Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 28


__ADS_3

Wan Sheng tidak menyerah, ia masih belum sepenuhnya mempercayai omongan pria itu. Tangannya terulur, hendak menyentuh wajah gadis di depannya.


Biasanya gadis ini akan merona saat Wan Sheng menggodanya, menundukkan kepalanya malu-malu atau berpura-pura kesal.


Tapi sekarang tidak lagi. Tangan Wan Sheng yang ingin menyentuhnya ditepis dengan kasar.


"Siapa dia?" Gadis itu bertanya dingin pada Yang Shu, yang dibalas pria itu dengan helaan nafas sedih.


"Yuyu, kamu tidak mengenali aku lagi?" Tanya Wan Sheng lemah.


"Namaku Huang Yu." Intonasi Huang Yu makin dingin, sedingin tatapannya pada Wan Sheng. Dia bukan lagi gadis kecil lemah, kekuatannya bahkan bisa menghancurkan kota kecil ini.


(Huang Yu akan digunakan untuk menyamakan panggilan dan nama)


Wan Sheng terduduk. Organ-organ tubuhnya berteriak kesakitan berkat paksaan Wan Sheng pada serangan terakhir. Tapi yang lebih sakit sekarang adalah hatinya.


Senyumnya yang menawan, mata bulatnya yang memiliki keindahan alam semesta. Semua hilang.


Padahal beberapa hari lalu mereka bersama, menikmati masa-masa indah bersama. Wan Sheng tahu manusia seperti Yuyu pasti bukan seorang manusia biasa.


Tapi apakah secepat itu dia melupakannya?


Bahkan tidak mengingat satupun kenangan tentang dirinya?


Kesiur angin perlahan terbentuk di sekeliling Huang Yu. Tubuhnya terangkat beberapa senti ke udara. Saat ini, cahaya putih muncul, pakaiannya hancur dan berganti dengan pakaian yang sangat mewah.


Di kepalanya bertengger mahkota putih dengan tiga berlian. Saat ia berjalan, jubah putih tebalnya terseret. Menghasilkan aura kebangsawanan yang tebal.


"Mari kita pulang." Satu kata darinya, tidak lagi disambut lemah. Melainkan disambut penuh hormat dari sepuluh orang itu.


"Tunggu." Yang Shu berteriak. Mendadak ia berlutut. "Namamu Wan Sheng bukan? Aku berterimakasih karena telah melindungi gadis ini dari segala bahaya." Yang Shu semakin menunduk, "tapi maaf, kami harus membawanya pergi. Aku akan memberimu lokasi gadis ini, tapi aku tidak yakin kamu mampu mencapainya."


Cahaya putih keluar dari tubuh Yang Shu, kemudian menghilang di kepala Wan Sheng.


"Sekali lagi, maaf!" Yang Shu kembali menunduk sebelum sosoknya menjadi cahaya putih. Disusul sembilan sosok lainnya dan Huang Yu. Bahkan saat kepergiannya, Huang Yu tidak melirik Wan Sheng sedikitpun.


Kini tertinggal Wan Sheng seorang diri terduduk di kamarnya. Organnya berdenyut keras, sel-sel di tubuhnya kembali memberontak, menggerogoti bagian tubuhnya yang masih sehat.


Tapi Wan Sheng membiarkannya. Ia membiarkan semua kesakitan itu seperti tidak ada yang terjadi. Padahal orang biasa akan lebih memilih mati seribu kali dibanding mengalami rasa sakit yang dialami Wan Sheng.

__ADS_1


Pikirannya campur aduk. Perasaan kehilangan, marah, kecewa, serta kesepian perlahan-lahan hinggap di hatinya. Bercampur menjadi satu, menghasilkan badai emosi yang berujung pada kegilaan.


Apa itu…


Benar-benar Yuyu-nya?


Dia telah berubah?


Tapi kenapa?


Wan Sheng menangis tanpa air mata. Kali ini ia bisa menjadi gila sungguhan. Perubahan keadaan ini sangat cepat, setidaknya dia harus menyiapkan hatinya dulu.


Tidak!


Aku telah berjanji untuk melindunginya!


Aku akan membuatnya mencintaiku lagi, seperti janjiku padanya dulu!


Dengan kemarahan membara, Wan Sheng mendapatkan kewarasannya lagi. Tangannya mengambil sekotak obat dan meminum semuanya sekaligus.


Kini ia tidak lagi mengeluh tentang rasa pahit itu. Sakit di tubuhnya bahkan bisa membuat orang berharap untuk mati, jadi apa itu sebuah rasa pahit?


