Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 1


__ADS_3

“HA!” Wan Sheng bangun dengan kaget, keringat mengucur deras dari seluruh tubuhnya. Ia terduduk di kasur yang sangat lembut dengan seprai yang berbau wangi. Di depannya terdapat banyak robot-robot dan juga sebuah komputer super besar dengan kabel yang berserakan dimana-mana.


Dimana? Dimana ini?


Wan Sheng menatap tangannya, sebuah tangan yang sangat halus! Saat ia menundukkan kepalanya, sekelompok rambut tiba-tiba menutupi pandangannya. Wan Sheng menarik rambut tersebut dan menyadari bahwa itu rambutnya dari rasa sakit yang ia rasakan.


Sejak kapan rambutku menjadi begitu panjang?


Baju yang dipakainya saat ini dibuat dengan kain yang sangat halus, itu merupakan sebuah baju tidur yang sangat lembut dengan tiga kancing atasnya terbuka. Menampilkan dada bidang dan perut yang berotot.


“Ini bukan tubuhku!!!” Wan Sheng berteriak keras. Ini memang sama seperti wajahnya di kampus namun tubuhnya bukan miliknya!


Tubuhnya tidak pernah sehalus dan seberotot ini. Dia hanya seorang siswa biasa dengan tubuh kurus dan kulit yang kasar.


Jika di dalam novel, keadaan seperti ini berarti memasuki dunia lain. Tapi sejak kapan novel bisa menjadi kenyataan!?


Sekeras apapun Wan Sheng memikirkan, dirinya tidak bisa menjawabnya. Jadi ia memilih opsi terakhir, yaitu memasuki ‘dunia lain’. Untuk sementara ia akan meyakini bahwa dirinya memasuki dunia lain dan tubuhnya merupakan tubuh yang ada di novel ini.


Tapi dunia apa yang dia masuki? Dari lebih seratus cerita yang ia baca, hanya tujuh diantaranya yang memiliki setting tempat futuristik, dan empat di antaranya memiliki latar belakang Dystopia (futuristik yang bersifat suram). Yang kebanyakan bercerita tentang masa depan yang penuh zombie.


Apa disini akan ada zombie juga? Wan Sheng merinding memikirkannya. Sekarang yang harus dilakukan Wan Sheng adalah mencari tahu nama pemilik tubuh ini. Jika ia bisa mengetahui namanya, mungkin Wan Sheng akan tahu di dunia mana dia berada.


Jadi tubuh ini adalah…?


“Wan Sheng! Ae ayou kyo?” Seorang gadis berusia tujuh belas atau delapan belas tahun mendatangi Wan Sheng dengan raut wajah khawatir. Bahasa yang dipakai sangat aneh dan tidak wajar membuat Wan Sheng tidak bisa menjawabnya.


Namun wajah gadis itu sangat-sangat dan sangat-sangat cantik sekali. Empat kata ‘sangat’ dan satu kata ‘sekali’ bahkan tidak bisa menampung bagaimana cantiknya gadis tersebut.


Gadis itu memiliki proporsi tubuh yang sangat sempurna, kakinya panjang, pinggangnya langsing, perutnya rata, dan dadanya pas, tidak besar atau kecil. Kulitnya putih bersih tanpa cacat, matanya berwarna gelap malam bagai langit berbintang. Bibirnya tipis, namun itu lebih menambah kecantikannya.


Yang paling unik adalah sebuah tanda bunga lotus di tengah dahinya yang tidak membuat gadis itu jadi jelek, tapi menambah pesonanya yang besar menjadi lebih besar.


Inilah yang bisa dideskripsikan sebagai ‘kecantikan yang menjatuhkan negara dan menghancurkan peradaban’. Jika orang seperti ini muncul di bumi, maka orang tercantik pasti akan merasa malu pada dirinya sendiri saat membandingkannya dengan gadis di depan Wan Sheng.


Wan Sheng terpesona sebelum menyadari tindakannya. Ia menundukkan kepalanya dengan wajah panas yang penuh dengan warna merah. Gadis seperti ini hanya bisa berada di dalam novel! batin Wang Sheng.


