Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 3


__ADS_3

“aku?” Wan Sheng menunjuk dirinya sendiri dengan bingung. “kenapa kau bertanya seperti itu?”


Ren Jian menunjuk rambutnya, “Sejak kapan rambut kamu menjadi begitu panjang?”


“Rambut?” Wan Sheng baru menyadari bahwa rambutnya memanjang. Memiliki perasaan yang tidak enak, Wan Sheng membuka kaosnya dan melihat perut keras dan berotot.


Ternyata benar! Ini adalah tubuhku dari dunia itu!


Wan Sheng memikirkan tentang bagaimana tubuhnya yang disana ikut pindah kesini. Bagaimanapun juga saat ia pertama kali masuk ke dunia tersebut, hanya jiwanya yang pindah, bukan tubuhnya.


Sambil memilin rambutnya, Wan Sheng menjawab Ren Jian. “Aku memang memilikinya.”


Mata Ren Jian melebar, seharusnya berita tentang Wan Sheng memiliki pacar menjadi berita besar di lingkungan asramanya. Minat Ren Jian tertarik, ia pura-pura berbisik, “Apa… dia cantik? dari kelas mana dia?”


Wan Sheng adalah siswa paling biasa di kampus. Dia tidak pernah keluar kamarnya kecuali untuk sesuatu yang penting. Jadi darimana pacar Wan Sheng berasal, novel yang ia baca?


Tapi memang seperti itu kebenarannya…


“Dia tidak bersekolah disini, dan untuk kecantikan…” Wan Sheng tersenyum lebar, “Dia sangat-sangat cantik.”


“Heh, omong kosong!” Ren Jian memotong tidak percaya, ia berbalik lagi pada layar komputernya, lalu berkata dengan keras, “Jika pacarmu cantik, aku akan memberi kamu lima ratus dolar!”


Wan Sheng hanya menggelengkan kepalanya, ia sebenarnya juga tidak percaya saat mendapatkan Yuyu. Ah, Yuyu! Baru beberapa menit disini dan aku sudah merindukanmu!


Kembali mengingat, Wan Sheng pergi ke dunia itu saat ia keluar untuk membeli minuman. Wan Sheng kembali mengingat satu persatu aktivitas yang ia lakukan saat membeli minuman.


Ya! Novel itu!


Wan Sheng sekarang menyadarinya, novel itu adalah pemicunya masuk ke dunia lain. Wan Sheng meraba kantongnya untuk menemukan bahwa itu kosong. Wan Sheng mengecek kantong sebelahnya dan itu masih kosong.


Dimana ponselku?


Ponselnya tidak ada dimanapun Wan Sheng mencari. Ia mencari di seluruh bagian celananya, bajunya dan dimana saja yang ia curigai sebagai tempat terakhir ia menaruh ponselnya.


“Ren Jian, kau melihat ponselku?” Wan Sheng memutuskan bertanya pada Ren Jian yang dibalas pria itu dengan gelengan kepala.


Terakhir kali aku mengeluarkan ponselku adalah di dunia itu, apa ponselku tertinggal disana?


Tapi jika hanya novel itu pemicunya, ia tidak perlu ponsel yang sama bukan?

__ADS_1


Wan Sheng meminjam ponsel Ren Jian dan membuka web novelnya. Ia mencari novel dengan nama biora di sana. Wan Sheng mengetikkan nama tersebut dan…


Hasil pencarian anda tidak ditemukan.


Kenapa tidak ada? Wan Sheng mencoba mencarinya melalui genre buku, namun dia ingat sekarang bahwa novel itu memiliki seratus genre.


Apa novel itu sudah dihapus? Jika iya, bukankah aku tidak akan bertemu Yuyu lagi selamanya?


Jam masih menunjukkan pukul dua pagi, Wan Sheng tidak tidur melainkan termenung memikirkan bagaimana cara ia kembali ke dunia tersebut. Bahkan jika kematian bisa memindahkannya seperti yang ada di novel lain, ia tetap akan rela.


Wan Sheng memejamkan matanya. Tanpa tahu apa-apa dia merasakan kantuk yang luar biasa. Padahal Wan Sheng sudah memutuskan untuk tidak tidur sebelumnya, tapi entah kenapa rasa kantuk ini sangat sulit ditahan.


