Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 9


__ADS_3

Sial! Wan Sheng kembali mengumpat, jika keadaannya terus seperti ini, semua orang akan mati!


Setelah berpikir sesaat, Wan Sheng mengambil langkah mundur dari kemudi. Akhirnya dia memutuskan menggunakkan metode serangan langsung. Memakai ingatan lamanya, Wan Sheng berlari ke pesawat tempur di dalam kapal yang berfungsi untuk pertarungan.


“Wan Sheng! Jangan!” Yuyu berusaha menghentikan Wan Sheng agar tidak bertarung secara langsung. Yuyu sudah mengira jadinya akan seperti ini. Tubuh Wan Sheng belum sepenuhnya sehat, satu tembakan sinar radiasi maka semua organnya akan kehilangan fungsinya.


“Kalau aku tidak bertarung! Semua orang akan mati!” Wan Sheng menjelaskan terburu-buru. Waktunya semakin menipis.


Di luar, kapal kecil mulai menyamai kecepatan kapal Li Tuning. Kapal-kapal tersebut bisa dilihat dari jendela transparan.


“Ta-tapi… kamu sudah berjanji…


Tanpa memperdulikan isakan Yuyu, Wan Sheng meloncat ke pesawat tempur itu dan menerbangkannya ke luar dari kapal. Pesawat tersebut didesain khusus untuk pertempuran seperti ini dan memiliki lebih dari sepuluh meriam.


Dengan gerakan terlatih, pria itu menaikkan mesin pesawat ke kecepatan penuhnya. Meliuk-liuk di antara bebatuan dan asteroid luar angkasa. Metode ini memungkinkan Li Tuning pergi lebih dahulu sementara Wan Sheng menahan musuh.


Jika dilihat, memang tidak mungkin satu pesawat tempur melawan ribuan kapal kecil. Namun Wan Sheng di ingatannya pernah berhadapan dengan situasi seperti yang sama. Wan Sheng tidak melupakan baju tempurnya, ia memakai helm yang berfungsi sebagai penyalur informasi, penguat tangan dengan dagger, serta jet kaki.


Walaupun Wan Sheng sekarang berada di pesawat dan tidak membutuhkan senjata-senjata tersebut. Suatu keadaan bisa mengharuskan dia keluar dari pesawat. Seperti jika pesawat hancur atau terbakar.


Dor! Dor! Pesawat tempur menembakkan pelurunya. Tembakan jitu tersebut pas mengenai dua kapal kecil yang segera meledak.


“Yuyu! Bantu aku menembak mereka!” Helm tersebut langsung mengantarkan perkataan Wan Sheng ke kapal Li Tuning, dan segera dilakukan oleh Yuyu.


Crash! Tembakan salah satu kapal hampir mengenai pesawat tempur jika tidak ada bebatuan luar angkasa disana. Dengan tangkas, Wan Sheng menembak balik kapal tersebut.


Dor! saat tembakan mengenai kapal, seketika meledak. Memanfaatkan ledakan, Wan Sheng bersembunyi dari kejaran kapal sebelum melepaskan rentetan tembakan beruntun.


Trat tat tat! Para pengejar semakin ganas, mereka tidak peduli untuk mengepung satu orang, yang mereka incar hanyalah cincin biru di tangan Wan Sheng.


Pertempuran ini layaknya film luar angkasa yang Wan Sheng tonton di bumi. Peluru berterbangan, laser malang melintang. Namun menghadapinya sendiri sejuta kali lebih menyeramkan dari menontonnya.


Kekuatan pesawat tempur yang dinaiki Wan Sheng hanya sedikit di atas kapal kecil. Keterampilan pembunuhnya lah yang membuat pesawat itu bisa bertarung dengan ribuan kapal.


“Wan Sheng! Kapal lainnya telah menyusul!” Yuyu berteriak di helm informasi.

__ADS_1


“Aku tahu!”


Tentu saja satu pesawat tempur tidak bisa menghentikan ribuan kapal. Pria itu berpikir keras, ia tidak akan dengan bodoh memaksa kapal-kapal tersebut berhenti.


Di kapal besar, Li Tuning yang awalnya senang bukan main menjadi panik. Pria tua itu mengira pertempuran untuk memperebutkan barang lelang tidak akan semengerikan ini. Walaupun jika Li Tuning mengetahuinya dari awal, dia tetap akan datang ke pelelangan.


“Kalian berdua, keluar dan bantu dia!” Li Tuning menunjuk dua tentara bayaran yang disewa, lalu memberi perintah.


Melihat dua tentara bayarannya tidak bergeming sedikitpun, Pria tua itu menjadi semakin marah, “Aku menyewamu bukan untuk dijadikan pajangan! Segera keluar dan bantu dia sialan!”


Dua tentara bayaran melihat ke jendela transparan sebentar sebelum Mengumpat pelan.


Jadi kamu menyewa kami untuk mati, dasar anjing tua!


Ada ribuan kapal di luar sana yang saling menembak satu sama lain. Membayangkan dirinya keluar dengan pesawat tempur, tentara bayaran itu bergidik ngeri. Hanya orang gila yang akan mau!


Tentara bayaran tetap tidak bergerak dan kapal kecil mulai menyusul. Dalam keadaan seperti itu, Yuyu memutuskan keluar. Namun dengan kemampuan Yuyu, dia hanya bisa menghadapi sepuluh kapal untuk sementara waktu tanpa resiko.