Namun mendadak kepalanya merasakan rasa sakit yang teramat luar biasa. Kepalanya seperti ada ribuan jarum yang ditusuk dengan paksa ke dalamnya. Wan Sheng sontak memegangi kepalanya dengan keras.


“argh!” Erangan kecil keluar dari mulutnya. Kini seutas ingatan dari kehidupan seseorang memasuki dengan paksa pikirannya. Wan Sheng seperti mendapatkan sebuah ingatan yang sama sekali baru di dalam otaknya.


Jarum-jarum terus menusuk kepalanya, memasukkan satu persatu ingatan baru ke dalam otak Wan Sheng. Rasa sakit itu teramat luar biasa hingga Wan Sheng jatuh pingsan karenanya.


Dalam pingsannya, Wan Sheng tiba-tiba mengetahui siapa dirinya di dunia ini.


Dirinya juga bernama Wan Sheng. Ia lahir di kota kecil bernama kota phenomenon tanpa memiliki adik ataupun saudara lainnya. Di umurnya yang ke lima tahun, dua orang tua Wan Sheng meninggal karena tidak sengaja dibunuh oleh seorang pembunuh yang tidak diketahui identitasnya.

__ADS_1


Wan Sheng menjadi sebatang kara sejak saat itu, dengan berbekal dendam yang besar, Wan Sheng berusaha mencari siapa pembunuh orang tuanya. Saat berusia tiga belas tahun, ia bergabung dengan organisasi pembunuh bayaran untuk mencari informasi.


Ratusan pertarungan hidup dan mati sudah ia lalui namun informasi tentang orang tuanya tidak muncul sama sekali. Saat itu ketika Wan Sheng berusia delapan belas tahun sedikit informasi tentang orang tuanya ia dapatkan.


Dengan amarah yang membara, Wan Sheng menyerbu markas pembunuh yang menyerang orang tuanya saat itu. Tindakannya sangat sembrono dan tanpa strategi, bisa dipastikan dirinya kalah saat melangkahkan kaki disana.


Diri Wan Sheng yang lama sudah mati karena tubuhnya terpapar Radiasi tinggi yang langsung membunuhnya dalam hitungan jam.


“jadi begitu…” Ucap Wan Sheng setelah bangun dari pingsan.


Tapi siapa karakter bernama Wan Sheng di dalam novel futuristik yang ia baca?


Tidak ada karakter seperti itu sama sekali di semua cerita yang Wan Sheng baca. Tunggu! Kota ini bernama Phenomenon!?


Wan Sheng mulai mengingatnya, ia merasa baru-baru ini pernah membaca sebuah tempat bernama Phenomenon. Wan Sheng berusaha mengingatnya dengan keras hingga satu ingatan tentang Phenomenon ia temukan.


Ya! Phenomenon adalah tempat yang berada di novel aneh yang kubaca sebelumnya!


Wan Sheng mulai mengingatnya, di novel berjudul ‘Biora’ yang ia baca sebelum jatuh memiliki sebuah kata Phenomenon disana. Begini kalimatnya…


“Biora merupakan kerajaan besar yang dipimpin oleh seorang raja agung, raja tersebut dicintai rakyatnya dan dihormati oleh negara lainnya. Kekuasaan Biora membentang dari ujung timur hingga barat, yaitu dari ujung ‘Harisan’ yang berada di barat hingga kota ‘Phenomenon’ di Distrik 11 yang berada di timur.”


Apa aku memasuki dunia novel yang itu!? Tapi hanya ada satu chapter saja disana! Bagaimana aku bisa mengetahui jalan ceritanya!


Wan Sheng memegang kepalanya lagi, tapi kali ini karena situasi rumit yang dia hadapi. Biasanya seseorang mempunyai keunggulan saat memasuki dunia lain, namun Wan Sheng bahkan tidak mengetahui jalan ceritanya.