Aku akan kesana dan mengambil yuyu-ku lagi!


Pikiran Wan Sheng seperti bergantian. Sesaat dia menjadi waras, sesaat ia menjadi gila lagi. Namun setelah sepuluh menit, ia akhirnya mendapatkan kewarasannya sepenuhnya.


Rasa sakit di tubuhnya perlahan mereda. Tapi ia tetap tidak bergerak.


"AKU AKAN MEMBUATMU MENCINTAIKU LAGI SUATU HARI NANTI." Mendadak Wan Sheng berteriak. Ia berteriak dalam keadaan waras, kemudian tertawa sedih.


Gadisnya telah hilang. Satu-satunya cara mengambilnya kembali adalah menjadi orang yang berkuasa.


Tanpa disadarinya, genre hidupnya telah berubah…


__{}__{}__{}__{}__{}__


Satu bulan kemudian.


Pria itu telah sepenuhnya sehat. Ia tidak lagi membutuhkan obat-obatan lagi untuk menopang tubuhnya.

__ADS_1


Kali ini Wan Sheng memutuskan akan berlatih lagi. Baik ilmu alam maupun keterampilan bertarung, semua itu dia butuhkan untuk mencapai tujuannya. Yaitu Huang Yu.


Kerajaan itu bahkan tidak berada di Galaksi tempatnya berada saat ini, Anatares. Tempat berjarak miliaran tahun cahaya dari sini, dan yang bisa membawanya ke tempat itu hanyalah sebuah kapal luar angkasa yang memiliki generator spasial yang sangat canggih.


Dan tentu saja itu tidak terdapat di kerajaan biora, bahkan tidak ada di Galaksi Anatares.


Sebagai contoh, kapal milik Li Tuning memang memiliki generator spasial. Namun itu hanya bisa melompati ruang sejauh lima juta tahun cahaya. Jadi butuh berapa tahun baginya untuk mencapai tempat itu? Bukankah dia harus menunggu ratusan tahun?


Bahkan untuk sedetikpun ia tidak sabar!


Tujuan pertamanya adalah sebuah kapal yang memiliki generator spasial terbagus. Dia akan mencarinya, bahkan jika itu hanya ada di luar Galaksi Anatares.


Wan Sheng tidak lagi bersantai seperti biasanya. Dia saat ini mempelajari teori ruang waktu, tepatnya mendalaminya hingga ia benar-benar bisa mempraktekannya. Hologram tiga dimensi melayang dimana-mana, menampilkan gambar-gambar aneh, tokoh-tokoh penemu, dan juga contoh terjadinya teori tersebut.


Ia belajar dengan sangat keras. Itu juga demi memecahkan misteri kekuatan cahaya putih itu. Dirinya ingin mempelajari bagian tubuh manusia dan mencocokkannya dengan berbagai elemen. Karena belum ada satupun manusia berkekuatan yang ada di tiga kerajaan.


Hari demi hari berlalu, Minggu demi Minggu pun ikut berlalu.


Akhirnya tiba saatnya ia menerima misi lagi. Ia bertekad pula melatih kekuatan bertarungnya lewat misi itu.


Misi Wan Sheng seharusnya diberikan beberapa bulan lagi, namun Wan Sheng mengambil misi beberapa pembunuh bayaran lain yang tidak bisa mengerjakan misi tersebut karena berbagai hal.


Hal tersebut diperbolehkan oleh aturan organisasi, dan bayarannya akan lebih besar dibanding misi asli.


Wan Sheng melihat papan misi dengan dingin. Sejak kepergian gadis itu, sifat humoris dan periangnya menjadi terkikis, digantikan oleh sifat dingin dan kejam yang merupakan sifat asli Wan Sheng lama.


Agen B014.


Misi baru anda telah aktif.


Bunuh Hiora, presiden Nintaligen Group sebelum target pergi dari tiga kerajaan.


Hadiah 2,5 miliar biora koin.


Wan Sheng mengerutkan dahi, jika ia tidak salah ingat, Hiora merupakan salah satu pembeli lelang yang membeli planet dengan kandungan Nintaligen yang tinggi. Jadi dia sekarang harus membunuhnya?


Pembunuh bayaran adalah orang yang tidak peduli dengan moral dan etika. Mereka hanya peduli dengan bayaran, maka mereka akan mengerjakan misi tersebut tidak peduli orang yang diserang bersalah atau tidak.


Seperti Wan Sheng dulu, dia selalu membunuh musuhnya tanpa ampun tidak peduli dia bersalah atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2