi dengan pengetahuan yang terbatas, pria itu hanya mengulurkan tangan untuk mengelus Yuyu.


Saat itulah, tiba-tiba Yuyu terduduk kaget. Wajahnya semerah tomat dan keringat bercucuran deras. Melihat Wan Sheng ada disitu, Yuyu segera memeluknya erat. Erat sekali, seperti takut akan sesuatu.


"Wan Sheng… Wan Sheng… aku takut." Air mata gadis itu mulai menetes, membasahi kaos Wan Sheng. Nafasnya kasar, seperti habis dikejar hantu.


"Wan Sheng… mmnnn…" 


Lama kelamaan, Wan Sheng menjadi iba. Ia mengelus punggung Yuyu perlahan dan menepuknya pelan. "Tenanglah, ada aku disini… tenanglah." 


"Aku takut…" gadis itu mulai tenang, suhu badan Wan Sheng yang hangat juga ikut menenangkan dirinya, lalu menarik kaos putih Wan Sheng dan menjadikan lap bagi air matanya.


"Iya." Wan Sheng juga tidak keberatan. Matanya menatap mata langit gadis itu, yang bagaikan bintang-bintang di langit malam. Seolah-olah seluruh keindahan alam semesta terletak di dua butir bola matanya.


"Bilang padaku, apa yang membuatmu takut?" Tanya Wan Sheng. Entah kenapa setiap kali ia menatap langit berbintang di mata Yuyu, setiap itu pula matanya bergetar.


"Mnnn…" gadis itu hanya menggumam sambil mengelap air matanya. Ia ikut menatap Wan Sheng, membuat kedua bola mata itu bertemu, berusaha saling melihat perasaan masing-masing.


Yuyu tersenyum kecil. "Terimakasih Wan Sheng." Dan tanpa aba-aba mencium bibir Wan Sheng. 


"Itu hadiah untuk kamu." 


Lalu kembali tidur, tapi kali ini ia tidur di pelukan Wan Sheng.


Kejadian itu tentu membuat Wan Sheng senang, Suasana hatinya berubah drastis. 


Yuyuku memang yang terbaik!


Barulah setelah kejadian itu selesai, bunyi bel berbunyi ke seluruh ruangan Wan Sheng. Ye Xiao telah datang.


__{}__{}__{}__{}__


"Tuan Li." Ye Xiao mempersilahkan Wan Sheng menaiki pesawat keesokan harinya.


"Panggil aku Wan Sheng." 

__ADS_1


"Ya." Orang nomor lima negara itu sama sekali tidak membantah. Walaupun ia merasa seperti diperbudak, tapi biarlah.


Pesawat dengan ruangan mewah itu adalah pesawat pribadi milik Ye Xiao. Di Dalamnya seperti sebuah rumah lengkap dengan segala fasilitas. Ada dua kamar, kamar mandi, dan juga ruang tamu di dalamnya. Itu bukan sebuah pesawat jet yang biasanya digunakan untuk bisnis, tapi lebih ke pesawat untuk hiburan atau pertemuan penting.


Ye Xiao telah membatalkan semua pertemuan hari ini, dan tentu saja Hans Liem tidak keberatan dengan itu.


Pintu pesawat menutup. Wan Sheng berada di kamar kanan sementara Ye Xiao dan Risa Na berada di kamar kiri.


"Ye Xiao, sebenarnya apa yang terjadi kemarin?" Gadisnya bertanya setelah menjatuhkan diri di kasur.


"Tidak apa-apa, aku sudah menyelesaikannya. Kau tenang saja," balas Ye Xiao sambil menepuk rambut hitam Risa Na.


"Hmph! Tetap berhati-hati, ingat!" Risa Na menggembungkan pipinya. 


Baik-baik saja apanya! Bukankah kemarin kamu sampai terkencing-kencing di celana!?


Setiap mengingat wajah Ye Xiao yang sangat ketakutan saat itu membuat Risa Na khawatir. Semoga itu memang baik-baik saja seperti yang dikatakan Ye Xiao.


"Dan kita ingin kemana? Lalu kamu membawa orang itu?" Risa Na terus mendatangkan pertanyaan.


"Ya, dia membantu aku sangat banyak kemarin." Ye Xiao berusaha membuat Risa Na tenang. 


"Risa Na! Baiklah, segera istirahat!" Ye Xiao menggeram kesal. Ia juga butuh sedikit istirahat.


