Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 15


__ADS_3

“Pertama-tama, aku harus mengumpulkan uang terlebih dahulu.”


Rencana Wan Sheng kedepannya adalah membeli tempat tinggal. Dengan kemampuannya saat ini, ia percaya tidak ada orang yang bisa melawannya walaupun dia memakai pistol. Wan Sheng bahkan bisa melawan ribuan pesawat tempur.


Namun, walaupun Wan Sheng sangatlah hebat, ia juga tidak ingin terlalu menarik perhatian. Jadi mungkin ia bisa memulai dengan menjadi pembunuh lagi seperti di Kerajaan Biora? Atau ia bisa menjadi hacker professional? Atau menjadi ilmuwan?


Wan Sheng menggaruk kepalanya. Semua itu adalah pilihan pekerjaan yang paling menghasilkan. Namun Wan Sheng berpikir lagi, kenapa dirinya tidak menjadi pencuri! Lagipula tidak orang yang benar-benar baik di dunia.


Dia bisa mencuri bank, mencuri mobil dan lainnya. Jika dia merasa terlalu buruk dia akan membagikan hasil curiannya pada warga miskin. Bukankah itu bagus.


Tapi sebelum Wan Sheng sempat memikirkannya, di belakang suara langkah dua orang terdengar. Yang mengejar Wan Sheng adalah dua pria kekar berbaju rapi.


Dua orang itu adalah pengawal pribadi Hao Ren. Menjadi pengawal tuan muda perusahaan besar tentu keahlian mereka tidaklah rendah. Mereka merupakan rekrutan mantan pembunuh bayaran terkenal.


Hao Ren tidak ingin menyerahkan gadis yang dibawa Wan Sheng. Selain tertarik dengan kecantikannya, Yuyu juga memiliki banyak kegunaan.


Wan Sheng tidak ingin berlama-lama berurusan dengan para pengawal ini. Dia segera mencari tempat sepi yang tidak orang melihat. Sekarang ia akan memakai kekuatan penuhnya.


Dua pengawal itu mengikuti Wan Sheng hingga di sebuah gang gelap. Walaupun siang, matahari tertutup oleh atap dan pepohonan tinggi, jadi gang tersebut terlihat gelap.


Pengawal pertama yang maju lebih dulu, ia berjalan perlahan mendekati Wan Sheng. “Hei nak, bekerjasamalah dengan kami. Jadi kami tidak perlu membuatmu kesakitan.”


Melihat Wan Sheng tidak berniat mundur, pengawal kedua yang berbicara. “Jangan mengira kamu bisa melawan kami, Aku tahu kamu ingin bersikap pahlawan di depan gadismu bukan? Tapi itu hanya akan memperburuk kondisi yang sekarang.”


Mereka berdua adalah mantan pembunuh bayaran. Bagi pembunuh bayaran asli, menghadapi seorang siswa biasa hanyalah sebuah pekerjaan sepele. Walaupun Wan Sheng berhasil mengalahkan Hao Ren dalam satu pukulan, itu tidak cukup untuk menyamai level mereka.


Bahkan mereka bisa melawan dua puluh tentara seorang diri. Jadi apa itu seorang siswa yang bermain pahlawan?


“Kamu mengira keteguhan hati akan membuatmu menang? Jangan bercanda!” Pengawal pertama maju, tanpa malu-malu ia menyerang lebih dulu ke arah Wan Sheng. Dan lebih lagi ia menggunakan pisau!


“Sungguh tidak tahu malu!” Wan Sheng berteriak.


Mereka mengetahui Wan Sheng hanyalah seorang siswa biasa namun memutuskan untuk menggunakan pisau. Bagi petarung biasa, tindakan tersebut sangatlah tidak tahu malu dan akan menurunkan harga diri mereka. Namun bagi para pembunuh, tindakan ini hanya untuk mempersingkat waktu.


Tapi sebenarnya Wan Sheng senang. Andaikan pengawal tadi tidak menyerang dan kabur, Wan Sheng akan lebih sulit menutup mulutnya.


Pengawal pertama mengayunkan pisau, tanpa ragu tujuannya adalah leher Wan Sheng. Mengayunkan pisau ke leher hanyalah teknik dasar dalam pembunuh.


Wan Sheng hanya bergerak sedikit untuk menghindari tebasan pisau tersebut. “Ayolah! Kau sangat tidak tahu malu, menggunakan pisau untuk seorang siswa biasa.”


Wan Sheng menekankan kata ‘biasa’, kemudian dengan gerakan aneh dia merebut pisau pengawal itu.

__ADS_1


“Hanya segini?” Wan Sheng tidak bisa menyembunyikan raut kecewanya, walaupun dia tahu pembunuh di bumi lebih lemah dibanding dari Kerajaan. Namun ia tidak mengira perbedaannya akan sejauh ini.


Melihat tebasan tadi gagal mengenai Wan Sheng, Pengawal itu menjadi sangat terkejut. Apalagi dalam satu gerakan yang sama pisaunya direbut. “Siapa kau!”


Menunjuk dirinya sendiri, Wan Sheng menjawab, “Aku?”


Mendadak jarak antara Wan Sheng dan pengawal itu dipersempit. Wan Sheng menerjang maju, pisaunya ia ayunkan ke dada pengawal pertama.


Slash! Slash!


Tanda silang yang mengeluarkan darah segar terbentuk di dada pengawal itu. Tebasan yang dilakukan Wan Sheng sangat cepat, hingga tidak terlihat sama sekali di mata pengawal.


“Apa… Argh!” Pengawal itu memegang dadanya kesakitan, namun dengan cepat kembali menenangkan diri. Kini keduanya tidak lagi melihat Wan Sheng sebagai siswa biasa.


