Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 21


__ADS_3

Risa Na berlari dengan cepat ke arah Gong Ye Xiao tanpa memperdulikan dirinya sendiri.


Di sisi lain, Gong Ye Xiao tidak berkutik saking ketakutannya pada Wan Sheng. Hanya getaran badannya yang membuktikan Presdir ini masih sadar. Di lantai, Cairan kekuningan mengalir turun dari celananya.


Gong Ye Xiao sama sekali tidak mengira, pria yang ditatapnya sebelum menaiki lift ternyata adalah orang yang sangat berbahaya.


Risa Na menggigit bibirnya, ia tidak pernah melihat Gong Ye Xiao sangat ketakutan seperti ini. Pandangannya berganti ke arah Wan Sheng. Tangannya mengatup.


“Tuan, aku mohon…


Wan Sheng sedikit melirik wanita itu. Matanya menatap malas namun bengis.


Duk! Risa Na berlutut di depan Wan Sheng. “Tuan, aku mohon jangan bunuh Yexiao.”


“Tapi dia bertaruh dengan kepalanya.” Wan Sheng tersenyum, jarinya menunjuk kepalanya.


“Dan aku memenangkannya, jadi kepalanya milikku bukan?”


Risa Na mengepalkan tangannya hingga berdarah. Padahal baru saja dia bertemu dan bercakap-cakap dengan pria itu di kamarnya. Wanita itu mengira Wan Sheng adalah orang yang santai dan humoris, tapi di depannya, pria yang sama sekali tidak menganggap kehidupan…


“Ta-tapi.” Air mata mengalir turun melewati pipi Risa Na.


“A-aku mohon…


“Wan Sheng!” Mendadak seseorang memanggil Wan Sheng.


Yuyu maju kedepan. Wajahnya acuh tak acuh. Yuyu sebenarnya tidak peduli apakah Wan Sheng sungguhan akan membunuh Gong Ye Xiao atau tidak, tapi melihat wanita itu mengingatkan pada dirinya yang dulu.


Tanpa bicara apapun, Yuyu memegang pundak Wan Sheng, menepuknya pelan. Lalu tangannya mengambil pistol yang ditodongkan persis di depan kepala Gong Ye Xiao.


“Cukup.” Dengan satu kata, gadis itu membuat Wan Sheng mengerutkan dahi..


Yuyu menggenggam tangan Wan Sheng dan menariknya. “Kubilang cukup!” Yuyu berkata marah, menyebabkan Wan Sheng sedikit takut.


Ketakutan yang terlihat jelas di wajah Wan Sheng membuat semua orang menatap kosong. Barusan dia menodongkan pistol pada orang nomor lima negara tanpa ragu-ragu, namun dengan satu kata dari gadis itu, ia berhenti.


Wanita memang yang terkuat! Orang-orang di sekitar Wan Sheng membatin. Dalam hati mereka berkata ‘Presdir Gong bisa dikendalikan oleh Wanitanya, Risa Na. Namun, bahkan orang yang lebih tinggi dibanding Presdir Gong juga harus tunduk pada wanita!’


“Ayo turun!” Yuyu menarik tangan Wan Sheng dan membawanya ke lift.


Semua orang spontan membuka jalan. Beberapa ketakutan, berharap Wan Sheng tidak melihatnya. Orang ini bahkan bisa membunuh Presdir Gong, jadi membunuh mereka mungkin tidak lebih dari membunuh serangga.


“Y-yuyu, tunggu aku.” Wan Sheng mengikuti Yuyu bagai kerbau dicucuk hidungnya.


Ting! Lift terbuka, Yuyu dan Wan Sheng masuk ke dalamnya, menyisakan keheningan di lantai teratas tempat hiburan.


Semua terjadi begitu cepat tanpa ada yang menyangkanya. James Qin, Risa Na dan lainnya terus menatap lift selama beberapa menit sebelum bau pesing memenuhi udara.


Itu adalah Presdir Gong. Pandangan semua orang segera berganti ke arah Gong Ye Xiao. Celana hitamnya basah. Di bawah kakinya, cairan kekuningan mengalir, becek.

