Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 12


__ADS_3

Kegelapan terus menyelimuti Wan Sheng. Ini terlihat sama persis seperti saat Wan Sheng jatuh ke dalam lubang hitam, tanpa cahaya sedikitpun. Kemanapun Wan Sheng melihat, hanya kegelapan dan kegelapan.


Wan Sheng tidak terlalu terkejut karena ini merupakan kedua kalinya ia berada di kondisi seperti itu. Sialnya kepalanya saat ini terasa sangat sakit. Seperti ada sesuatu yang memaksa masuk dan memaksa keluar.


Reflek pertama kali Wan Sheng adalah memegang kepalanya dengan keras. Rasa sakit ini seperti mengoyak-ngoyak jiwanya dengan kasar. Wan Sheng ingin pingsan, namun di pingsannya pun jiwa Wan Sheng tetap terkoyak.


Sakit!


Sangat sakit!


Wan Sheng sekarang berada dalam kondisi sadar dan tidak sadar. Ini seperti ia berharap mati namun dipaksa hidup.


Tiba-tiba dari sampingnya warna-warna bermunculan, awalnya terlihat acak, lalu warna tersebut mulai membentuk suatu bangunan rusak, sungai yang airnya kotor, dan sebuah tiang patah.


Warna tersebut seperti membentuk sebuah latar tempat yang Wan Sheng tidak ketahui.


“Hosh! Hosh!” Mendadak seorang gadis bermasker dan berkacamata hitam berlarian di lorong bangunan rusak itu, di bawah kakinya terdapat sungai cetek yang berbau busuk. Gadis tersebut terus berlari hingga tergelincir mengenai tiang yang patah.


Kakinya terkilir, ia berusaha bangkit sekuat tenaga. Namun sekeras apapun dirinya mencoba tetap jatuh. Sang gadis tampak mengambil sesuatu dari kantongnya, seperti sebuah semprotan nyamuk.


Ia menyemprotkan cairan tersebut ke kakinya dan memijatnya sedikit. Bengkak di kakinya perlahan menghilang menyisakan kaki putih bersih. Namun sepertinya dia terlambat karena di belakangnya suara banyak langkah kaki terdengar.


“Sial!” Gadis itu berteriak lagi, kali ini lebih seperti umpatan pada dirinya sendiri karena dengan cerobohnya tergelincir.


“Huang Yu! Berhenti disana!” Sekelompok orang datang dengan langkah tergesa-gesa. Pakaian mereka berwarna hitam namun tersulam indah dan tampak dibuat dengan kain yang halus.


“Mengira gadis kecil seperti kamu membawa kapal luar angkasa hingga ke tempat antah berantah!” Pemimpin kelompok tersebut berkata marah. Wajahnya tertutup kain hitam. Tangannya memegang sebuah pistol biru yang menyala dalam gelap.


“Bah! Hentikan itu, dasar penghianat!” Huang Yu terlihat lebih marah dari pemimpin tersebut. Ia mengambil kuda-kuda kokoh dan mengeluarkan sebuah pedang perempuan dari sarungnya. Pedang tersebut sangat indah dengan ukiran-ukiran bunga pada gagangnya.


Pemimpin kelompok tersebut mengira Huang Yu akan menyerang, jadi ia mengambil sedikit persiapan. Namun apa yang tidak dikiranya adalah gadis itu berlari kembali dan karena kaget, pemimpin tersebut kehilangan bayangan gadis itu.


Huang Yu berlari tanpa tujuan, satu-satunya keinginannya adalah tidak ditemukan oleh sekelompok orang itu. Badan gadis itu bergetar, ia sebenarnya adalah gadis yang lemah, ia sendiri tidak mempercayai bahwa dirinya telah berbuat sejauh ini.


Kabur dari kerajaan diam-diam saat sedang dilakukannya upacara penyerahan tahta dengan membawa kapal luar angkasa. Huang Yu yang merupakan pemula dalam kapal hanya menekan tombol lompatan ruang sebanyak lima kali dan akhirnya sampai ke tempat antah berantah ini.

