
"Pulanglah duluan." Wan Sheng berkata pelan.
"Apa?"
"Aku akan berada di sini dulu untuk sementara waktu, kau pulanglah duluan." Wan Sheng berniat menghabiskan waktunya dulu disini. Ia ingin belajar dari menyaksikan alam secara langsung dan ini adalah tempat yang pas.
Jasmine menatap Wan Sheng bingung. "Tapi disini rumahku."
"Oh?" Wan Sheng mengerutkan dahi, "baiklah."
"Aku ingin melakukan sesuatu sebentar disini, mungkin akan menghabiskan beberapa hari." Wan Sheng menjelaskan secara singkat.
"Apa kau butuh bantuanku?"
"Tidak usah, aku akan melakukannya sendiri."
Wan Sheng pergi tanpa menatap Jasmine. Jet kakinya segera menyala, membawa Wan Sheng sedikit melayang ke udara sebelum meninggalkan tempat itu.
Kekecewaan Jasmine sedikit mereda. Wan Sheng tidak pulang ke rumahnya, melainkan akan tinggal disini dulu selama beberapa hari. Jadi dia bisa bertemu dengannya lagi nanti.
Tanpa Wan Sheng sadari, Jasmine telah membentuk perasaan khusus di dalam hatinya. Ini bukan seperti rasa suka, melainkan rasa membutuhkan, seperti seorang adik yang membutuhkan bantuan kakaknya.
Jika saja gadis itu lebih berani, mungkin dia telah mengajak Wan Sheng membentuk suatu hubungan. Namun siapa dirinya? Hanya seorang pembunuh Rank C yang tidak sengaja berpartner dengannya, tidak lebih.
Padahal ia sendiri sangat sadar siapa yang membunuh orang tuanya. Namun ia sendiri yang malah terjebak dengan perasaan khusus pada lelaki itu.
Krak! Krak! Ranting-ranting kecil segera patah.
Pria itu pergi lebih dalam ke hutan. Pepohonan yang lebat menutupi sebagian cahaya bintang timur, berbagai macam hewan yang tak pernah ia lihat di bumi berkeliaran, dan burung-burung kadang beterbangan mengiringinya.
Mungkin Wan Sheng telah berjalan selama dua hari. Ia berhenti di dekat sebuah air terjun yang membuat kolam kecil. Ia membuat rumah kayu yang lumayan besar dengan cepat. Memutuskan tinggal disana.
Udara disini lumayan sejuk, seperti ada sebuah aura yang berkumpul disini, membuat Wan sheng merasa segar.
Byurrr!!
Wan Sheng hanya dengan dalaman pendeknya terjun ke kolam berukuran 10 x 10 meter itu. Dia atasnya, beribu ton air jatuh berdebam membentuk danau yang segera bercabang menjadi sungai-sungai kecil.
__ADS_1
Rambut hitam panjangnya dibiarkan mengambang di air. Cahaya Bintang Timur memperlihatkan garis-garis wajahnya dengan jelas.
Dirinya akan mempelajari ilmu keruangan dan teori lama tentang relativitas, dan dia butuh tempat yang tenang untuk itu. Jadi saat dia melihat tempat ini, Wan Sheng segera memutuskan tinggal disini.
Menurut ingatan lamanya, manusia disini berhasil memecahkan misteri ruang pertama kali adalah tujuh ratus tahun yang lalu. Waktu yang cukup lama hingga hari ini, jadi ilmu ruang saat ini telah maju dengan signifikan dibanding tujuh ratus tahun lalu.
Dulu, teleportasi hanya bisa mengirimkan benda-benda mati, namun saat ini bahkan satu juta manusia sekaligus pun bisa dibawa masuk ke dalam portal teleportasi.
Sebenarnya tidak ada teleportasi. Manusia hanya berpindah dimensi sesaat sebelum masuk kembali ke dimensi aslinya di tempat yang jauhnya jutaan tahun cahaya. Itu sebenarnya prinsip dasar dari teleportasi.
Tubuh Wan Sheng mengambang di atas air. Sangat tenang. Hanya otaknya yang berfikir keras. Gadget di tangannya langsung mengantarkan informasi itu ke otaknya.
Teori-teori dari para peneliti ruang, hukum-hukum ruang, dan berbagai tetapan segera Wan Sheng hafalkan dalam waktu singkat. Ia juga menyadari hal baru, ternyata Wan Sheng lama sebenarnya adalah seorang jenius!
Ini bisa dilihat dari kecepatan otaknya dalam menerima pelajaran. Bahkan belum satu minggu ia mempelajari ini, namun materi yang dikuasainya telah melebihi orang-orang yang belajar di akademi tinggi jurusan keruangan selama tujuh tahun.
Tanpa disadari, Wan Sheng telah menghabiskan tiga hari disana. Saat ia melihat lagi udara disekitarnya, pemikirannya telah sepenuhnya berubah. Kini ilmu ruang telah dikuasainya secara sempurna dalam kurun waktu dua minggu!