__ADS_1


Namun tidak ada yang mengejek, walaupun Gong Ye Xiao dipermalukan, identitasnya tetaplah orang nomor lima negara, jadi tak akan ada yang mau mencari mati hanya untuk kesenangan singkat dalam mengejek.


“Yexiao! Kamu tidak apa-apa?” Risa Na menghampiri Gong Ye Xiao, khawatir akan keadaannya.


Gong Ye Xiao masih berdiam di tempatnya, tidak bergeming. Orang-orang di sekitar Gong Ye Xiao mulai menjauh, mempersilahkan Risa Na memeriksanya.


“Nona, biar kami yang mengurus Presdir Gong. Nona tolong kabari kakek Gong saja secepatnya.” Salah satu pengawal mendatangi Gong Ye Xiao, lalu menggendong Gong Ye Xiao di punggungnya.


“Aku ikut!” Risa Na tetap kukuh.


“Nona, biarkan kami…


Pengawal lainnya menghalangi Risa Na agar tidak mendekati Gong Ye Xiao. Jika Risa Na mendekatinya pun, belum tentu Gong Ye Xiao akan pulih.


Risa Na tetap memaksa ikut, namun dengan cepat dihentikan oleh pengawal-pengawal lainnya. Tenaga wanita itu tentu tidak bisa dibandingkan dengan tenaga para pengawal yang menjalani pelatihan setiap hari.


"B-biarkan R-risa ikut." Tapi erangan lemah dan bergetar Gong Ye Xiao membuat para pengawal terpaksa mengizinkannya.


Di sisi lain, lift terus terjun ke bawah. Hujan gerimis yang sejak tadi turun kini berubah deras. Petir-petir menyambar bersahutan.


Sama seperti langit dengan cuaca yang tidak menentu, hati Wan Sheng juga tidak menentu. Dia sangat takut. Sangat takut perbuatannya telah menyakiti hati Yuyu.


Dari atas hingga ke lantai tempat kamar Wan Sheng berada keduanya tetap diam sampai alis kebiruan Yuyu sedikit turun.


"Kau tau apa kesalahanmu!?" Yuyu sedikit menyalak garang, telunjuknya menusuk perut Wan Sheng.


"Mmm… a-apa?" Wan Sheng tertawa canggung. Ia sama sekali tidak mempunyai pikiran tentang kesalahannya.


Wan Sheng segera memeluknya erat. Dia akhirnya mengingatnya, kejadian yang sangat familiar di kehidupannya.


'"maaf jika itu membuatmu sedih, aku janji akan lebih memperhatikan perasaanmu lagi." Wan Sheng menatap kedua mata gadis itu.


"Mn…" Wajah yang tadi terlihat sedih menjadi lebih tenang dalam dada pria itu.


"Baiklah, akan lebih baik jika kau tidur sekarang." Wan Sheng mengelus rambut halusnya. "Besok pagi kita akan bersantai sejenak di planetku ini, okay?" Tuntun Wan Sheng ke kasur.


Udara menjadi sedikit sejuk berkat pendingin ruangan hotel. Membuat suasana menjadi lebih damai.


"Mn…" Mata langit Yuyu memberat, dan segera menutup bersamaan dengan selimut yang Wan Sheng tarik ke arahnya.


Malam tampak semakin indah dari jendela lebar hotel, bintang-gemintang tampak mendukung dikombinasikan dengan sinar purnama. perfect night.


Melihat gadisnya tertidur membuatnya ingin berbaring di sebelahnya, lalu memeluknya erat-erat. Namun dirinya masih mempunyai urusan lain yang lebih penting. Wajah hangat kembali mendingin.


"Taruhan adalah taruhan, kawan."


Di lain tempat yang berjarak seratus kilometer dari hotel tersebut, Presdir Gong dengan Risa Na menaiki mobil dengan kecepatan penuh.


Padahal belum ada sepuluh menit Wan Sheng kembali ke kamarnya, namun Gong Ye Xiao telah melarikan diri sejauh seratus kilometer.

__ADS_1


"Pengamanannya memang lumayan." Wan Sheng yang menatap layar smartphone-nya sedikit menganggukkan kepala.


