Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 16


__ADS_3

Depan asrama pria, Yuyu menunggu Wan Sheng dengan duduk di bangku tamu. Setiap orang yang melewatinya pasti akan melihatnya, dan saat seseorang melihatnya, pikiran mereka akan menjadi kosong.


Seperti saat ini, jika dihitung, lebih dari sepuluh orang telah jatuh karena tidak fokus. Ada yang menabrak dinding, ada yang memecahkan kaca, dan yang paling parah kepalanya terbentur karena jatuh dari tangga.


“Sebenarnya dia sedang menunggu siapa?” Siswa pria yang membolos kelas bertanya pada temannya.


“Aku juga tidak tahu, sebenarnya siapa yang tega membuat gadis cantik menunggu? Sungguh, aku ingin memukul orang itu sampai mati!” Temannya membalas.


“Mungkin kita bisa menyapanya?”


Orang pertama maju, itu adalah teman satu asrama Wan Sheng, namun sepertinya Wan Sheng tidak mengenalnya.


“Nona, boleh aku tahu nona sedang menunggu siapa?”


Melihat temannya maju, orang kedua menjadi lebih percaya diri, “Ya! Kami bisa memanggilkannya untuk nona cantik ini.”


“Ah! Aku sedang menunggu linlin aku!” Bukan Yuyu yang bicara, melainkan gadis yang duduk disebelahnya. Gadis itu tersenyum lebar saat mengatakannya, ini adalah pertama kalinya dia dikatakan cantik oleh seseorang.


Gadis itu memiliki kulit kecoklatan, berlemak, dan wajahnya dipenuhi bintik-bintik merah. Biasanya semua orang akan melihatnya dengan pandangan jijik, tapi hari ini sebenarnya ada yang mengatakan aku sangat cantik!


“Apa kamu mau memanggilkannya?” Gadis berkulit coklat bertanya dengan nada centil. Dia sama sekali tidak melihat Yuyu yang duduk di sebelahnya, tepatnya tidak melihat wajahnya.


“Euh! Mo Lin, Cepat bawa pacar gendutmu dari sini! Sungguh merusak pemandangan saja!” Orang pertama berteriak jijik.


Dari atas tangga mendadak turun seseorang yang sama gendutnya dengan gadis tadi. Langkahnya berat dan perutnya bergoyang setiap kali ia melangkah. Itu adalah Mo Lin.


Namun lagi-lagi wajah Yuyu membuat pikirannya kosong. Mo Lin terdiam di tangga sebelum turun perlahan. “Apa.. apa ini pacarku?”


Tangan Mo Lin terangkat ke atas, hendak menyentuh Yuyu. “ini p-pacarku?”


Apa dewa kasihan melihatnya, jadi dirinya membuat pacarnya menjadi sangat cantik? Pandangan Mo Lin sama sekali tidak tertuju pada Gadis berkulit coklat melainkan Yuyu. “S-Sayang?”


Mo Lin mencoba menyapanya.


“Bodoh! Pacarmu yang ini.” Orang pertama membentak, setiap orang yang melihat Yuyu pasti akan memiliki keinginan untuk melindunginya. Jadi saat Mo Lin ingin menyentuhnya, orang lain akan mencegahnya.


Berkat bentakan itu Mo Lin akhirnya mendapatkan lagi fokusnya. Ia melihat pacar aslinya, gendut, coklat, dan memiliki banyak jerawat. Lalu ia melihat gadis di sebelahnya, putih tanpa noda, proporsi tubuh sempurna dan wajah yang berbanding tiga ratus enam puluh derajat dengan pacarnya.


Entah mengapa, saat Mo Lin melihat pacarnya lagi, ia menjadi jijik.

__ADS_1


Tiba-tiba dari atas tangga muncul satu orang lagi. Orang pertama dan kedua segera membatin, ‘jika dia tidak jatuh, pasti menabrak dinding!’


Orang tersebut membawa tas kecil di tangan kanannya dan memegang ponsel di tangan kirinya. Langkah tidak cepat atau lambat.


Orang pertama yang mengenali Wan Sheng bertanya, “Tas? Kau ingin pergi kemana…


“Yuyu!” Mengabaikannya, Wan Sheng memberikan tangan yang segera disambut Yuyu. Tangannya saling menggenggam erat, Wan Sheng sedikit menariknya untuk membuat Yuyu bangun.


“!!!”


Baik orang pertama, kedua dan Mo Lin menganga, rahang mereka hampir menyentuh lantai saat melihat Wan Sheng dengan santai memegang tangan Yuyu.


Bahkan lalat hampir memasuki mulut mereka jika Wan Sheng tidak mengingatkannya. “Ingat, dia gadisku.” Wan Sheng berkata dingin.


Wan Sheng bergegas pergi sebelum menarik lebih banyak perhatian.


Matahari telah meninggi, memancarkan sinar cerah yang menyilaukan. Dedaunan di sekitar asrama berterbangan kesana kemari. Hari ini agak berangin.


