
Pesawat tersebut memiliki bom bunuh diri di dalamnya yang setara dengan ledakan bom atom hiroshima dan nagasaki. Bisa dibayangkan bagaimana ledakan bom atom terjadi. Tapi kapal musuh juga didesain tahan ledakan, jadi bom bunuh diri tadi hanya menghancurkan beberapa kapal di sekitarnya.
Akhirnya Wan Sheng tidak memiliki pilihan lain selain mengaktifkan meriam. Pesawat tempur tersebut memiliki sepuluh meriam, namun meriam itu akan menghabiskan banyak bahan bakar yang menjadi alasan Wan Sheng tidak mengaktifkannya.
Kapal lainnya telah menyusul Li Tuning. Mereka mengira cincin tersebut ada di tangan Li Tuning. Jika dihitung, tidak kurang dari lima puluh kapal kecil yang mengikuti Li Tuning.
Bulir keringat turun dari dahi Wan Sheng. Misinya adalah melindungi Li Tuning, jika ia gagal dalam misi kali ini, Rank-nya akan turun ke Rank B dasar. Rank tersebut sangat penting karena hirarki di antara agen pembunuh sangat kuat. Mereka yang memiliki Rank lebih tinggi akan menindas Rank di bawahnya.
Dalam ingatan Wan Sheng, Rank B ini didapatkan dengan susah payah setelah berjuta-juta tindasan dari atasannya. Dan lagi, keadaan Wan Sheng saat ini sudah tidak memungkinkannya untuk kabur. Kapal-kapal itu telah mengepung dari berbagai sisi tanpa adanya celah.
“Yuyu! Pakai helm-mu!” Perintah Wan Sheng. Selain berfungsi untuk penyebaran informasi, helm juga berfungsi sebagai penyuplai oksigen dan pelindung.
“H-helm? Apa kau gila!?” Teriak Yuyu, menyuruhnya memakai helm hanya berarti Wan Sheng akan meledakkan pesawat ini.
Teriakan Yuyu hanya dibalas Wan Sheng dengan memakaikannya helm. Gadis itu kini dibalut oleh helm perak yang cantik, jika keadaannya tidak genting, Wan Sheng pasti akan terpesona melihat penampilan Yuyu.
Wan Sheng memegang tangan Yuyu. Dengan satu gerakan, pria itu memencet tombol sekaligus membuka kaca pesawat. Saat kaca pesawat terbuka, keduanya mendorong kaki mereka ke kursi pesawat yang menyebabkannya terdorong ke luar angkasa.
Meda nol gravitasi langsung menerpa mereka berdua. Tubuh mereka melayang-layang dengan satu arah, seperti dorongan saat berenang di dalam air. Pecahan bebatuan sesekali mengenai helm mereka, menyebabkan suara Klang! kecil.
Bintang tR344 bersinar dengan indah. Cahayanya berwarna cyan, bukan kuning seperti matahari. Jilatan-jilatan api kini terlihat lebih jelas saat Wan Sheng melayang di udara. Menampilkan pemandangan yang sangat luar biasa.
Bzzt! Wan Sheng dan Yuyu mengaktifkan jet kaki mereka dan melayang menjauh dari pesawat. Setelah pergi agak jauh, pesawat yang mereka naiki mulai bergetar pelan lalu…
BOOOMMM! Ledakan sebesar bom atom terjadi. Sebelum ledakan itu, sepuluh meriam di aktifkan menyebabkan jangkauan ledakan menjadi lebih luas. Tentu ledakan seperti itu akan mengandung ledakan radiasi, namun ledakan radiasi ini hanya seperti kentut jika dibandingkan dengan tembakan radiasi asli.
Wan Sheng dan Yuyu semakin menjauh, tubuh mereka terdorong sedikit berkat ledakan itu. Wan Sheng mengarahkan pesawatnya ke arah lima puluh kapal yang mengikuti Li Tuning, membuatnya hancur lebur dalam sekali ledakan.
