
"Ye Xiao, apa yang telah kau lakukan!" Wakil Liem kembali berteriak karena Gong Ye Xiao tidak bicara apapun sejak tadi.
"Ye Xiao! Jawab aku! Aku telah memaklumi tindakanmu yang berpacaran dengan seorang gadis desa, tapi kali ini kamu mengacaukan seluruh perusahaan!" Wakil perusahaan itu, Hans Liem, terus mendesak pemimpinnya.
"Diam! Jangan ungkit tentang Risa lagi!" Gong Ye Xiao juga naik pitam. Risa adalah wanita yang benar-benar dicintainya, jadi saat seseorang mengatakan hal buruk tentang wanitanya, Gong Ye Xiao akan menjadi marah.
"Aku akan menyelesaikan ini. Jika aku tidak bisa menyelesaikannya dalam tiga hari, maka laksanakan rapat darurat." Kini pria itu menenangkan dirinya. Amarah tidak akan menyelesaikan banyak hal, semua orang harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
"Baik, kami hanya menunggu kabar baik, Presdir." Hans Liem ikut tenang. Tapi dia masih penasaran tentang satu hal. "Memangnya apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya bermain dan bertaruh dengan kepalaku. Aku tidak menyangka dia lebih mengerikan dari yang kubayangkan." Gong Ye Xiao telah menebak Wan Sheng lah yang melakukan ini. Akunnya benar-benar aman, saat itu dibobol, ia masih bisa mengaktifkan pencegahan darurat.
"Yah, memang sifatnya yang keras kepala... hmm!!!??" Hans Liem kembali terkejut. "Ye Xiao, aku harap kamu benar-benar bisa menghentikan ini secepatnya. Data penting perusahaan telah hilang!"
"..."
D-A-T-A P-E-R-U-S-A-H-A-A-N ?
"Selesaikan cepat!"
Tit! Hans Liem menutup panggilannya. Menyisakan Gong Ye Xiao yang terdiam di tempat, tidak bergerak. Jika itu masih saham, mereka bisa menaikkannya lagi tapi data perusahaan! Perusahaan lain akan menjatuhkan mereka dengan ini!
Aku harus segera menghubunginya!
Matanya kembali fokus pada telepon genggamnya karena dua hal. Ia ingin menghubungi pria itu, dan kedua, telepon genggamnya juga berbunyi lagi.
Tiba-tiba sebuah aplikasi pesan singkat yang tak dikenal muncul menutupi layarnya dengan pesan.
'Aku merindukanmu (*^3^)/~♡ '
'Kau suka hadiahku? ⊂((・▽・))⊃ '
'gonggong (´ε` ) jawablah'
Tiga pesan muncul disana. Setelah memikirkan sebentar, Gong Ye Xiao mengetikkan balasan cepat.
'Tuan yang terhormat, saya tahu bahwa anda yang melakukannya. Maka saya mohon anda mengembalikan apa yang menjadi milik perusahaan kami."
Seumur hidupnya baru kali ini Gong Ye Xiao memohon pada orang lain. Ia tetap menggunakan bahasa formal untuk menjaga sopan santun.
'(・o・;) apa yang kamu katakan gonggong?'
__ADS_1
'aku selalu mendukungmu (ノ◕ヮ◕)ノ*.✧ '
Pesan itu menjawab. Kemudian dibalas lagi oleh Ye Xiao (Ye Xiao akan lebih sering digunakan untuk menghemat kata)
'Tuan Li, aku akan memberikan apa yang anda inginkan. Mohon kembalikan akun kami lagi."
Bulir keringat mulai turun di sepanjang wajahnya. Ia panik sekarang.
'...'
Pesan itu benar-benar mengirim tiga titik saja!
'sudah kubilang gonggong sayang'
'(ノ`Д´)ノ彡┻━┻ kamu meninggalkan aku sendiri disini!'
'itu membuatkan sedih Ó╭╮Ò '
Tangan Ye Xiao mengetik cepat.
'Kami akan melakukan apapun tuan.'
Dan dijawab.
Kembali ke hotel?
Ye Xiao akui rasa takut itu masih ada dan sangat melekat jelas di ingatannya. Tapi dia telah berjanji pada Hans Liem untuk menyelesaikannya jadi…
"Kita kembali ke hotel." Tekad Ye Xiao bulat. Walaupun tubuhnya bergetar ketakutan, dia akan menyelesaikan masalah ini hingga tuntas.
