
Pelelangan telah berjalan hampir satu jam penuh. Lebih dari sepuluh barang telah terlelang habis. Setiap barang yang tidak bisa dibawa ke tempat pelelangan diwakili dengan sebuah cincin. Seperti planet kecil yang diwakili cincin berwarna biru. Cincin tersebut berisi enkripsi untuk mengambil planet kecil itu dan hanya bisa diambil oleh pemilik cincin.
Di sisi lain, Yuyu terlihat tidak tertarik dengan barang apapun sejak pelelangan dimulai dan Wan Sheng membeli satu senjata yang menurutnya menarik. Sementara Li Tuning yang ingin datang belum menawar apapun, sepertinya ia belum menemukan barang yang ia cari.
“Baik Tuan-tuan, kita akan melelang barang ke lima belas sekarang yang merupakan salah satu barang spesial hari ini.” Un Siyu kembali mengetuk tangannya, gambar tiga dimensi muncul di tengah ruangan.Itu adalah gambar sebuah pesawat angkasa super besar yang jika Wan Sheng ukur adalah dua kali ukuran bulan.
Hologram tiga dimensi itu diputar ke berbagai arah, menampilkan segala detail dari pesawat itu. Badan pesawat memiliki lima puluh meriam besar dan tiga juta senapan, ada juga sebuah meriam yang lebih besar dari lainnya yang menurut ingatan Wan Sheng itu adalah meriam yang mengeluarkan frekuensi suara untuk memecah asteroid yang menghalangi jalan pesawat juga berfungsi sebagai pengacau binatang.
“Ini merupakan pesawat angkasa tipe perjalanan jarak jauh. Jika Tuan-tuan perhatikan, pesawat ini merupakan salah satu yang bisa melakukan warp atau lompatan ruang. Dan dalam satu kali lompatan, pesawat ini mampu berpindah sejauh seratus ribu tahun cahaya.” Sambil menjelaskan, tangan Un Siyu menggeser gambar hologram, menunjukkan reaktor yang bisa memecah ruang.
Un Siyu kemudian memperbesar gambar pesawat itu di bagian senapan dan meriam. “Pesawat ini juga dilengkapi lima puluh meriam yang melontarkan sinar radiasi dan tiga juta senapan serta satu meriam sonar. Perhatikan senapan ini, satu senapan sama dengan senjata tingkat lima yang bisa menembus sebuah asteroid.”
Li Tuning tampak bersemangat saat Un Siyu menjelaskannya, jelas dia menginginkan pesawat ini. Jika dia bisa memenangkannya hari ini, perusahaan transportasinya bisa mengalami perubahan besar. Saat ini, Li Tuning hanya menguasai transportasi antar planet di Kerajaan Biora. Namun, jika pesawat ini jatuh ke tangannya, dia bisa memulai transportasi di luar tiga kerajaan!
Satu-satunya kendaraan yang bisa melakukan perjalanan di luar tiga kerajaan hanya berada di Jiju palace dan hanya bisa dipakai oleh para pemimpin kerajaan. Tapi sekarang ada satu pesawat seperti ini lagi, tentu para peserta lelang akan bersemangat mendapatkannya.
“Penawaran dimulai dari harga tiga puluh miliar Biora Coins. Penawaran akan dimulai sekarang!” Wanita itu memulai waktu penawaran, yaitu selama tiga puluh menit. Harga awal yang sangat gila tidak menurunkan semangat para penawar, karena pesawat seperti itu di tiga kerajaan sangatlah jarang.
“Tiga puluh satu miliar!”
“Tiga puluh tujuh miliar!”
“Empat puluh miliar!”
Satu persatu peserta pelelangan menawar dengan gila. Termasuk Li Tuning, ia telah menabung lebih dari seratus miliar selama tiga puluh tahun kehidupannya jadi pria itu lebih percaya diri bisa memenangkan pesawat ini.
Namun saat harga yang ditawarkan telah mencapai enam puluh miliar, Li Tuning mulai berkeringat gelisah. Itu karena jumlah penawar tidak berkurang sedikitpun dari awalnya dan wajah mereka tidak menunjukkan kekurangan uang.
“Delapan puluh miliar!” Li Tuning berseru sekeras yang ia bisa. Dirinya sebisa mungkin menaikkan harga sebesar dua puluh miliar dari penawar terakhir agar tidak ada yang berani melawannya lagi.
Namun belum satu menit sejak Li Tuning menawar…
"Delapan puluh lima miliar!" Orang tua yang mengejek Li Tuning lah yang berteriak.
__ADS_1
Orang tua itu menatap Li Tuning dengan pandangan meremehkan. Tangannya menggoyangkan papan harga tersebut, berusaha membuat Li Tuning marah.
Pemimpin HASE group itu baru saja ingin menaikkan harga tawarnya lagi sebelum pundaknya disentuh oleh Wan Sheng. "Kau menginginkan ini?"
Li Tuning sangat terkejut hingga ingin mati saat Wan Sheng menyentuh pundaknya. Tapi ia segera menenangkan diri. "Ya! Aku kesini hanya untuk ini dan aku harus mendapatkannya!"
"Berapa uang yang kamu bawa?" Wan Sheng tersenyum tipis.
"Aku Telah menyiapkan seratus miliar untuk ini." Li Tuning mengepalkan tangannya. Ia mengira Wan Sheng bertanya asal, tapi tiba-tiba Wan Sheng mengangkat papan penawaran milik Li Tuning.
"Sembilan puluh miliar!" Teriak Wan Sheng.
"Apa yang kamu lakukan!?"
