
Seorang gadis dengan kecantikan tiada Tara mendatangi Wan Sheng. Tanda lotus di dahinya bergerak naik turun saat mata langitnya yang indah bersinar terang.
Gadis itu melayang tanpa bantuan alat apapun. Disekitarnya, angin bertiup kencang dan salju sesekali terbentuk.
Tangannya terangkat, membuat cahaya putih berkumpul menjadi satu.
Za!
Sebuah pedang putih terbentuk. Dengan pandangan dingin, gadis itu mengayunkan pedangnya pada leher Wan Sheng.
"Ha!"
Wan Sheng bangun dengan keringat bercucuran.
"Bajingan! Apa-apaan mimpi itu!" Wan Sheng mengusap wajahnya beberapa kali. "Yuyuku tidak akan pernah berbuat seperti itu!"
Mimpi yang sangat aneh. Seingatnya, dalam tujuh belas kehidupannya, ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan mimpi seperti itu.
Wan Sheng memutuskan menyegarkan dirinya di kolam. Membuka bajunya, Wan Sheng segera merasakan sensasi dingin air kolam yang menembus masuk pori-porinya.
"Biasanya gadis itu akan mengantarkan makanan saat ini." Wan Sheng menggumam pelan. Diam-diam rindu akan masakan gadis partner-nya.
Pria itu masih menunggu. Lima menit…
Sepuluh menit…
Hingga satu jam…
"Dia tidak muncul?" Wan Sheng sedikit mendesah kecewa. Padahal dia sendiri yang mengatakan untuk berhenti mengirimnya masakan, namun saat gadis itu benar-benar berhenti…
"Jadi apa yang akan dimakan hari ini." Tangan kirinya menyentuh dagu, sedikit berfikir.
Ka! Ka!
Sebuah kelinci kecil mendadak muncul. Mematahkan ranting dan dedaunan di sekitarnya.
Mata Wan Sheng segera bersinar. Sudah lama juga sejak dia terakhir kali makan daging. Tangannya menyentuh dagger bintang lalu melemparkan ke arah kelinci itu sekuat tenaga.
Bang!
Suara dagger yang terbanting terdengar sangat memekakkan.
"Senior Sheng!" Jasmine berteriak marah saat tangannya melindungi kelinci itu. "Dia hewan peliharaan ku." Jasmine menggendong kelinci itu ke dadanya.
"Oh, maafkan aku." Wan Sheng menundukkan kepalanya sambil tersenyum canggung.
"Hmmm, aku akan pulang kalau begitu." Jasmine terlihat menggembungkan pipinya sebelum berbalik.
"Ini makanan untuk senior hari ini." Masih marah pada Wan Sheng, Jasmine meletakkan keranjang makanan itu jauh dari rumah kayu Wan Sheng.
"Jasmine, aku minta maaf!" Wan Sheng berteriak canggung. Sebenarnya ia khawatir gadis itu benar-benar marah. Menimbang makanan yang beberapa hari ini dia berikan.
"Terserah senior." Bayangan gadis itu menghilang. Menyisakan udara kosong serta sedikit bau Jasmine disana.
__ADS_1
"Apa dia benar-benar marah?" Wan Sheng merasa bersalah. Siapa yang akan mengira kelinci itu akan menjadi hewan peliharaannya?
Wan Sheng berhenti memikirkannya. Ia keluar dari kolam dan mengambil makanan dari Jasmine lalu memakannya dengan lahap.
"Selalu lezat!" Wan Sheng memuji masakan itu.
Pikirannya kembali melayang ke mimpi barusan. Tiba-tiba ia menjadi rindu dengan gadisnya. Bayangan gadis di mimpi tadi memenuhi otaknya.
Mata yang memancarkan sinar dingin, tatapan acuh tak acuh, dan gerakan yang kaku. Sejak kapan Yuyu manisnya telah berubah menjadi seperti itu?
Wan Sheng menghela nafas pelan, "sudah satu bulan sejak kau menghilang Yuyu."
Kabut sedikit menutupi wajahnya. Di atas, bintang timur bersinar makin terik. Namun sepertinya hujan akan turun dari awan yang menutupi saat ini.
Pelajaran kedua, modifikasi genetik.
Setelah setengah hari, Wan Sheng memutuskan untuk belajar modifikasi genetik sebagai pelajaran kedua setelah pelajaran ruang.
Langkahnya menuju rumah kayu itu. Pikirannya kembali terfokus sepenuhnya pada teori-teori, hukum, serta penelitian manusia dari zaman dulu.
Manusia berhasil melakukan modifikasi genetik pertama kali adalah seribu lima ratus tahun lalu, jauh lebih lama dari pemecahan misteri ruang.
Saat itu manusia melakukannya pada kacang polong. Kacang polong panjang hambar dimasukkan genetik dari kacang polong pendek manis, dan hasilnya adalah kacang polong panjang yang berada manis!
Langkah ini adalah awal baginya untuk meneliti kekuatan aneh itu. Jika ia tahu apa jenis genetik itu dan bisa menirunya…
"Heh, bahkan dunia tidak bisa lari dari genggamanku." Seringainya sebelum seekor lalat hampir memasuki mulutnya.
Wan Sheng buru-buru menutup mulutnya. Mendengus kesal.