"Tapi kau kira bisa dengan mudah lari dariku?" Tangan pria itu beralih ke komputer yang disediakan pihak hotel padanya. Jari-jarinya mengetik cepat ratusan, ribuan bahkan jutaan huruf dalam beberapa menit. Jika saat ini Wan Sheng mengikuti lomba mengetik cepat, mungkin di dunia ini tidak akan ada yang bisa menandinginya.


Sebuah program baru telah terbentuk kurang dari lima menit! Wan Sheng mengirimnya ke salah satu akun penting Gong Ye Xiao.


Dan kurang dari satu detik, program yang Wan Sheng kirim menampilkan kotak hijau.


'Berhasil'


Kini Wan Sheng bebas mengakses akun Presdir Gong semaunya. Pria itu tersenyum acuh tak acuh. Tanpa perasaan. Sekarang tinggal menunggu waktu…


__{}__{}__{}__{}__


Di jalanan yang berjarak dua ratus kilometer dari hotel itu, sebuah mobil melaju dengan kecepatan super, lima ratus kilometer per jam!


Mobil seperti itu hanya ada beberapa di dunia dan salah satunya merupakan mobil milik Presdir Gong.


Tidak ada satupun pengendara yang lewat. Lagipula siapa yang ingin berkendara pada tengah malam? Kecuali jika urusan mendesak, tidak akan ada orang yang ingin menyiksa dirinya dengan berkendara tengah malam.


Mobil itu dengan cepat memotong lengangnya jalanan. Tenang, tidak bersuara.


Tujuan mereka jelas, para pengawal Presdir Gong akan membawanya ke markas cabang terdekat dan mereka akan sampai kurang dari lima menit lagi. Setelah itu baru Presdir Gong akan mengendarai helikopter menuju markas utamanya yang memiliki keamanan ekstra.


Drrrtt! Kaca jendela dibuka, salah satu pengawal Presdir Gong memberikan sandi mereka sebelum masuk ke dalam markas.


Markas tersebut adalah sebuah gedung yang terlihat tua, namun di dalamnya dipenuhi dengan berbagai peralatan canggih.


Rombongan itu turun dari mobil. Presdir Gong dan Risa Na segera dikawal oleh segerombolan tentara bayaran yang sangat terlatih.


Namun lagi-lagi langkah mereka tertunda. Telepon genggam Presdir Gong mendadak berbunyi.


Awalnya pria itu mengabaikannya, namun bunyi itu terus hidup dan tidak berhenti barang sedetikpun. Tidak mungkin ini bukan telepon penting.


Gong Ye Xiao yang sudah tenang mengangkatnya.


"Ada apa wakil Liem? Apa yang membuatmu begitu…


"Presdir! Presdir! Ini sangat genting!" Belum sempat Presdir Gong menyelesaikan, Wakil Liem telah memotongnya. Ia tidak peduli lagi dengan tata krama, kondisi saat ini sangat kritis, perusahaan mereka di ujung tanduk!


"Ada apa Liem!? Beritahu aku segera." Presdir Gong juga tidak menyalahkan, wajahnya menjadi sangat serius.


"Saham! Saham perusahaan kita turun empat puluh persen Presdir! Lalu bukan itu saja, belasan investor utama menarik uang mereka! Dan… Dan…


"Dan apa!"


"Dan dana perusahaan atas nama kamu dibekukan, sebenarnya apa yang kau lakukan Ye Xiao!" Wakil Liem langsung memanggilnya dengan nama langsung, membuktikan dia sangat marah atas perbuatan Gong Ye Xiao.


Kesuksesan perusahaan ini bukan hanya karena tangan keluarga Gong, namun karena banyak pengaruh lainnya seperti keluarga Liem. Jadi saat Gong Ye Xiao mengacaukan perusahaan, semua orang akan mengambil tindakan serius!

__ADS_1


Gong Ye Xiao terduduk lemas. Jika kabar ini disampaikan orang lain, mungkin dia tidak akan langsung mempercayainya, tapi kabar ini datang dari Wakil Liem sendiri, yang merupakan sahabatnya sejak kecil, jadi tidak mungkin ada kebohongan disitu.


Keadaan ini sangat serius. Jika ini tidak dicegah, kemungkinan terburuk adalah perusahaannya bangkrut.


__ADS_2