__ADS_1


Tapi ternyata kapalnya memiliki sebuah pelacak di dalamnya. Itu bisa melacak lokasi dengan akurat hingga lima juta tahun cahaya. Orang-orang kerajaan pun datang mengejarnya hingga seperti saat inilah situasinya. Namun, Namun dirinya masihlah gadis berusia sepuluh tahun!


“Gadis kecil, untuk apa kamu disini?” Seorang remaja yang kira-kira berusia satu tahun lebih tua darinya menyapa. Remaja itu adalah Wan Sheng!


Itu bukan seperti Wan Sheng asli yang melihat bayangannya sendiri tetapi Wan Sheng yang sedang berada dalam ingatan inilah yang melakukannya. Tubuh Wan Sheng bergerak dengan sendirinya tanpa bisa ia perintah.


Pakaian Wan Sheng juga berubah menjadi pakaian baju tempurnya dulu.


Pak, Pak! Pak,Pak! Suara langkah kaki terdengar dari kejauhan. Wan Sheng tanpa pikir panjang menggendong gadis di hadapannya yang sedang berdiam ketakutan. Tangannya memasuki saku dan mengambil sebuah pistol canggih, yang bisa menembakkan peluru secepat cahaya.


Pemimpin kelompok menatap dingin Wan Sheng yang membawa Huang Yu. Tanpa berkata apapun, pria itu mengangkat pistolnya dan mengarahkannya ke kepala Wan Sheng.


Dor! Peluru ditembakkan, bahkan pistol milik kelompok tersebut lebih canggih dibanding milik Wan Sheng. Itu adalah pistol yang bisa menembakkan sepuluh peluru yang menyebar ke segala titik vital lawan.


Dengan gerakan lincah, Wan Sheng menghindarinya. Namun satu peluru bersarang di dada kanannya. Ia mengambil nafas lega, karena sedikit ke kiri adalah jantungnya.


Setelah mengetahui kemampuan lawan, Wan Sheng tidak mencoba menyerang melainkan masuk ke dalam bangunan rusak yang hampir roboh. Berusaha bersembunyi, entah kenapa ia ingin sekali menyelamatkan gadis yang baru dikenalnya ini.


Dor! Seorang anggota kelompok tertembak tepat di kepalanya. Dia tidak menyadari di sampingnya adalah lawannya. Wan Sheng sedikit meniup pistolnya dan berpindah tempat.


Kemampuan orang dalam kelompok sebenarnya sangat tinggi. Namun yang berbeda adalah, Mereka merupakan tentara kerajaan sementara Wan Sheng adalah seorang pembunuh bayaran.


Tentara biasa bertarung secara berkelompok dan langsung. Sebaliknya Wan Sheng terbiasa dengan berbagai metode curang seperti menyamar, memberi pasir ke mata, mengincar ******** dan lainnya.


Dan tempat gelap serta penuh persembunyian merupakan taman kanak-kanak bagi Wan Sheng. Ia berjalan dengan perlahan dan penuh perhitungan. Telinganya berusaha mendengar setiap langkah kecil.


Celakanya adalah ada seorang gadis di gendongannya. Sejak tadi sudah beberapa kali Wan Sheng ingin melemparkannya, namun hatinya lagi-lagi sakit saat ia ingin meninggalkannya, seperti ada sesuatu yang hilang.


Dor! Dua dari sepuluh orang yang mengejar Huang Yu mati. Tersisa delapan orang serta pemimpin kelompok. Wan Sheng pelan-pelan mendekati korban ketiganya dan…


Dor!


Bukan! Yang tertembak adalah Wan Sheng! Di lengannya terdapat sebuah lubang sebesar bola kelereng yang terus mengucurkan darah segar. Jika Wan Sheng terlambat sedikit saja menaikkan tangannya, tubuh gadis ini lah yang akan terkena tembakan fatal itu.