“Aku adalah siswa universitas laut dalam!” Wan Sheng tertawa kecil lalu membisikkan sesuatu ke telinga Yuyu.


Mendengarnya, Yuyu mengangguk pelan. Ia segera menghadapi pengawal kedua yang berdiri terkejut di belakang pengawal pertama. Pengawal kedua tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, jadi dia mempersiapkan diri lebih dulu.


Pengawal kedua melayangkan pukulan ke dada Yuyu. Namun segera dihindari gadis itu dengan bergerak sedikit ke samping. Jika dilihat saat ini, sifat Yuyu tampak lebih dingin, namun sebenarnya itu hanya karena dia tidak mengerti bahasa yang para pengawal gunakan.


Yuyu membalasnya dengan serangan ke arah leher pengawal. Serangan tersebut tidak secepat Wan Sheng, tapi tetap sangat cepat untuk dihindari pengawal itu.


“Jadi… itu saja?” Wan Sheng memainkan pisaunya dan berkata dingin.


Pengawal pertama yang terluka parah hanya bisa terduduk. Ia tidak menyangka dirinya dikalahkan oleh seorang anak yang bahkan lebih muda darinya sepuluh tahun.


Tapi seorang anak kecil masihlah anak kecil, pengawal itu yakin dia tidak akan membunuhnya.


“Kamu mengira aku tidak akan membunuhmu kan? Hehe, kau salah kawan.” Wan Sheng memutar pisaunya sebelum melemparkannya. Pisau segera melesat cepat mengenai pengawal yang pingsan tepat di lehernya.


Pengawal itu dipastikan mati. Serangan di leher adalah fatal.


“Dan untuk kamu! Beritahu tuan muda sialanmu itu agar tidak mendekati gadisku lagi!” Wan Sheng menendang kepala pengawal yang terluka dengan keras hingga berbunyi tulang retak.


Jika teman sekamar Wan Sheng ada disini, mereka pasti akan terkejut ketakutan melihat Wan Sheng saat ini.


Wan Sheng akan melangkahkan kakinya sebelum suara parau dari belakang terdengar. “Heh, bersiaplah untuk mati!”


Pengawal itu mengeluarkan pistolnya, karena terkejut, ia dengan bodohnya melupakan bahwa ia memiliki pistol di sakunya.


Dalam hati, pengawal itu mengutuk dirinya sendiri karena meremehkan Wan Sheng. Namun ia jadi mengetahui bahwa identitas Wan Sheng tidaklah sesederhana kelihatannya.

__ADS_1


Pengawal itu menarik pelatuknya, tapi tiba-tiba dia merasa kesakitan yang sangat di dadanya.


Darah menetes dari bibirnya, lubang sekecil kelereng telah terbentuk di dadanya dengan sempurna.


"aku telah memberi kamu kesempatan tapi kamu sendiri yang membuangnya, jadi jangan salahkan atas ini." Wan Sheng berkata tanpa membalikkan tubuhnya, lalu pergi dengan tenang.


Sejak pengawal tersebut mengejar Wan Sheng, pistol telah terlihat dengan jelas di sakunya. Jadi dari awal Wan Sheng telah merusak pistolnya dan membuatnya meledak jika ditembakkan.


"Yuyu, aku akan menjelaskannya semua nanti. Tapi kita sekarang pergi dulu, oke." Wan Sheng tersenyum tipis pada Yuyu.


Gadis itu hanya menganggukkan kepala tanda 'ya'. Dia masih belum terbiasa dengan Wan Sheng sejak kejadian di planet merah.


Wan Sheng sampai di kamarnya setelah berjalan selama lima belas menit. Pengawal yang mati telah ia samarkan, mungkin butuh beberapa hari untuk menemukannya hingga bau busuk tercium.


Lagipula pemerintah tidak akan berani menyelidiki para pengawal dari keluarga Hao, jadi mungkin keluarga Hao sendirilah yang akan membersihkannya.


Kriet!


Wan Sheng meninggalkan Yuyu di depan asrama sebelum membuka pintu. Beruntungnya penjaga asrama sedang membuang harta karunnya.


Kamar telah kosong, saat ini jam delapan lebih lima menit. Kelas pertama telah dimulai. Jika Wan Sheng masuk kelas sekarang pun dia akan terlambat.


Wan Sheng segera mencari dompetnya, setidaknya dia butuh sebuah modal untuk menghasilkan uang. Lalu Wan Sheng mencari barang-barang yang menurutnya dibutuhkan.


Saat mencari barang, pandangan Wan Sheng tidak sengaja jatuh pada komputer Ren Jian. Tanpa pikir panjang Wan Sheng menyalakannya.


Jari-jarinya dengan lincah mengetikkan beragam kode di komputer. Sebenarnya Wan Sheng memakainya untuk men-hack perusahaan Microsoft!


Microsoft merupakan salah satu produk teraman. Namun Wan Sheng saat ini berusaha membobol pertahanannya, tidak, Wan Sheng bahkan tidak berusaha.


Satu menit... dua menit... lima menit...


mendadak komputer menunjukkan sebuah kata.


Anda telah berhasil mentransfer 500.000 dolar ke rekening xx12xxyh.


Wan Sheng segera meninggalkan komputer, itu masih dalam keadaan menyala. Ia juga menulis suatu kalimat di kertas yang ia tujukan untuk Ren Jian dan teman sekamarnya.


"Hal aneh terjadi lagi, Ponselku ada disini!!??" Wan Sheng yang hendak pergi tidak bisa tidak terkejut melihat ponselnya tergeletak di kasur.


"lupakan!" Mengambil ponselnya, Wan Sheng pergi dengan tas kecil.

__ADS_1


__ADS_2