Pelajaran sebelas hari pertama ia pelajari saat masih berada di rumahnya.
Ruang dan waktu adalah suatu kesatuan. Jika ruang berpindah, maka gelombang waktu juga ikut berubah. Namun perubahan waktu hanya bisa terjadi pada masa sekarang yang berpindah ke masa depan, jadi manusia sama sekali tidak bisa pergi ke masa lalu.
Maka dari itu manusia menggunakan perbedaan dimensi untuk berpindah tempat. Ini juga demi menghindari terjadinya 'perubahan waktu' ini.
Karena perubahan waktu dianggap sangat mengganggu kehidupan manusia.
Coba bayangkan, jika ada seseorang yang berasal dari tahun satu lalu berpindah waktu ke tahun seratus. Orang tidak akan bisa kembali ke tahun satu itu dan hanya bisa melanjutkan hidup di tahun seratus saat teknologi telah melebihi batas pengetahuannya.
Kejadian-kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa kali di masa lalu dan manusia tidak ingin mengulanginya lagi.
Krak!
Suara seperti kaca retak terdengar. Wan Sheng berhasil memecahkan sedikit ruang!
Hanya sedikit saja, bahkan tidak lebih dari seukuran biji melati. Namun itu sendiri berarti merupakan kemajuan besar bagi pengetahuannya.
Wan Sheng memanfaatkan energi besar dari jet kakinya, menyatukannya, mengkonversinya dengan alat yang tiga hari ini dia tiru dari buku yang ia pelajari, lalu menembakkannya ke sembarang arah.
__ADS_1
Ruang itu menutup secepat kecepatan cahaya. Sebenarnya Wan Sheng tidak bisa melihat retakannya, hanya suaranya yang terdengar nyaring.
Ruang tidak mungkin mengalami kerusakan permanen. Itu akan selalu memperbaiki dirinya dalam kecepatan cahaya.
Sekarang ia melihat dunia dari sudut pandang yang sama sekali baru. Ia melihat udara di sekitarnya tidak lagi dengan cara yang sederhana, melainkan dengan pandangan yang sangat baru.
Dalam tiga hari ini, Jasmine telah mengunjunginya beberapa kali. Ia memasakkan Wan Sheng makanan setiap dua kali sehari, dan masakannya, Wan Sheng akui itu lezat. Lebih lezat dari masakannya gadisnya dulu.
Wan Sheng tidak menolaknya, hanya berkata tidak perlu mengurusi dirinya terlalu sering. Namun tentu saja Jasmine mengabaikan perkataannya.
Gadis itu melihat kegiatan Wan Sheng selama tiga hari ini. Ia hanya bingung, seorang pembunuh mempelajari ilmu keruangan?
Biasanya pembunuh sepertinya hanya melatih gerakan-gerakan pembunuh demi menaikkan Rank-nya. Bukan malah menghabiskan waktu dengan mempelajari ilmu lain yang tidak penting.
Walaupun pria itu telah menguasai ilmu ruang, ia tetap mendalaminya lagi selama dua hari kedepan. Jadi total ia mempelajari ilmu ruang adalah sembilan belas hari.
Dalam dua hari ini, ia akhirnya berhasil membuat retakan sebesar biji kelapa, walaupun dia sendiri tidak pernah melihat bagaimana bentuk retakan itu. Tapi dari suaranya ia yakin itu memang besar.
"Ah!" Wan Sheng menampakkan dirinya dari air. "Mandi pagi memang selalu menyegarkan," Gumamnya.
Hanya memakai berupa celana pendek, Wan Sheng berjalan menuju rumah kayunya selama lima hari.
"Senior Sheng, ini makanan untuk hari ini." Tidak seperti gadis lain yang akan berteriak dengan wajah memerah saat melihat tubuh telanjangnya. Jasmine hanya tersenyum tipis sambil memberi Wan Sheng keranjang makanan.
"Ah, Jasmine, aku selalu merepotkanmu." Wan Sheng menerimanya dengan senyum canggung.
"Tidak, aku yang berhutang budi pada senior Sheng." Jasmine sedikit menundukkan kepalanya.
"Apa kau benar-benar tidak marah?" Tanya Wan Sheng. Pertanyaannya ditujukan untuk ayahnya yang dibunuh oleh Wan Sheng.
"Tidak, aku sudah melepaskannya." Wajah Jasmine sedikit sedih saat mengatakan tentang ayahnya. "Tapi aku tetap berhutang pada Senior Sheng." Jasmine tertawa kecil, memperlihatkan barisan giginya yang indah.
Wan Sheng hanya menggaruk kepalanya sebagai jawaban. "Kalau begitu, terimakasih. Aku akan memakannya sekarang."
"Terimakasih kembali Senior Sheng." Bayangan Jasmine menghilang dari pandangan. Tapi Wan Sheng tahu gadis itu melihatnya secara diam-diam dari jauh.
Wan Sheng sedikit menghela nafas. "Gadis kecil yang malang, menaruh hatinya pada hati yang telah dingin."
__ADS_1