Gelap… dan menenangkan…


Wan Sheng mulai memasuki keadaan tidak memiliki pikiran sebelum…


“HA!” Dengan kaget Wan Sheng bagun dari tidurnya, keringat bercucuran di sekujur tubuhnya.


Perasaan familiar ini…


Wan Sheng melihat ke depan. Disana sebuah komputer super besar memproduksi angka-angka, di sebelahnya adalah baju tempur yang terdiri dari jet kaki, penguat pukulan dan juga helm multifungsi.


“Wan Sheng! Kamu sudah bangun, Yuyu kira kamu tidak akan bangun selamanya… Hiks.” Yuyu memegang baju Wan Sheng dan menggenggamnya erat. Matanya menunjukkan ketakutan yang berlebihan.


“Y-yuyu? Argh!” Wan Sheng mulai merasakan sakit kepala, rasa sakit ini berbeda dengan rasa sakit saat otaknya dipaksa untuk menerima ingatan Wan Sheng yang lama. Rasa sakit ini benar-benar datang dari seluruh tubuhnya.


“istirahatlah dulu Wan Sheng, tubuhmu masih belum membaik. Aku akan memberimu obat.” Yuyu menarik diri dari Wan Sheng. Dengan cepat ia mengambil kotak obat yang kemarin Wan Sheng lihat.


“Jangan! aku bisa meminumnya sendi…


Sebelum Wan Sheng bisa menolaknya, bibir Yuyu telah hinggap dengan manis di bibirnya. Cairan ini berbeda dengan yang kemarin. Kali ini rasanya sangat pahit hingga Wan Sheng hampir memuntahkannya, namun dengan cepat ia urungkan karena Yuyu terus menekan bibirnya.


“Fuahh!” Yuyu melepas bibirnya. Gadis itu tersenyum senang melihat Wan Sheng menghabiskan semua obatnya. Biasanya Wan Sheng paling membenci hal-hal yang beras pahit, itu sebabnya ia memaksa Wan Sheng meminumnya dengan ciuman.


“Bleh! Ini sangat pahit Yuyu, kenapa aku harus meminum obat yang pahit!?” Wan Sheng menjulurkan lidahnya yang berasa pahit. Rasa pahit itu tidak hilang bahkan setelah lima menit.


Rasa pahit itu sedikit menghilang setelah Wan Sheng meminum air yang diberikan Yuyu. Sakit di kepalanya juga mereda secara bertahap. Pandangan Wan Sheng kini sepenuhnya tertuju pada Yuyu.


Sebenarnya bagaimana dia bisa sampai ke dunia ini? Wan Sheng ingin menanyakan hal tersebut sebelum ia melihat ponselnya di kasur. Ponsel itu berkedip tanda baru dinyalakan.

__ADS_1


“Yuyu, apa kamu menekan tombol di alat ini?” Wan Sheng mengangkat ponselnya dan menunjukkannya ke Yuyu.


“Ah! Tadi aku ingin membangunkan kamu, tapi berapa kali aku membangunkan kamu tetap tidur. Saat itu aku sangat ketakutan, jadi aku tidak sengaja menekan tombol alat itu. Lalu kamu bangun.” Yuyu menjelaskannya dengan raut sedih dan takut. Gadis itu benar-benar takut jika Wan Sheng tidak bangun.


“Lalu… lalu entah kenapa aku merasakan kamu tidak akan bangun selama-lamanya...” Mata Yuyu mulai bergetar. Gadis itu yang selalu mengkhawatirkan Wan Sheng jelas ketakutan. Bagi Yuyu, Wan Sheng adalah penyelamatnya dan akan terus seperti itu selamanya.


Entah mengapa rasa gelisah di hati Yuyu akhir-akhir ini bertambah banyak. Padahal Wan Sheng sudah berubah, namun perubahan Wan Sheng itulah yang membuat Yuyu semakin gelisah.


“Iya-iya, jangan menangis, nanti aku ikut sedih.” Wan Sheng mencium kepala Yuyu dengan lembut, perlahan menghentikan semua perasaan negatifnya. Yuyu menjadi lebih tenang setelah itu.


“Baiklah!” Jawab Yuyu riang. Suasana hatinya menjadi lebih baik. Di luar, hari telah terang, menampilkan pemandangan yang sedikit aneh karena tidak adanya matahari disini.