Sejak malam tadi, ia telah meminta staf-stafnya untuk mencarikan pakaian terbaik untuk Wan Sheng dan Yuyu.


Tentu saja ia tidak mengerti apa selera Wan Sheng, tapi menurutnya Wan Sheng seperti pemuda zaman sekarang kebanyakan, tidak suka pakaian yang terlalu modis namun tetap stylish.


Namun akhirnya, Ye Xiao tetap memborong satu kargo pakaian karena takut selera Wan Sheng berbeda.


Ye Xiao juga menaruh pakaian-pakaian itu di dalam lemari kamar Wan Sheng. Jadi jika Wan Sheng membuka lemarinya saat ini, beragam style pakaian kekinian pasti akan muncul disana. Termasuk pakaian renang dan peralatan selam.


Mereka akan berlibur di Kepulauan Lau, Fiji. Salah satu kepulauan terpencil yang masih memiliki banyak keindahan alam. Jika Wan Sheng tidak menyukainya pun mereka bisa langsung berganti destinasi dengan pesawat Ye Xiao.


Perlu diketahui, pesawat pribadi Ye Xiao selain memiliki keamanan dan kemewahan tingkat tinggi, juga memiliki banyak fitur. Salah satunya pesawat ini bisa dialihfungsikan menjadi kapal. Jadi Mereka tidak perlu repot lagi untuk menaiki kapal menuju kepulauan itu.


Pesawat inipun memiliki kecepatan yang lumayan. Mereka bisa mencapai lokasi hanya setengah jam setelah diterbangkan.


Awan-awan bisa dilihat dari jendela pesawat dan matahari masih malu mengangkat sinanrnya, hari masih sangat pagi, bahkan mereka berangkat sebelum jam enam.

__ADS_1


Ye Xiao ingin mereka sampai sebelum siang, saat cuaca belum terlalu panas yang akan menyebabkan kulit memerah.


Menghela nafas, Ye Xiao membaringkan dirinya di kasur. Sesekali menatap jendela yang menampilkan siluet bintang tata surya sebelum…


Sebuah benda berparuh lancip tiba-tiba terlihat dari jendela. Melintas cepat melewati pesawat Ye Xiao.


Itu pesawat jet! Dan jumlahnya lebih dari sepuluh.


"Kenapa ada pesawat jet disini?" Risa Na bertanya.


"Aku juga tidak tahu," balas Ye Xiao mengerutkan dahi.


Pesan singkat di telepon genggamnya juga berbunyi. 


'gonggong, kenapa ada pesawat jet?'


'kamu ingin aku terkejut? (・o・;) '


Ye Xiao memegangi kepalanya kesal. Semua masalah seperti datang ke dalam dirinya. 


Kalau saja Wan Sheng bukan seseorang yang lebih tinggi dibanding dirinya, pasti dia telah melumatkan pria itu sampai mati.


Jantungnya berdebar kencang. Ia menghubungi pilot pesawat dari telepon khusus. Bertanya tentang jet-jet tersebut dan dijawab pilot tidak tahu.


Jet tersebut mengepung pesawat Ye Xiao dari berbagai sisi. Tiga berada di bagian depan dan belakang pesawat, dan empat sisanya berada di sisi kiri dan kanan.


Pesawat mereka terkepung sempurna. Tidak ada satupun jalur pelarian yang memungkinkan. Ye Xiao juga meyakini para pilot pesawat jet ini adalah pilot militer ahli yang telah terlatih di AU resmi.


Itu bisa dilihat dari bagaimana pesawat jet itu dengan sempurna mengikuti liukan-liukan pesawat Ye Xiao.


Namun hingga saat ini tidak ada gerakan mengancam dari jet tersebut. Apa mereka berniat melindungi pesawat ini? Atau jet-jet ini dikirim dari perusahaanya?


Perusahaannya adalah perusahaan besar. Maka mereka juga mempunyai militer sendiri untuk melindunginya. Jet-jet ini bisa saja dikirim oleh perusahaannya.


"Presdir Gong, mereka bilang ini adalah perlindungan ekstra untuk anda. Mereka khawatir perusahaan saingan berusaha membunuh anda berkat kenaikan performa perusahaan secara tiba-tiba." Perkataan pilot yang terdengar membuatnya menghela nafas lega.


Ye Xiao juga mengirim pesan pada Wan Sheng untuk tidak khawatir, yang segera dibalas pria itu dengan emoticon wajah tersenyum.


"Ada-ada saja." 

__ADS_1


__ADS_2