Wan Sheng menatap ke depan, disana sebuah komputer super besar menampilkan angka-angka yang jika Wan Sheng sebelumnya membacanya pasti kepalanya akan meledak. Disamping komputer adalah sebuah baju tempur robot yang terdiri dari jet kaki, penguat pukulan tangan, sebuah dagger bercahaya yang bisa memotong besi layaknya tahu, dan juga helm multifungsi yang bisa menyalurkan informasi langsung ke dalam otak.


Tapi menurut ingatan Wan Sheng, baju tempur itu adalah versi termurah dari serinya. Wan Sheng yang dulu hanya memikirkan balas dendam, jadi dia tidak memperdulikan penampilan, uang dan sebagainya.


Wan Sheng pun mengingat tiga genre pertama dari novel Biora. itu adalah: Sci-fi, Futuristik dan Mecha.


Setelah dilihat, dunia ini memang memiliki latar tempat Futuristik dan memiliki banyak teknologi tinggi. Wan Sheng pun memutuskan bahwa dunia ini dan jalan ceritanya disusun oleh genre novel ini.


“...”


Wan Sheng seperti merasakan ada sesuatu yang berada di atas kakinya. Saat ia melihat ke bawah, gadis tadi yang berbicara pada Wan Sheng sedang tertidur lelap dengan kepalanya ditaruh di antara kaki Wan Sheng. Saat melihatnya, Wan Sheng juga mencari ingatan tentang gadis ini.


“!!!” Mata Wan Sheng melebar dengan kecepatan tidak wajar setelah dia menemukan ingatan tentang gadis ini. Sebenarnya… sebenarnya gadis yang sangat cantik ini adalah… Pacarku!!!


Dia pacarku! Pacarku! Pacar!


Gadis yang Wan Sheng deskripsikan sebagai ‘kecantikan yang meruntuhkan negara dan menghancurkan peradaban’ sebenarnya adalah pacarnya. Wan Sheng hampir meneteskan air mata karena senang.


“delapan belas tahun single dan akhirnya pacar pertamaku berasal dari dunia lain.” Wan Sheng tidak tahu harus menangis bahagia atau tertawa gembira. Namun yang penting perasaannya sangat senang kali ini.

__ADS_1


“Sebenarnya dunia lain tidak selalu menjadi yang terburuk. Mungkin dewa hanya kasihan melihat keadaanku dan memberikanku pacar daripada sebuah sistem di dunia lain. Tapi itu sebenarnya sangat baik-baik-baik saja. hahaha..” Wan Sheng tertawa bahagia. Ia mengelus rambut halus gadis itu dengan lembut.


“Yuyu…” Wan Sheng memanggil nama gadis itu dengan pelan. Wajah tidurnya bahkan bisa membuat pria manapun berperang demi mendapatkannya.


“Wan Sheng! Kamu sudah bangun.” Yuyu menjerit kaget. Ia mengangkat kepalanya dari kaki Wan Sheng dan menatap mata Wan Sheng. Mata gadis itu tiba-tiba bergetar dan berkaca-kaca.


Yuyu tanpa pikir panjang memeluk Wan Sheng dengan erat. Yuyu memeluknya sangat erat hingga Wan Sheng yang tidak mempersiapkan dirinya kaget. Wajah Wan Sheng dengan cepat memerah.


"Wuuuu… wuuuu…" Yuyu menumpahkan air matanya di dada Wan Sheng, tangannya yang halus memukul tubuh Wan Sheng dengan pelan.


"Wuuuuu… wuuuu…" Wan Sheng menjadi bingung, apa gadis ini mengkhawatirkanku?


“Wan Sheng, jangan pergi lagi Wuuu… aku mohon Wang Sheng…” Yuyu menempelkan kepalanya ke dada Wan Sheng. Membuat baju pria tersebut basah kuyup.


Wan Sheng baru mengetahuinya, dulu Wan Sheng pernah menyelamatkan Yuyu dari situasi sulit saat Wan Sheng berumur lima belas tahun. Dari situ mulailah hubungan aneh antara Wan Sheng dengan Yuyu. Mengapa disebut aneh? Itu karena Wan Sheng yang dulu hanya peduli pada balas dendamnya.


