Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 20


__ADS_3

“Skak mat!” Wan Sheng mengatakannya dengan tenang, tatapannya malas seperti tidak menganggap sama sekali kepala Presdir Gong.


“Kau kira unggul satu ratu bisa memenangkan permainan? Jika aku menggunakan ratuku sejak awal, kamu akan kalah kurang dari dua puluh gerakan!”


Klik! Mendadak di tangan Wan Sheng muncul sebuah pistol. Pistol!


Jari Wan Sheng telah berada di ujung pelatuk, dorongan kecil akan membuat pistol itu aktif.


Klik! Namun di sekeliling Wan Sheng, dari depan, belakang dan juga sampingnya, ikut mengeluarkan pistol dengan moncong terarah ke kepala Wan Sheng. Mereka semua terlihat seperti penonton, tapi sebenarnya mereka adalah pelindung pribadi Gong Ye Xiao.


Di antara pelindung pribadi Gong Ye Xiao, salah satunya adalah pembunuh bayaran yang berada dalam sepuluh besar dunia. Presdir Gong sebenarnya menyewanya selama satu hari untuk melindunginya saat pergi ke pasar gelap. Untungnya satu hari belum terlewat, jadi perlindungan darinya masih berlaku.


“Oh, oh, oh… Presdir Gong ini ternyata hanya menggonggong ya?” Wan Sheng menyenderkan tubuhnya, tampak santai. “Hmm?” Wan Sheng tersenyum sinis.


Di depannya, Gong Ye Xiao hanya terdiam bengong. Bingung dengan apa yang harus dilakukan selanjutnya, ia bukan pria tidak tahu malu yang suka menarik ucapannya. Tapi ini adalah nyawanya.


Wan Sheng memainkan pistolnya, memutarnya, serta melepas dan memasang kembali pelurunya. Ia tampak tidak peduli dengan sepuluh moncong pistol yang terarah padanya.


Pemilik hotel sejak tadi telah datang ke atas, ingin mencegah perkelahian. Tapi setelah melihat keadaannya, ia hanya bisa pasrah.


“Apa jawabanmu Ye Xiao? Oh! Ngomong-ngomong Risa-mu itu baru datang dari kamarku…


“APA!” Gong Ye Xiao menggebrak meja, semua bidak catur beterbangan. Dengan wajah merah karena marah, ia menatap Wan Sheng dengan tajam. Selain Risa Na adalah orang yang disayanginya, Gong Ye Xiao juga ingin menggunakan ini sebagai alasan kabur dari taruhan.


“Tembak dia!” Gong Ye Xiao memberi perintah, jarinya menunjuk pada Wan Sheng.


Klik! Klik! Sepuluh pelatuk pistol ditekan bersamaan. Sehebat apapun Wan Sheng, dia tidak akan bisa menghindar dari sepuluh tembakan jarak dekat. Tapi apa yang menjadi masalah adalah Wan Sheng sama sekali tidak menghindar.


“P-presdir, pistol kami tidak berfungsi.” Seorang pelindung berkata dengan wajah pucat.


Menjadi seorang pelindung orang paling berpengaruh nomor lima di negara pastinya menguasai segala jenis beladiri yang mumpuni, tapi jika orang ini bisa memodifikasi pistolnya tanpa terlihat, maka beladirinya pasti lebih tinggi dibanding para pelindung.


Dor! Satu tembakan datang dari arah belakang Wan Sheng. Sangat cepat dan tanpa disadari siapapun, melainkan Wan Sheng tentu saja.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Wan Sheng juga menembak ke arah yang sama, tanpa melihat sama sekali.


Trang! Dua peluru yang ditembakkan memantul satu sama lain. Salah satu peluru yang memantul mengenai kaca anti peluru dan berhenti.


Dari belakang, mendadak muncul sebuah teriakan. “Sang Lucky Luke!”


Orang yang berteriak berlutut lalu menyembah, “Lucky Luke!”


Orang itu adalah pembunuh bayaran yang disewa Gong Ye Xiao. Pembunuh bayaran nomor lima dunia. Di dunia pembunuh, ada seseorang yang menjadi sebuah legenda dalam lima tahun terakhir.