Biasanya manusia saat ini mengganti kode genetik langsung ke DNA sel mereka, manimbang berbegai peralatan miskrokopis termutakhir telah dijual secara bebas di pasar.
Wan Sheng membuka gadgetnya, menampilkan hologram tiga dimensi yang memenuhi ruangan itu. Ia membaca judulnya.
Update Penelitian Genetik
Para ilmuwan akhirnya berhasil membuat sebuah manusia dengan regenerasi super. Saat manusia itu terluka, hanya perlu waktu tiga puluh detik untuk sembuh.
Penemuan mengejutkan ini mendapat berbagai dukungan serta hadiah dari banyak pihak. Lihat video berikut…
Sebuah video pendek berputar. Hologram tiga dimensi itu berputar ke arah tangan objek.
Crash!
Sebuah pisau ditancapkan di tangan objek. Darah segera keluar dari luka itu, namun dalam waktu empat puluh detik, robekan menutup, hanya menyisakan garis tipis kemerahan.
Sebuah regenerasi yang luar biasa!
Wan Sheng membayangkan bagaimana jika ia bisa mendapatkan berbagai modifikasi genetik hebat, bukankah ia bisa menjadi apapun?
Namun saat ini ilmunya masih sangat kurang. Setelah tiga hari mempelajari ilmu modifikasi genetik, ia menyadari ilmu ini tidak diajarkan secara bebas seperti ilmu keruangan. Hanya sedikit yang ada di internet biora.
Ia memikirkannya, bagaimana caranya mendapatkan ilmu itu? Meng-hack berbagai website? Atau menyewa seorang Professor profesional?
__ADS_1
Jarinya menyentuh dagu. Sebuah ide terlintas di kepalanya.
"Bersekolah di akademi!"
Namun belum selesai Wan Sheng berfikir. Sinar dari gadgetnya memotongnya.
Wan Sheng menyalakannya, hologram tiga dimensi segera muncul. Itu adalah Jasmine yang menghubunginya!
"Ada apa Jasmine?" Wan Sheng bertanya dengan heran.
"Senior Sheng, bisa bantu aku? Disini keadaannya genting, kapal dari Nintaligen Group tiba-tiba muncul." Di gambar, Jasmine terlihat menyeka dahinya. Gadis itu sedang berlari menembus hutan, di belakangnya, sinar laser dan tembakan api datang bertubi-tubi.
Dengan kemampuan gadis itu, Wan Sheng yakin ia akan bisa kabur dengan mudah. Namun Wan Sheng tidak ingin mengambil resiko, hitung saja ini sebagai permintaan maafnya untuk yang terakhir kali.
"Dimana posisimu?" Tanya Wan Sheng.
"Satu kilometer dari rumah senior!"
Itu sengaja! Wan Sheng tidak bisa tidak bergumam kesal. Ini menambah kekhawatirannya. Walaupun rumah kayu ini dibuatnya dengan cepat, itu tetap menghabiskan banyak tenaga.
Pria itu segera melangkah keluar. Mengambil dagger dan memasang jet kakinya. Melesat menembus dedaunan rimbun.
Dalam pikirannya, ia sangat percaya diri bisa melawan kapal-kapal angkasa itu. Lagipula dia adalah seorang pembunuh yang telah memusnahkan ribuan kapal dalam keadaan sakit, jadi pikirannya tidak terlalu khawatir saat ini.
Namun…
"Senior Sheng!" Jasmine berlari cepat, jet kakinya menyala terang.
"Apa!!!" Mata Wan Sheng membulat sepenuhnya.
Sebuah kapal angkasa dengan besar seperempat bintang muncul menutupi langit-langit Planet Haujans. Mengakibatkan bayangan besar yang menghitamkan tanah.
"Kapal angkasa asli!"
Siapa yang akan mengira kapal yang datang adalah kapal angkasa besar?
Pria itu mengira hanya kapal-kapal kecil yang akan dikirim untuk melawannya. Ribuan kapal kecil pun ia bisa melawannya walaupun menghabiskan banyak tenaga.
Tapi, kapal besar!?
Satu-satunya pilihan adalah lari!
"Jasmine, segera hubungi pesawat tempur kita!" Wan Sheng memberi perintah.
"Sebenarnya itu telah di hancurkan oleh kapal itu." Jasmine menunjuk saat kakinya yang panjang berlari. Wan Sheng mengikutinya dari belakang.
"Itu sebabnya aku meminta pertolongan senior."
Wan Sheng mengusap wajahnya kasar. Jika seperti ini keduanya akan mati!
Kapal itu semakin mendekat, menutupi tanah dengan bayangan hitam. Wan Sheng merasa bagai ada seekor naga yang melayang di atasnya dan bisa membunuhnya kapan saja.
Blarrr! Blarr! Sinar laser memotong pephonan layaknya tahu sementara peluru berterbangan bagai hujan deras dari langit.
__ADS_1
Wan Sheng sesekali harus menghindar. Dia tidak punya satupun senjata jarak jauh. Hanya ada dagger seharga bintang ini ditangannya, jadi bagaimana ia bisa menyerang kapal berjarak seratus meter dari kepalanya?
Namun sepertinya Jasmine menyadari itu. Tangannya bergerak cepat, melemparkan sepuluh granat kecil pada Wan Sheng. Granat ini ditangan Wan Sheng bisa seribu kali lebih mematikan daripada di tangannya