Siang dan malam ia habiskan untuk memikirkan cara membalas dendam atas kematian orang tuanya. Wan Sheng tidak memperdulikan Yuyu yang setiap hari menunggunya pulang. Namun setiap ia pulang dalam keadaan kritis, Yuyu selalu merawat lukanya dan menyembuhkannya.


Yuyu sering menangis tahun-tahun ini karena setiap Wan Sheng pulih dari lukanya, Wan Sheng akan kembali pada urusan balas dendamnya. Segala hidupnya hanya diisi oleh dendam yang membara.


Sungguh gadis cantik yang malang! Mengira pria itu akan berbuat kejam pada gadis seperti ini!


Ha…


Sambil menghela nafas, Wang Sheng membalas pelukan Yuyu dengan lembut. Ia merangkul tubuh Yuyu lebih erat ke dekapan tangannya. Dengan lembut, Wan Sheng membisikkan sedikit kalimat pada Yuyu, “aku tidak akan pergi lagi, aku janji. Sekarang aku sadar semua perbuatanku telah membuat kamu menjadi sedih, jadi kali ini aku minta maaf Yuyu.”


Mata Yuyu melebar setelah Wan Sheng mengatakan itu. Gadis itu berusaha mengecek pendengarannya. Apakah dia salah mendengarnya? Sejak kapan Wan Sheng tidak peduli dengan balas dendamnya?


“Aku benar-benar menyesal Yuyu! Aku mohon maafkan aku.” Wan Sheng menatap mata Yuyu dalam-dalam. Perasaan hangat yang tidak pernah muncul di hatinya membuat Wan Sheng senang.


Tangisan Yuyu berhenti saat itu juga. Yuyu tersenyum tipis yang dengan cepat berubah menjadi senyum lebar. Ia kemudian tertawa kecil, yang membuat wajahnya semakin indah, “jika seperti itu, baiklah!”


Dalam hatinya Yuyu berharap bahwa dia tidak sedang bermimpi saat ini. Dia benar-benar ingin Wan Sheng menghentikan dendamnya selama bertahun-tahun. “Oh Dewa! Jika ini hanya mimpi sekalipun tolong jangan bangunkan aku.”


Wan Sheng tertegun, bahkan perbuatan Wan Sheng yang dulu telah menyebabkan pikiran gadis ini tidak meyakini apa yang ia perbuat. Wan Sheng merasa sangat menyesal menggantikan Wan Sheng yang dulu.


“Kamu tidak bermimpi Yuyu.” Wan Sheng dengan lembut mencubit pipi Yuyu. Membuat muka gadis itu memerah seperti tomat.


Wan Sheng tertawa kecil melihat tingkahnya. Gadis ini sangat cantik! Seharusnya kau bersyukur mendapatkan gadis seperti ini Wan Sheng!


Yuyu menutupi mukanya karena malu. Dengan satu dorongan pelan, Yuyu membuat Wan Sheng terbaring. “Kamu! Aku akan memberi kamu obat terlebih dahulu!”


Tangannya yang mungil mengambil kotak obat, ia memilih dengan jeli obat yang akan dipakai untuk Wan Sheng. Obat itu adalah sebuah kapsul yang berisi cairan keunguan. Yuyu memakai giginya untuk merobek kapsul tersebut, lalu meminumnya sebelum mencium mulut Wan Sheng.


“!!!” Wan Sheng terdiam sambil menatap gadis itu dengan tatapan terkejut. Sebuah cairan manis, dingin dan ringan masuk dari mulut Yuyu dengan lembut. Apakah ini obatnya? Wan Sheng bertanya dalam hati.

__ADS_1


Dicium seperti itu oleh seorang gadis adalah yang pertama kali baginya. Itu menyebabkan ***** lelakinya melonjak tinggi. Wan Sheng menarik kepala Yuyu dan menghisap bibirnya dengan keras.


__ADS_2