Legenda itu memiliki panggilan Lucky Luke, salah tokoh utama koboi dalam komik Lucky Luke. Tokoh Lucky Luke di komik dapat menembak apapun dengan jitu, termasuk keahliannya yang paling melegenda adalah menembak peluru dengan peluru.


Dan di depannya, orang ini tanpa melihat menembak peluru yang dia tembakkan. Bahkan memantulkannya! Orang seperti ini tidak bisa tidak menjadi Lucky Luke yang melegenda!

__ADS_1


Tuk! Pistol menempel di dahi Gong Ye Xiao, wajah pria itu masih merah sesaat sebelumnya, tapi segera memucat saat melihat kematian yang sedikit lagi menimpanya. Untuk pertama kalinya ia merasakan rasa takut yang sangat tinggi.


Celananya menjadi basah. Seorang paling berpengaruh nomor lima di negaranya tanpa sadar mengeluarkan air seninya karena ketakutan.


Wan Sheng akan menarik pelatuknya sebelum sebuah teriakan datang dari lift.


“Tuan, aku mohon jangan!”


__{}__{}__{}__{}__


Risa Na sedang berada di kamarnya saat Gong Ye Xiao pergi. Ia tampak bosan.


“Sebenarnya kapan Yexiao kembali?” Risa Na memeluk gulingnya, berharap bahwa itu adalah Yexiao-nya.


Wanita itu ingin sekali mengatasi rasa bosannya, tapi Gong Ye Xiao menyuruhnya untuk tidak meninggalkan lantai ini. Gong Ye Xiao mengira hanya ada dia yang memesan kamar di lantai ini mengingat harganya yang melangit.


“Dan aku mengganggu waktu seseorang! Aku sangat malu, Wuuuu.” Risa Na menempelkan wajahnya lebih dalam ke guling saat ia mengingat bahwa ia mengganggu waktu intim seseorang yang berada di kamar sebelah.


Karena rasa bosan yang tidak tertahankan, Risa Na kembali pergi keluar kamar. Persis saat ia keluar, wanita itu melihat Wan Sheng pergi menaiki lift.


Sebuah ide muncul di kepalanya saat melihat Wan Sheng keluar, “Mungkin aku bisa berkenalan dengan gadis di kamar sebelah!”


Risa Na tersenyum senang, ia kembali memikirkan gadis yang berada di kamar Wan Sheng. “Jika aku tidak salah, pria itu memanggilnya Yuyu. Sungguh gadis yang sangat cantik.” Wajah Risa Na bahkan memerah saat memikirkan wajah Yuyu.


Berjalan menuju kamar Wan Sheng, Risa Na melihat sekeliling sejenak sebelum memencet bel kembali.


Ting! Suara bel terdengar memenuhi ruangan hotel.


“?” Memandang pintu, Yuyu bertanya-tanya siapa yang datang ke kamarnya.


“Apa itu Wan Sheng?” Tanyanya.


“Tapi Wan Sheng bilang dia akan pergi dalam beberapa jam.” Jawabnya sendiri.


Yuyu berjalan menuju pintu dan melihat melalui lubang kaca. Itu adalah Risa Na, wanita yang tadi ia lihat saat dengan Wan Sheng.


Kenapa dia kesini lagi?


Bukankah barusan dia sudah pergi?


Yuyu membuka kunci kamarnya. Kunci kamar hotel ini selain memakai kunci manual juga memakai sidik jari dan retina mata. Jadi selain Wan Sheng dan Yuyu, tidak ada yang bisa memasukinya.


Melalui celah pintu, Yuyu melihat Risa Na berdiri dengan gugup. Wanita itu meremas jari-jarinya yang berkeringat, entah apa yang membuatnya gugup.


Tapi Yuyu tidak terlalu khawatir, lagipula keahliannya termasuk tinggi jika ada orang yang ingin berbuat jahat padanya.


Akhirnya pintu terbuka lebar, menampilkan keseluruhan sosok dua wanita yang saling berhadapan. Satu dengan wajah gugup sedangkan satunya memandang bingung, bertanya-tanya.

