
"!!!" Yuyu terbangun dalam diam, hanya hatinya yang terkejut. Di depannya, ruangan yang persis sama dengan ruangan yang ia tinggali selama lima tahun terakhir, mungkin yang membedakan adalah tata letak barang yang mulai berganti sejak Wan Sheng baru muncul.
Jendela besar transparan menampilkan gedung-gedung yang ada di kota kecil Phenomenon. Langit berwarna jingga dengan kabut yang sesekali menutupi. Meskipun sekarang termasuk waktu siang, jarak Kota Phenomenon yang sangat jauh dari bintang timur membuat kota ini hanya mendapat sedikit cahaya.
Hanya Yuyu yang bangun. Wan Sheng disampingnya ikut berpindah tempat dalam keadaan pingsan. Sel-sel di tubuhnya telah memberontak yang jika dibiarkan bisa membentuk banyak tumor di seluruh tubuhnya.
Gadis itu memandang Wan Sheng sebentar sebelum mengambil obat di tempat penyimpanan.
Jari-jarinya yang kurus cekatan menyiapkan obat, lalu memasukkan zat pahit itu ke dalam mulutnya. Menghisapnya perlahan.
Yuyu mengangkat kepala Wan Sheng, sekali lagi memandangi wajah pria itu sebelum memasukkannya lewat mulut Wan Sheng.
Jika gadis itu mengingat-ingat, biasanya Wan Sheng akan menarik kepalanya dan menghisap bibirnya lebih keras. Namun kali ini tidak ada kejadian seperti itu lagi karena Wan Sheng yang tak sadarkan diri.
Malah kali ini gadis itulah yang merasa panas di dalam. Tanpa sadar, tangan gadis itu menarik kepala Wan Sheng dan menghisap bibir pria itu dengan keras, persis seperti yang biasanya dilakukan Wan Sheng.
Apa-apaan perasaan ini!?
Bagaimana jika Wan Sheng bangun?
Saat melihat sudut bibir Wan Sheng berkedut ringan, Yuyu menjadi panik, ia segera melepas bibirnya dari bibir Wan Sheng. Namun sepertinya terlambat, karena sudut bibir Wan Sheng terlihat seperti senyuman tipis yang hanya berarti Wan Sheng sudah sadar sejak tadi!
"Hmmm… jadi begitu. Ternyata tanpa sepengetahuanku, gadisku menyimpan keinginan yang lebih besar dari aku, iyakan Yuyu?"
"Diaaaammmm!!!" Dengan wajah memerah karena malu, Yuyu menutup kedua telinganya.
Tapi Wan Sheng tidak ingin berhenti, ia terus menggoda gadis itu hingga wajahnya benar-benar semerah kepiting rebus.
Merasa tak tahan, Yuyu mengambil obat pahit dan memasukkannya ke mulut Wan Sheng.
"Makan itu sendiri!"
Wan Sheng segera menutup mulutnya demi rasa pahit yang demi apapun, terasa membakar lidahnya. Wan Sheng berusaha keras meludahkannya, namun bagaimana bisa? Obat itu telah tertelan ke tubuhnya.
"Rasakan!" Kini gantian Yuyu yang mengejek.
"Bah! Yuyu, awas saja!"
"Aku tak peduli," Ucap Yuyu sambil memeletkan lidahnya.
Gadis itu berpura-pura kabur dari kemarahan Wan Sheng. Namun mendadak, sebuah ledakan terdengar dari tubuhnya.
Blar!
__ADS_1
"Ah!"
Cahaya putih yang menyilaukan menyebar ke segala arah dari dada Yuyu. Menyebabkan gadis itu terjatuh.
Ruang di tempat mereka tiba-tiba menjadi bergelombang, warna-warna bercampur menjadi warna putih terang. Seseorang keluar dari situ!
"Hm… Hm… Hm… cukup dengan bermain pasangan-pasangannya, walaupun aku muak melihatnya, akan aku maklumi." Lelaki itu mengenakan jubah putih, tubuhnya berada di antara warna putih dan ruang tempat Wan Sheng berada.
"Tapi sekarang, saatnya kau kembali Huang…
Sha!
Angin kecil terdengar saat Wan Sheng menembakkan peluru ke arah lelaki itu, namun itu sia-sia, lelaki itu menghindarinya dengan suatu teknik yang sama sekali tidak Wan Sheng kenal.
Sebagai pembunuh bayaran, ia telah mempelajari ratusan teknik membunuh, menghindar, dan menyamar. Tapi teknik yang dipakai lelaki itu…
Wan Sheng yakin itu berkaitan dengan cahaya putih yang muncul.
"Hei hei hei… sekarang aku menemukan seorang pasangan yang marah. Ah… itu sangat romantis." Lelaki itu tersenyum bersahabat, tampak iri dengan keromantisan Wan Sheng dan Yuyu.
Sepuluh meter dari sana, seberkas cahaya putih muncul lagi, kali ini sesosok perempuan dengan jubah yang sama muncul dengan anggun.