Memegang belati listrik di tangan kanan dan dagger bercahaya di tangan kiri. Wan Sheng melaju untuk membajak kapal musuh. Ia bisa menggunakan kapal musuh yang ia bajak dan meledakkannya, lalu melakukan hal yang sama berulang kali.
Belati listrik di tangan Wan Sheng berderak keras, belati itu adalah barang yang ia beli di pelelangan tadi. “Jadi kita akan mengetes apakah kamu layak untuk nama belati ‘kilat penghancur’ atau tidak.”
Wan Sheng bergumam memegang belatinya. Ia membelinya seharga satu miliar! Dia bersumpah akan menghancurkan rumah lelang jika belati yang seharga bintang ini patah karena serangan kecil.
__ADS_1
Di belakang Wan Sheng, sebuah kapal menembakkan pelurunya. Namun Wan Sheng tidak takut, melainkan tersenyum senang. Pria itu memegang tangan Yuyu untuk menghindari pelurunya bersama lalu dengan cepat mengaktifkan jet kaki.
Tujuan Wan Sheng adalah kapal tersebut. Jadi kapal ini bisa dibilang korban pertamanya hari ini.
Prang! Belati itu Wan Sheng hantamkan ke kaca kapal hingga pecah.
“Apa yang…
Dor! Wan Sheng segera menembak pilot kapal tepat di kepalanya lalu dengan santai membuang tubuhnya ke luar angkasa. Wan Sheng tidak pernah membunuh di bumi tempat tinggalnya, jadi ia juga sedikit bingung dengan perubahan sifatnya. Sifatnya seperti menjadi lebih dingin dan tidak berperasaan!
Yuyu duduk di samping Wan Sheng. Gadis itu ikut mengendalikan senapan dan meriam kapal sementara Wan Sheng mengemudikan arah kapal.
Memakai kapal yang sama dengan kapal musuh selalu efektif untuk mengecoh. Wan Sheng melajukan kapalnya ke arah kerumunan yang berisi ratusan kapal kecil. Ia tidak menembakkan apapun, hanya mendekat tanpa suara.
Saat kapal di tengah-tengah kerumunan. Wan Sheng dan Yuyu keluar lewat retakan kaca kapal dan mengaktifkan jet kakinya pergi menjauh.
BOOMM! Kapal kecil itu meledak dengan dahsyat. Ratusan kapal di sekitarnya langsung hancur menjadi serpihan kecil. Walaupun ledakan bunuh diri kapal lebih kecil dibanding ledakan bunuh diri pesawat, kapal musuh mempunyai satu kelemahan utama, yaitu tangki bahan bakar mereka tidak dilapisi pelindung yang kuat menyebabkan ledakan beruntun.
Wan Sheng yang menjauh mulai mengincar kapal lainnya untuk melakukan hal yang sama berulang kali.
Ratusan kapal hancur seketika bagaikan kembang api yang disulut. Berikan latihan sepuluh tahun pada Li Tuning dan dia tidak akan bisa melakukan hal yang sama. Bahkan tentara bayaran yang dilatih dengan hujan peluru, paparan sinar radiasi tinggi, serta bertahan selama satu jam di medan nol gravitasi tanpa helm hanya bisa menatap takjub.
“Dan kau hanya menjadi pajangan disini!” Wajah takjub Li Tuning menjadi kesal saat melihat dua tentara bayaran.
Sudah kubilang mati saja pria tua!!! Sungguh jika tentara bayaran itu dibayar untuk memukul Li Tuning sampai mati, mereka akan melakukannya dengan gratis.
BOOMM! Ini merupakan kapal ke lima yang Wan Sheng ledakkan. Dari ribuan kapal, hanya tinggal tersisa puluhan saja saat ini. Kapal-kapal tersebut sejak tadi sudah memburu Wan Sheng dan menembaknya saat ia melayang, namun keterampilan Wan Sheng sangat tinggi menyebabkan semua peluru tersebut meleset.