__{}__{}__{}__{}__
Angin kencang terbentuk saat helikopter mendarat turun di atas gedung hotel. Ye Xiao yang berada di dalam segera keluar.
Waktunya hanya tersisa lima puluh detik.
Pria itu berlarian menuju lift. Segera turun ke lantai tempat kamar Wan Sheng berada.
Setiap detik ia merasa sangat bodoh pada dirinya sendiri. Jika saja ia tidak menerima pertaruhan itu…
Dan kembali kesini sama saja menjemput ajalnya.
__ADS_1
Ting! Pintu lift terbuka. Orang di dalamnya segera berlari menuju kamar ujung, yang menjadi salah satu dari dua kamar yang berstatus presiden suite.
Sepuluh detik tersisa! Ye Xiao menjadi sangat takut kali ini, ia tidak ingin membuat kesalahan hanya karena keterlambatannya.
Ting! Persis satu detik tersisa, Ye Xiao berhasil menekan tombol bel pada kamar Wan Sheng.
Setelah menunggu lima menit, pintu kamar terbuka. Wan Sheng keluar dengan wajah malasnya yang biasa, namun wajah itu kini bagai wajah paling mengerikan di mata Ye Xiao.
"Oh? Kamu… datang gonggong?"
"Ya tuan Li."
Wan Sheng mengerutkan keningnya, tampak berpikir. "Oh! Kamu ingin perusahaanmu pulih?"
"Aku mohon tuan Li, perusahaan ini sangat penting buat aku." Ye Xiao menundukkan tubuhnya, bersikap sangat sopan di depan Wan Sheng. Padahal dilihat dari umurnya saja, Ye Xiao lebih tua dua kali lipat dari Wan Sheng.
"Tadinya aku ingin meminta kepalamu, tapi aku berubah pikiran. Pacarku dan aku ingin berlibur, jadi tugasmu mencarikan tiket dan tempatnya besok. Oh! Dan juga belikan beberapa pakaian untukku dan dia." Wan Sheng tersenyum bersahabat pada Ye Xiao. Tampak berpikir lagi selama beberapa saat. "Lalu aku ingin wisata laut."
Pikiran Ye Xiao kembali berkecamuk. Pria di depannya sangat aneh, tapi dia segera mengangguk sebelum Wan Sheng berubah pikiran.
"Ajak Risa Na juga. Pacarku ingin seseorang menemaninya, dan kalau kau mau ikut… itu terserah." Wan Sheng melambaikan tangan. Tersenyum lagi.
Saat Risa Na disebutkan, Ye Xiao berteriak dalam hatinya. Tapi lagi-lagi ia menahannya dan berusaha menuruti keinginan Wan Sheng.
Lagipula… sepertinya perasaan pria ini sedang baik. Jadi ia berusaha untuk tidak terlalu khawatir tentang Risa Na.
"Selamat tinggal."
"Ya tuan."
Pintu ditutup. Menyisakan Ye Xiao yang seperti orang bodoh berdiri di depan pintu. Jika seorang anak buahnya melihat Presdir mereka saat ini, pasti tidak akan ada yang mempercayainya.
Orang nomor lima negara, dan sekarang ia memohon-mohon seperti anjing kepada seseorang. Ye Xiao menepis pikiran itu dengan cepat, orang itu memang mengerikan. Itu bisa dilihat dari layar telepon genggamnya yang menyala.
'Hans Liem'
"Presdir Gong, saham kita telah pulih! Bahkan naik tujuh persen dari yang dulu. Para investor juga berlomba-lomba menanamkan modal pada kita. Dan yang terpenting adalah data perusahaan kembali!" Hans Liem menggebu-gebu dalam setiap perkataannya. Berita ini membuat gempar seluruh jajaran petinggi perusahaan. Bahkan ini bisa dicatat sebagai prestasi besar! Perusahaan mereka bisa naik menjadi tiga terbesar di negaranya.
Mendengarnya, Ye Xiao merinding. Dala satu detik singkat, semuanya kembali seperti tidak terjadi apa-apa, padahal barusan perusahaan mereka berada di ujung tanduk, tapi saat ini bahkan perusahaan mereka meroket naik berkat bantuannya.
Sebenarnya siapa orang ini?
__ADS_1
Akan sangat baik jika aku membuat hubungan dekat dengannya. pikir Ye Xiao.
Seseorang yang bisa memainkan berbagai peranan penting di dunia bagai bidak caturnya, itu adalah hal yang sangat langka!