__ADS_1


Saat pintu terbuka, wajah Risa Na berubah dari gugup menjadi takjub, perasaan ingin memiliki yang kuat melonjak dalam hatinya. Gadis di depannya sangat cantik!


Keduanya hanya diam selama beberapa saat sampai Risa Na memulai pembicaraan.


“Ha..Halo!” Risa Na mengangkat tangannya, melambaikannya sedikit.


“?” Yuyu hanya diam, dia tidak tahu apa bahasa yang dipakai wanita di depannya.


Melihat Yuyu hanya diam, Risa Na kembali menyapa, “Hai, N-namaku Risa.”


Risa Na mengulurkan tangannya, hendak bersalaman. Tapi Yuyu juga tidak mengetahui kebudayaan orang-orang di bumi, apalagi china. Jadi dia hanya menatap tangan itu dan mundur beberapa langkah ke belakang.


Di sisi lain, Risa Na menjadi sedikit kesal. Kenapa dia tidak membalasku? Apa aku terlalu rendah di matanya?


Risa Na mengira perkataan Wan Sheng tentang pacarnya tidak bisa berbahasa mandarin adalah candaan untuk menyuruhnya segera pergi. Jika dia tahu, tidak mungkin dia akan percaya diri menyapanya seperti ini.


Yuyu hanya merapikan rambutnya yang menutupi mata. Ia benar-benar tidak tahu satu katapun yang Risa Na ucapkan. Yuyu hanya berusaha mencerna kalimat Risa Na dari nada yang ia keluarkan.


“Hei, kenapa kamu tidak menjawabku?” Jarinya sedikit ditusuk-tusukkan ke tubuh Yuyu. Pipinya menggembung kesal.


Namun suara ribut-ribut menghentikannya.


“Kamu!” Seorang pria berlari, wajahnya sangat pucat, khawatir.


“Kamu wanita Presdir Gong bukan? Cepatlah ke atas! Presdir Gong dalam bahaya!”


Risa Na menjadi panik, “Apa! Bagaimana bisa?”


“Naiklah ke atas dahulu, lihat sendiri keadaannya.” Orang tersebut dengan cepat menarik tangan Risa Na.


James Qin, orang yang pertama menantang Wan Sheng bermain catur. Saat ia melihat Presdir Gong menggantikannya, firasatnya menjadi buruk. Ia langsung berlari ke kamar Presdir Gong dengan panik untuk memanggil wanitanya.


“Baiklah, tapi lepaskan tanganku dulu.”


“Oh, Maaf!”


Melihat kedua orang itu pergi, Yuyu memutuskan mengikuti di belakangnya. Ia tidak melupakan untuk mengambil penutup wajahnya.


Lift terus naik, Risa Na yang terlihat paling khawatir. Keadaan yang membahayakan Gong Ye Xiao-nya sangat jarang. Risa Na adalah gadis yang polos, jadi dia mengira bisa menyelamatkan Gong Ye Xiao dengan menemuinya saja.


Risa Na melihat kesamping, gadis yang tidak ingin berbicara dengannya sekarang malah mengikutinya.


Ting! Pintu lift terbuka perlahan. Keadaan telah menjadi sangat kacau, sepuluh orang yang mengarahkan pistol pada satu orang dan satu orang yang mengarahkan pistol pada Presdir Gong.


Risa Na melihat semuanya. Dia mengenal sepuluh orang itu karena Gong Ye Xiao pernah memerintahkannya untuk melindunginya. Ia yakin sepuluh orang itu bisa menyelesaikan masalah.


Tapi beberapa detik kemudian, Risa Na menelan perkataannya. Keadaan berubah dengan sangat cepat. Pistol kesepuluh orang itu tanpa alasan rusak, dan satu peluru dipantulkan, menghasilkan sedikit teriakan.

__ADS_1


Dan yang paling membuatnya hampir pingsan adalah, orang yang berada di kamar sebelahnya sedang menodongkan pistol ke kepala Gong Ye Xiao.


“Tuan! Aku mohon jangan bunuh Yexiao!”


__ADS_2