Yuyu menatap lama matahari dengan sedikit takjub. Di Kerajaan Biora, atau lebih tepatnya Kota Phenomenon, tidak ada cahaya seterang ini disana.


Itu karena Planet tempat tinggal Yuyu merupakan planet terjauh dari bintang timur. Jadi cahaya yang sampai sangat kecil dibandingkan dengan cahaya matahari.


Wan Sheng telah sampai di jalan besar. Ia segera memesan taksi yang lewat dengan uang sisa di dompetnya. Arah yang dituju Wan Sheng adalah bank pusat, tempat tabungannya berada.


Ia akan mengambil sebagian tabungannya, termasuk 500.000 dolar yang didapat dari men-hack perusahaan Microsoft.


Di komputer Ren Jian, Wan Sheng membobol data-data dari Microsoft, beberapa adalah data yang sangat penting dan dirahasiakan. Itu kenapa perusahaan itu bersedia membayar Wan Sheng.


Wan Sheng sebenarnya bisa meminta lebih, namun hatinya merasa tidak tega, jadi ia hanya meminta 1000.000 dolar amerika saja pada perusahaan. Wan Sheng juga memakai akun bank Ren Jian untuk menerima uang tersebut, dan dia membagi Ren Jian setengah dari hasilnya.


Itu bisa dihitung sebagai penggunaan komputernya secara gratis.


Setelah mengambil uang di bank, Wan Sheng kembali memesan taksi. Kali ini tujuannya adalah hotel spesial, hotel tersebut khusus untuk para orang-orang kaya. Biasanya acara-acara mewah di selenggarakan di hotel tersebut.


Wan Sheng memilih hotel berbintang tinggi, selain untuk tempat tinggalnya sementara, Wan Sheng juga ingin mencari pekerjaan baru dari orang-orang tersebut.


“Tolong berhenti sebentar disini!" Wan Sheng menyuruh sopir berhenti.


"Disini sangat ramai, berhenti akan membuat...

__ADS_1


Pluk! Wan Sheng menepuk segenggam uang di paha sopir. Jika dihitung mungkin ada lima ratus Yuan disana.


Sopir tersebut terkejut. Lima ratus yuan! "Ya-ya, tentu saja jalanan sepi. Silahkan...


Sopir tersebut menghentikan taksinya di tengah jalan, Ia bahkan membukakan pintu untuk Wan Sheng tanpa peduli dengan klakson di belakangnya.


Wan Sheng keluar dari mobil dan menuju mall. Dia juga mengajak Yuyu keluar. Sebelum pergi ke hotel tersebut, Wan Sheng harus membelikan Yuyu penutup wajah dahulu.


"beri aku ponsel terbaik disini!" Wan Sheng tidak ingin berlama-lama, jadi dia mengeluarkan kartu bank dan menggeseknya di mesin pembaca kartu.


Penjaga toko tidak bisa menutupi keterkejutannya saat melihat angka yang tertera. "Ba-baik tuan."


"Berikan padaku sepuluh menit lagi."


"baik tuan." jawab penjaga toko.


Wan Sheng kembali berjalan, tidak peduli dengan perhatian orang-orang terhadap Yuyu.


Di tengah jalan, ada seseorang yang berusaha menggoda Yuyu namun Wan Sheng memberi tahunya. "Jika ada orang yang mendekatimu seperti itu, tendang telurnya."


Gadis itu seperti biasa mengangguk, walaupun wajahnya menjadi agak merah saat mendengarnya.


Berkat uang yang berlimpah, Wan Sheng seperti menjadi tuan besar yang dihormati. Dirinya yang dulu mana mungkin memimpikan ini.


Sebenarnya dia harus berterimakasih pada Wan Sheng lama. Kemampuan nya sangat lah berguna di bumi.


Mungkin kedepannya dia akan menjadi penguasa dunia?


"Yuyu, pakailah." Wan Sheng memberikan kacamata hitam dan masker bermotif kelinci padanya.


Wajah cantiknya memang tertutupi, tapi bagi Wan Sheng itu menampilkan pesona tersendiri.


Setelah mengambil ponsel keluaran terbaru, Wan Sheng dengan santai kembali ke taksi. Duduk, lalu menyuruh sopir untuk mengemudikannya ke tujuan awal.


Gedung-gedung menjulang tinggi ke langit. Bagaikan menantang matahari. Jalanan ramai oleh para pekerja sambilan, kantoran atau lainnya.


Warna langit menjadi lebih gelap, sepertinya hujan akan turun saat ini. Wan Sheng yang berada di mobil hanya mendesah pelan, perasaannya campur aduk.


Gadis disebelahnya juga menandang air yang turun dengan takjub, seperti baru pertama kali mendapatkan pemandangan semacam ini karena di kota Phenomenon tidak ada hujan, air didapatkan dari pusat Kerajaan Biora.

__ADS_1


Wan Sheng sedikit membuka jendela mobil, membiarkan bau hujan yang sangat khas menyeruak masuk. Bau tanah basah saat hujan memang yang terbaik.


__ADS_2