"Jangan terlalu banyak bicara, Yang Shu. Segera selesaikan." Suaranya yang merdu seperti beresonasi ke seluruh ruangan.
"Yang Rui! Aku yang akan membawanya." Lelaki itu berteriak, suaranya kini ikut beresonasi, menyebar.
Slash!
Slahs! Slahs! Slahs!
Tiga tebasan berturut-turut mengenai cahay putih. Saat Wan Sheng yakin senjatanya akan mengenai Yang Shu, sesaat itu pula setengah tubuh Yang Shu berubah menjadi cahaya putih.
Wan Sheng ingin mengayunkan daggernya lagi, tetapi sebuah energi putih mendorongnya hingga menabrak dinding.
"Cukup!" Yang Rui berbisik, namun tajam.
Darah keluar dari mulut Wan Sheng. Tubuhnya segera melemah berkat gerakan-gerakan yang ia pakai. Jika ia melebihi batas tubuhnya, organ-organnya akan hancur.
Cahaya putih lainnya muncul, kali ini jumlahnya delapan dan muncul bersamaan. Empat orang wanita sementara sisanya pria.
Yuyu masih berada di genggaman Yang Shu. Dari dadanya, cahaya putih terus mengalir deras.
"Siapa kalian?" Akhirnya Wan Sheng bertanya dengan suara serak.
__ADS_1
"Apa kita perlu menjelaskannya?" Seorang pria bertanya pada Yang Shu.
"Aku yang akan menjelaskan. Aku tidak akan meninggalkan seseorang dalam keadaan bingung." Yang Shu menghela nafas sebelum melanjutkan.
"Lima tahun lalu kamu yang membunuh salah satu kelompok kami bukan? Kamu ingat? Para tentara kerajaan itu, mereka prajurit terbawah kami."
"Saat itu Kerajaan kami memang dalam masa pemberontakan, jadi kami hanya bisa diam-diam mengirim gadis ini, pewaris Kerajaan Cahaya Utara keluar dari sana."
"Namun sayangnya pelarian ini tercium oleh para pemberontak itu. Mereka mengirim berbagai pasukan, melacak ke semua galaksi untuk mencari gadis ini. Untungnya pasukan yang menemukan gadis ini merupakan pasukan tingkat rendah yang bisa kamu kalahkan."
"Kami berterimakasih atas perlindunganmu terhadap gadis ini selama lima tahun terakhir. Tapi maaf, gadis ini adalah pewaris kerajaan, dia harus kembali bersama ka..
"Tidak! Aku tidak akan membiarkannya pergi!" Wan Sheng membalas dengan suara seraknya, darah yang menetes perlahan berhenti.
Yang Shu menghela nafas, "Saat ini, kami bisa melacaknya karena kekuatan gadis ini telah bangkit, dan itu adalah tanda yang sudah kami siapkan sejak awal. Dan satu lagi, kami menyegel beberapa sifatnya, jadi perhatian, cinta, dan kasih sayang yang dia curahkan pada kamu selama ini, sebenarnya bukan dari sifat aslinya."
Wan Sheng ternganga lebar. Kali ini ia tidak marah, ia benar-benar terkejut dengan perkataan pria itu.
Semua perhatiannya palsu!?
Cintanya palsu!?
Tidak mungkin!
Aku hanya harus menyentuhnya dan membawanya lagi ke bumi! Ya, aku harus membawanya ke bumi!
"Kembalikan dia!"
"KEMBALIKAN DIA!" Wan Sheng berteriak sekuat tenaga. Tubuhnya meluncur ke depan, hendak menyentuh Yuyu yang berada di genggaman Yang Shu sementara tangannya yang lain menggenggam erat telepon genggam penghubung dunianya.
Seseorang dari kelompok Yang Shu reflek menyerang. Tubuhnya melenting kedepan, mengirim pukulan tanpa cahaya putih di dalamnya.
Wan Sheng menghindarinya. Tangannya yang lain mengayunkan dagger ke arah leher lawan.
Slash!
Tapi cahaya putih segera menghilangkan wujudnya, membuat senjata Wan Sheng hanya menembus udara kosong.
"Kau lihat, tanpa kekuatan, kita bahkan tidak bisa melawan anak ini." Yang Shu tersenyum tipis, tampak kagum dengan Wan Sheng.
"Sifat gadis ini telah terbangun. Kekuatannya juga akan menjadi lebih besar. Lihat apakah gadis ini masih mengingatmu." Yang Shu menatap Yuyu. Gadis itu membuka matanya, mengerjap-ngerjapkan sesaat.
"Silahkan." Yang Shu mempersilahkan Wan Sheng mendekat.
__ADS_1
Pria itu melihat lagi gadis yang selama ini menemaninya. Auranya telah berubah drastis. Matanya yang bagai langit berbintang tidak lagi bulat, namun agak menyipit. Bibirnya tidak lagi menampilkan senyum manis, melainkan membentuk garis datar yang dingin.
Penampilannya saat ini bagaikan seorang ratu yang memerintah dunia. Tidak ada lagi gadis pemalu, yang ada hanyalah aura dingin dan dingin.