Wan Sheng merasa tubuhnya menjadi sakit. Organ-organnya terasa bergejolak. Lambungnya bagaikan diremas-remas dengan kuat. Padahal Wan Sheng telah menahan diri untuk menggunakan gerakan pembunuhnya, sejak tadi ia hanya memakai jet kaki untuk pergi dari satu kapal ke kapal lain. Namun rasa sakit tersebut tetap menyerangnya.
Dor! Dor! Kini Wan Sheng dan Yuyu telah menaiki kapal bajakannya lagi. Mereka tidak meledakkan kapal seperti sebelumnya melainkan menembakkan pelurunya pada kapal-kapal lain.
Wan Sheng yang kesakitan menatap jam hologram. Matanya melebar tidak percaya, sebenarnya pertempuran gila tadi hanya menghabiskan lima menit saja!? Namun Wan Sheng segera bersyukur karena tidak ada peserta pelelangan kuat yang keluar dalam waktu yang singkat ini.
__ADS_1
Lima puluh kapal… Tiga puluh kapal… Sepuluh kapal…
Sepuluh kapal terakhir tidak ingin maju lagi. Keterampilan Wan Sheng terlalu tinggi, menyerangnya dengan jumlah saat ini hanya mencari mati. Kapal yang tersisa memutuskan memberi laporan pada majikannya.
Zing! Namun Wan Sheng menembakkan meriam menyebabkan tujuh kapal yang tersisa. Mereka mengendarai kapalnya seperti orang gila agar bisa menghindari tembakan kapal Wan Sheng.
“Ha… Akhirnya berakhir!” Wan Sheng meregangkan tangannya. Kemudi ia biarkan otomatis. Tubuhnya benar-benar kesakitan sekarang, organ-organnya seperti remuk. Setetes darah keluar dari mulutnya.
“Ah! Wan Sheng!” Pacar di sebelahnya segera mengambil obat pahit dan membuka dengan giginya.
Wan Sheng tidak menolak obat saat ini. Ia berusaha menelannya langsung agar rasa pahit tidak terlalu terasa di lidahnya. Setelah Wan Sheng menelan obatnya, ia menghisap bibir Yuyu dengan keras. Tangannya memegang kepala gadis itu, lalu menariknya untuk menekan bibirnya lebih dalam.
Tangan Wan Sheng yang masih bebas memegang punggung Yuyu. Gadis itu hanya bisa pasrah berada di pelukan Wan Sheng namun dengan cepat tersadar bahwa tubuh pria yang memeluknya masih sangat lemah.
“Sudah kubilang, jika kamu ingin melakukannya, tunggu tubuhmu membaik! Kamu ingin melakukannya dengan keadaan tubuh kamu yang hampir mati!?” Yuyu tidak bisa tidak berteriak marah. Tapi wajahnya tetap memerah karena malu.
“Hm? Baiklah-baiklah.” Wan Sheng melepas pelukannya lalu menaruh cincin kebiruan dalam suatu kotak. “Kita kirim cincin ini dulu ke pria tua itu.”
Wan Sheng menembakkan peluru ke arah kapal Li Tuning. Cincin tersebut Wan Sheng ikatkan dengan peluru yang ditembak.
Bang! Suara kapal tertembak mengagetkan Li Tuning yang bersantai. Layar hologram kapalnya tiba-tiba menampilkan gambar Wan Sheng yang mencium Yuyu.
“Ambil cincinmu pria tua, jika tidak, itu akan meledak.”
“Wan Sheng! Sudah kubilang jangan menciumku!”
“Tapi kamu tadi menciumku lebih dulu.”
“Itu berbeda!”
Gambar di layar mendadak mati kembali. Menyisakan Li Tuning yang menatap kosong ke arah layar. Gambar Wan Sheng yang menautkan bibirnya pada Yuyu berulang kali terngiang di kepalanya, Pria itu sama sekali melupakan tentang cincinnya.
Li Tuning: “Gadis yang…
__ADS_1
Tentara bayaran: “Cantik sekali bukan?”
“Kamu masih berani memandang gadis? Pergi cari cincin itu dan bawa kesini!” Li Tuning kembali membentak-bentak dengan ludah terciprat ke wajah dua tentara.