"Tentu saja menawar, percayalah, aku akan mendapatkannya."
Waktu penawaran terus berjalan dan kini tersisa dua menit terakhir. Pelelangan terasa semakin panas saat angka telah mencapai sembilan puluh miliar. Di angka ini, yang masih melakukan penawaran tersisa tiga orang saja.
“Sembilan puluh satu miliar!” Pesaing Li Tuning mengangkat papannya.
Pria tua itu Li Tuning menjadi sangat gelisah, ia meremas jari-jarinya dengan kencang. Ia sangat percaya diri bisa membeli pesawat tersebut, namun sekarang harapannya mulai kandas saat angka mencapai sembilan puluh lima miliar.
Tik! Tik! Tik! Waktu penawaran terus berjalan hingga tersisa lima belas detik terakhir. Kini hanya tersisa satu pesaing Li Tuning, yaitu pangeran asli Kerajaan Biora!
Namun Li Tuning tidak peduli siapa pesaingnya, yang penting ia harus mendapatkan pesawat ini. Yang dikhawatirkan adalah pangeran membawa uang lebih dari seratus miliar, jumlah uang yang ia bawa.
Waktu tersisa sepuluh detik. Baik Wan Sheng yang mewakili Li Tuning dan Pangeran asli berlomba-lomba memenangkannya.
“Sembilan puluh tujuh miliar!”
“Sembilan puluh delapan miliar!”
Waktu tersisa satu detik!
__ADS_1
“Seratus miliar!” Wan Sheng dan Pangeran asli sama-sama meneriakkan seratus miliar di detik terakhir.
Ting! bunyi lonceng menandakan waktu penawaran telah habis. Un Siyu mulai mengetuk kembali tangannya.
“Selamat kepada Tuan Li Tuning karena telah memenangkan pesawat ini yang merupakan salah satu dari tiga barang spesial. Menurut peraturan, peserta yang menawar dengan harga yang lebih tinggi sebelum waktunya habis adalah pemenangnya.”
Di teras, Li Tuning menjadi senang bukan main saat Un Siyu memberinya cincin berwarna kebiruan. Cincin tersebut dipakai untuk membuka enkripsi pesawat yang dimenangkan Li Tuning.
“Bagaimana bisa…
Li Tuning, Yuyu dan kelima wanita itu sama-sama bingung. Itu sudah pasti bahwa pangeran asli mempunyai lebih banyak uang dibanding Li Tuning. Namun Wan Sheng menaikkan harga penawarannya secara bertahap dan memprediksi angka yang akan pangeran asli tawarkan selanjutnya.
Dan di detik terakhir, Wan Sheng dan Pangeran asli menawarkan angka seratus miliar. Namun Wan Sheng mengangkat papan lebih dulu yang mengakibatkan kemengannya. Lelang bukan hanya soal uang siapa yang lebih banyak melainkan diikuti dengan trik-trik kecil di dalamnya.
Wan Sheng memakai cincin kebiruan itu di jarinya dan memutar-mutarnya layaknya cincin murahan. Li Tuning juga tidak berniat mengambilnya, cincin yang dipegang Wan Sheng akan jauh lebih aman daripada dirinya sendiri yang memegangnya.
“Ayo kita pergi!”
Li Tuning tidak membantah, karena jika dia pergi saat waktu pelelangan berakhir akan lebih berbahaya. Pria tua itu mengikuti Wan Sheng seperti anak ayam mengikuti induknya.
Wan Sheng dengan cepat tiba di parkiran kapal. Setelah menaiki kapal, Li Tuning segera menyalakan mesinnya dan terbang keluar satelit. Semua itu dilakukan dengan cepat agar penawar lain tidak merebut cincin itu.
Semua barang lelang yang terlalu besar untuk dimasukkan ke dalam satelit akan diletakkan di planet terdekat. Seperti pesawat yang dimenangkan Li Tuning, itu diletakkan di planet besar dalam tata surya Bintang tR344.
Wuung! Mesin kapal menyala. Kapal perlahan melayang dari tanah, lalu melaju cepat ke arah planet yang dituju. Kecepatan kapal milik perusahaan Li Tuning termasuk yang tercepat diantara tiga kerajaan, itu menyebabkan kapal dengan cepat melewati garis perlindungan rumah lelang yang berjarak satu kilometer.
Sesaat kapal keluar, tiba-tiba dari belakang muncul kapal-kapal angkasa kecil yang mengejar kapal Li Tuning. Kapal kecil tersebut berasal dari berbagai pihak yang menginginkan pesawat, termasuk pihak pangeran asli.
“Sialan! Mereka sangat tidak sabaran ya!” Wan Sheng mengumpat, ia mengambil alih kemudi dari Li Tuning dan mengendarainya lebih cepat.
Wuung! Kapal Li Tuning dan kapal kecil saling berkejaran. Salah satu kapal kecil menembakkan meriam. Meriam disini bukan meriam yang melemparkan batu melainkan meriam yang mengeluarkan sinar layaknya laser dengan suhu tinggi.
Kapal kecil lainnya ikut menembakkan meriam laser. Jika dilihat dari atas, laser-laser itu seperti sarang laba-laba yang saling berpotongan satu sama lain.
__ADS_1
“Lebih cepat!” Li Tuning berteriak panik, salah satu meriam berhasil mengenai lambung kapal. Menyebabkan kapal sedikit kehilangan kecepatannya.
Slash! Slash! Dor! Dor! Hujan peluru dan meriam mengarah ke kapal Li Tuning. Hanya tinggal menghitung waktu hingga kapal tersebut hancur.