Kerajaan Biora adalah kerajaan antar-bintang yang merupakan kerajaan kecil dibandingkan seribu kerajaan lainnya di Galaksi Anatares. Jika di bumi ada sebuah negara, Kerajaan Biora layaknya negara kecil yang diapit oleh negara-negara besar.


Di sebelah barat kerajaan Biora merupakan Jiju Palace yang merupakan daerah yang kaya akan sumber mineral langka. Jiju Palace sangatlah kaya dan hampir semua warganya mendapatkan banyak fasilitas gratis. Seperti pendidikan, kesehatan, dan lainnya.


Dan di sebelah timur adalah kerajaan Fuji yang terkenal akan keindahan alamnya. Disana, objek pariwisata menjadi perhatian utama para turis asing yang membuat Kerajaan Fuji menjadi salah satu kerajaan besar.


Keadaan negara-negara itu berbanding terbalik dengan Kerajaan Biora. Walaupun di novel Kerajaan Biora dijelaskan sebagai Kerajaan yang damai dan dipimpin oleh seorang raja yang adil. Itu adalah keadaan di masa lalu.


Kerajaan Biora saat ini sangat kacau karena adanya perebutan kekuasaan di antara para pangeran. Hampir di semua tempat Kerajaan Biora memiliki sekelompok penjaga yang menjaganya. Termasuk di kota kecil Phenomenon.


Perebutan kekuasaan itu melibatkan dua pihak, yaitu pihak pangeran asli keturunan Kerajaan Biora dan pangeran yang bukan keturunan asli Kerajaan Biora.


Sebenarnya, selama lima ribu tahun sejarah, Kerajaan Biora tidak pernah dipimpin oleh orang yang bukan berasal dari garis keturunan Kerajaan Biora.


Namun Garis keturunan saat ini adalah seorang sampah yang hanya bisa menghabiskan uang dan bermain wanita. Hal itu membuat rakyat sangat marah karena masa depan Kerajaan bisa hancur jika dipimpin oleh seorang sampah.


Maka dari itu rakyat Biora menunjuk seorang pangeran baru yang merupakan anak seorang menteri. Pangeran yang ditunjuk oleh rakyat memiliki sifat yang adil dan berwibawa, sangat pantas jika dibandingkan dengan sifat keturunan kerajaan yang sekarang.


Hal tersebut membuat pangeran keturunan asli marah, ia memerintahkan tentara kerajaan untuk menumpas pangeran yang baru tersebut. Namun di antara tentara kerajaan pun banyak yang tidak puas dengan sifat pangeran asli dan lebih mendukung pangeran yang baru.


Militer pun terbagi menjadi dua kubu besar yang saling serang satu sama lain. Tetapi kubu pangeran asli memiliki lebih banyak pengikut dibandingkan kubu pangeran baru. Bagaimanapun Kerajaan Biora merupakan kerajaan yang berusia lima ribu tahun jadi masih banyak pengikut kerajaan yang setia menolak pangeran yang tidak memiliki garis keturunan kerajaan.


Kekacauan ini menyebabkan kondisi kerajaan di ambang kehancuran. Bahkan di kota kecil seperti Phenomenon yang sangat jauh dari ibukota, peperangan antara dua kubu pangeran sering terjadi.


Rakyat Biora yang sebagian besar merupakan petani banyak yang beralih pekerjaan karena ladang pertanian mereka sering terbakar akibat peperangan. Pekerjaan-pekerjaan populer saat ini adalah penjual senjata, tenaga kesehatan, dan pendukung bayaran.


Robot-robot besar, pesawat militer, kapal angkasa sering terlihat di udara. Mereka menembakkan peluru-peluru beracun, sinar radiasi yang mematikan dan melempar bom yang bisa menghancurkan satu kota.

__ADS_1


Phenomenon adalah kota yang tidak di pedulikan, jadi keadaan disini tidak separah keadaan di daerah lain Kerajaan Biora. Yang jadi masalah adalah banyaknya pengungsi yang pindah ke kota Phenomenon. Para pengungsi itu berharap bahwa mereka bisa pindah ke Kerajaan Fuji dari kota ini untuk menghindari perang yang tiada habisnya.


__ADS_2