“Aku yang akan keluar!”


Kau bajingan tua sialan! Keluarlah jika berani!


Walaupun tentara bayaran tidak berani menyuarakan kekesalannya, raut wajahnya menunjukkan seperti ingin memakan Li Tuning hidup-hidup.


Wuung! Pesawat tempur Yuyu telah meninggalkan kapal. Gadis itu tidak berani menggunakan kecepatan penuh pesawat karena khawatir akan menabrak bebatuan, lain dengan Wan Sheng yang ahli mengendalikan pesawat, Yuyu hanya bisa dibilang pemula.


Dua kapal segera mengepung Yuyu dari atas dan bawah. Namun tembakan cepat dan jitu dari Yuyu langsung membuat kapal tersebut meledak. Tembakan itu dilepaskannya dengan acuh tak acuh, tidak menunjukkan tanda ketakutan atau panik.


Dengan tekad kuat untuk menyelamatkan Wan Sheng, gadis itu merangsek maju di antara ratusan kapal ke arah Wan Sheng. Dua senapan di pesawat tempurnya terus melepaskan tembakan beruntun, namun pas mengenai setiap kapal yang lewat.


“Yuyu! Kau ingin mati!” Wan Sheng tidak bisa tidak marah saat Yuyu memutuskan membantu. Untuk pertama kali ia mengucapkan kata-kata kasar padanya.


Yuyu tidak menghiraukannya dan terus maju. Di depannya, ratusan moncong senapan mengarah ke pesawatnya. Pemandangan ini cukup membuat siapapun mengompol ketakutan, tapi Yuyu menghadapinya dengan gagah berani.


Wan Sheng, jika kamu tidak menyelamatkan aku dulu, aku tidak akan pernah mendapatkan kehidupan seperti saat ini dan mati karena penyesalan…

__ADS_1


Walaupun jika aku mati disini, aku akan mati untuk kamu…


Yuyu berdoa berharap keberuntungan bisa menyelamatkannya. Ratusan senapan itu siap ditembakkan ke pesawatnya kapan saja. Seluruh tata surya bergetar dan ruang seperti akan retak kapan saja.


Padahal ini hanya pertempuran untuk memperebutkan satu barang. Apa jadinya jika kelompoknya keluar setelah waktu pelelangan habis? Yang menyerangnya tentu bukan kapal kecil seperti ini, melainkan kapal besar yang mempunyai sinar radiasi!


Jika dirinya mati disini, biarlah…


Yuyu selesai mengatupkan tangannya, ia menatap garang ke arah ratusan moncong senapan. Hatinya dipenuhi tekad yang kuat. Setiap moncong senapan mulai menyala lalu…


Dor! Dor! Crash! Crash!


Yuyu meliukkan pesawatnya menghindari peluru, berlindung di bebatuan dan balas menembak. Pesawatnya melaju dengan kecepatan sedang dan secara bertahap menjadi cepat. Namun sehebat apapun gadis itu masih seorang pemula. Lima peluru bersarang di badan pesawatnya.


“Yuyu! Melompat!” Wan Sheng menyuruh Yuyu melompat keluar saat melihat keadaan pesawat Yuyu.


Lompat? Yuyu berusaha mencerna kalimat itu cukup lama sebelum mengerti, ia membuka kaca kapal. Udara ruang angkasa dengan cepat membuatnya tidak bisa bernafas. Dengan satu dorongan, tubuhnya berenang di lautan angkasa.


Di luar angkasa tanpa helm merupakan hal yang sangat berbahaya, ditambah hujan peluru yang berdatangan. Yuyu seperti berenang di lautan maut penuh ikan hiu yang siap memangsanya kapan saja.


Hup! Pesawat Wan Sheng tiba, lalu menarik Yuyu ke dalamnya. “Seperti inilah kalau kamu ikut! Kamu selalu sembrono!”


“Apa! Kamu sudah berjanji tidak akan membahayakan dirimu lagi.” Yuyu membalasnya dengan teriakan juga.


“Kamu ingin semuanya mati!?” Bentak pria itu, membuat gadis di belakangnya menjadi takut.


“T-tapi kamu sudah j-janji... Wuuu… Kamu bilang tidak akan pergi lagi. J-jika seperti ini, seharusnya kamu tidak usah pergi… Wuuu…” Matanya berkaca-kaca, lalu air mata menetes turun melalui wajahnya yang bagai kecantikan surgawi.


Yuyu sangat ketakutan dan sedih saat ini. Jika tahu seperti ini jadinya, dia akan memaksa Wan Sheng tetap dirumah bagaimanapun caranya. Kalau Wan Sheng berada dalam kondisi terbaiknya, Wan Sheng bisa keluar dari pesawat dan bertarung dari luar angkasa.


Metode itu lebih efektif karena Wan Sheng bisa membunuh pilot pesawat musuh dan mencuri pesawatnya. Tapi jika ia keluar saat ini, dalam lima gerakan yang ia latih saja, organnya akan hancur. Mau tidak mau Wan Sheng tetap harus berada di pesawat yang membatasi metode bertarungnya.


“Baiklah, baiklah, jangan menangis oke.”


Menekan tombol, pesawat yang tadi dinaiki Yuyu meledak, ledakannya seperti sebuah bom nuklir di bumi. Menyebabkan beberapa kapal musuh hancur seperti debu dan puluhan lainnya memiliki mesin atau badan yang rusak.

__ADS_1


__ADS_2