“Bodoh! Dia di belakangmu!” Pemimpin kelompok membentak salah satu anggotanya. Dialah yang menembak Wan Sheng. Dibandingkan para anggotanya, pemimpin kelompok mempunyai keterampilan yang lebih tinggi.

__ADS_1


Ia melihat Wan Sheng yang diam-diam berjalan ke arah anggotanya yang tidak sadar. Pemimpin kelompok pun mengikuti Wan Sheng dan menembaknya dari belakang. Sepertinya ia tidak menyangka akan ada orang hebat yang melindungi Huang Yu, jika ia tahu, ia tidak hanya akan membawa tentara tingkat rendah seperti ini.


Pemimpin kelompok mengira menangkap Huang Yu adalah tugas yang mudah. Bagaimanapun gadis tersebut masih berusia sepuluh tahun, membawa tentara tingkat tinggi hanya membuang-buang tenaga. Namun sekarang dia khawatir kalau-kalau gagal dalam tugas sederhana ini.


“Serahkan gadis itu! Kamu tidak mempunyai urusan dengannya bukan?” Pemimpin kelompok mencoba bernegosiasi. Wan Sheng seharusnya menjawab ‘ya’ tapi mendadak mulutnya seperti bergerak dengan sendirinya.


“Apa yang telah kupegang akan menjadi urusanku.” Wan Sheng tidak mengetahui kenapa dia mengatakan itu.


“Kamu cari mati! Apa kau tidak tahu siapa dia?”


“Dia gadisku.”


Pria itu menjawabnya acuh tak acuh tanpa melihat pemimpin kelompok sama sekali. Tangannya yang berlubang masih memegang pistol yang siap diangkat kapan saja. Wan Sheng mengangkat pistolnya, hendak menembak.


Melihatnya, pemimpin kelompok menjadi waspada. Ia mulai mengaktifkan pelindung transparan di sekeliling tubuhnya. Pelindung transparan adalah benda yang tidak ada di Kerajaan Biora ataupun dua kerajaan di sebelahnya. Jadi Wan Sheng tidak mengetahui itu.


Pelindung itu memakai gelombang frekuensi suara sebagai faktor utamanya.


Dor! Wan Sheng menembak. Pemimpin kelompok segera memasang kuda-kuda perlindungan. Namun yang ditembak Wan Sheng bukanlah dia, melainkan sebuah benda kecil di sebelahnya.


BOOMM! Tiba-tiba saja ledakan sebesar gunung terjadi. Bangunan rusak itu hancur lebur menjadi serpihan-serpihan api dan kelompok pengejar Huang Yu di dalamnya tidak diketahui nasibnya.


Wan Sheng yang segera pergi menjauh bergumam pada dirinya sendiri. “Aku tidak mengira akan memakai bom yang kurakit selama dua tahun disini…


Wan Sheng mengernyit bingung, pandangannya jatuh kepada gadis di bawahnya. “Jadi kenapa aku memakainya? Apa karena gadis ini?”


Gadis di gendongannya tetap diam selama perjalanan. Hanya sesekali memandang ke wajah Wan Sheng kemudian memalingkannya lagi. Kacamata hitam dan maskernya telah hancur sejak tadi, jadi saat ini wajahnya terlihat.


Wan Sheng mengakui gadis ini memang cantik. Tapi dia tidak terlalu peduli dengan kecantikan. Dirinya menganggap kecantikan hanyalah sebuah kulit yang membungkus daging jadi tidak ada ***** yang terlihat di matanya.


Keduanya sama-sama diam. Tidak ada yang ingin memulai pembicaraan satu sama lain dan terus seperti itu hingga Wan Sheng tiba di rumah.


Bang! Tiba-tiba suara lonceng berdentang keras. Menghapus semua bayangan dan warna dari tempat tersebut. Wan Sheng yang tubuhnya terasa dikendalikan untuk memainkan adegan itu menjadi kesakitan lagi.


Pandangannya menjadi hitam persis seperti awal.

__ADS_1


Hening… namun seperti ada tambahan dalam jiwanya…


__ADS_2