Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 36


__ADS_3

Kapal itu menuju Jiju palace, salah satu kerajaan yang termasuk di dalam wilayah tiga kerajaan. Jangan bayangkan Jiju palace seperti Kerajaan Biora yang terlihat gersang. Disana, setiap planet berwarna hijau maupun biru berkat pohon dan laut yang mendominasi.


Kerajaan dengan empat bintang utama itu sangat ramai berkat banyaknya turis asing, bahkan beberapa diantaranya berasal dari luar tiga kerajaan! Walaupun mereka sangat jarang datang.


Tentu area diluar tiga kerajaan berjarak jutaan tahun cahaya dari kawasan tiga kerajaan dan hanya bisa dicapai dengan kapal atau pesawat yang memiliki reaktor ruang.


Perlu diingat bahwa di tiga kerajaan sendiri, kapal yang bisa melakukan teleportasi hanya berjumlah satu buah, dua jika kita menghitung kapal milik Li Tuning. Jadi sebuah kapal pesiar jarak jauh seperti ini sangat jarang di tiga kerajaan.


Dibandingkan kapal dengan reaktor ruang, mungkin kapal utama yang Wan Sheng naiki hanya sebanding dengan semut dihadapan gajah. Sangat jauh. Itu sebabnya saat kapal utama Wan Sheng dihadapkan dengan sebuah kapal dengan reaktor ruang, pria itu hanya bisa menganga lebar.


"Kapal asing! Astaga, turis asing sedang berkunjung!"


Sebuah kapal asing yang datang adalah sebuah berita besar bagi seluruh kerajaan. Pertama, kapal asing itu bisa mendatangkan banyak bahan langka ke Jiju palace. Kedua, kadangkala orang-orang yang ingin berkelana keluar dari tiga kerajaan bisa memanfaatkan kapal ini untuk pergi.


Dan kesempatan seperti ini tidak akan datang dalam lima tahun sekali.


Kapal dengan reaktor ruang jauh lebih besar. Bahkan besarnya bisa menyamai sebuah bintang!


Kapal utama Wan Sheng turun di suatu planet wisata yang sangat terkenal dalam Jiju palace. Didepannya, persis kapal pemecah ruang dengan besarnya yang melebihi planet tersebut bertengger gagah disampingnya.


Wan Sheng yakin, bahkan jika kapal itu menabrak planet ini, bisa jadi planet ini keluar dari orbitnya.


Sebenarnya Wan Sheng tidak tahu kenapa mereka menuju ke planet ini. Tapi dari perkataan Jasmine dan pilot kapal, Wan Sheng samar-samar mendapatkan bahwa mereka kesini untuk melakukan kerjasama.


Tapi sepertinya keadaan berkata lain. Kapal pemecah ruang ini telah menyedot semua perhatian penghuni planet. Meninggalkan kapal utama Wan Sheng yang bertengger di pinggiran planet.


Tapi Wan Sheng tetap memutuskan turun ke planet itu, ia juga membawa Jasmine walaupun tahu gadis itu sedikit merepotkan saat ini.


Pesawat kecil yang ditumpangi Wan Sheng dan Jasmine mendarat pelan di suatu pangkalan umum. Berdengung sebentar sebelum menyentuh tanah dengan halus.

__ADS_1


Planet itu sangat berbeda dengan Kota Phenomenon. Seratus delapan puluh derajat berbeda. Jika Phenomenon didominasi oleh gedung-gedung pencakar langit. Planet ini seluruhnya menggabungkan antara teknologi dan alam.


Sebuah tanaman merambat disana dibuat menjadi jembatan panjang yang menghubungkan antar gedung pencakar langit. Di lain tempat, teratai raksasa menopang suatu daerah dengan banyak pemukiman.


Sedikit ke barat adalah laut tanpa akhir dan jauh ke timur merupakan gunung tinggi yang menjulang. Puncaknya tertutupi kabut tebal. Terlihat dingin.


Walaupun Wan Sheng sering melihat banyak keajaiban alam. Tetapi ini tidak pernah membuatnya bosan. Dia selalu saja terpesona dengan mereka.


Wan Sheng melihat ke samping, sebuah pipa besar memanjang dari tanah hingga ke langit biru. Ujung pipa itu adalah kapal pemecah ruang yang Wan Sheng lihat barusan.


Dari pipa transparan itu, sebuah lift turun dengan membawa serombongan orang. Mereka semua memakai seragam yang sama dan setiap dari mereka membawa sebuah koper kecil di tangannya.


Dari penglihatan Wan Sheng, koper kecil itu mengandung teknologi yang tidak terdapat di tiga kerajaan. Itu bisa dilihat dari berbagai energi yang berdampingan satu sama lain disana.


Pemimpin rombongan itu adalah seorang pria tinggi berusia dua puluhan tahun. Perawakannya halus dengan wajahnya yang tampan. Badannya tidak terlihat kekar, melainkan mengeluarkan aura lain.


"Baiklah kawan-kawan. Kalian pasti belum tahu tempat apa ini bukan? Karena itu aku akan menjelaskannya sedikit pada kalian." Pria itu berkata lantang, seragam putihnya berkibar pelan diterpa angin.


"Sabarlah Lily, kakak tahu adik Lily pasti pernah mengunjunginya tahun lalu. Tapi teman-teman kita yang lain belum mengetahuinya, jadi kakak akan menjelaskan sedikit tentang tempat ini, oke?" Rei mengedipkan matanya.


"Hmph, kalau begitu baiklah." Disisi lain Lily diam-diam bersemu merah. Namun dirinya masih menampilkan sikap angkuh.


"Atau adik Lily ingin membantu menjelaskan?" Rei memberikan senyuman manis. Membuat gadis itu sedikit salah tingkah.


"Ehm… Cough… kalau… kalau kakak Rei yang memintanya… baiklah." Lily memalingkan wajahnya. "Tapi aku tidak akan menjelaskan dengan panjang, jadi kalian harus memperhatikan, paham!" Lily menatap sombong.


"Silahkan adik Lily." Rei menyentuh bahu Lily. Menyuruhnya maju.


"Hmph, perhatikan ingat!" Lily berkata sekali lagi sebelum menjelaskan. Walaupun nadanya angkuh, penjelasannya sangat lancar dan mudah dipahami bahkan oleh orang awam sekalipun.

__ADS_1


Dari penjelasannya tentang planet ini. Menurut pendengaran Wan Sheng, planet ini bernama Planet Ri/102. Perlu diketahui, planet yang tidak terkenal biasanya hanya dinamai dengan kode-kode tertentu untuk memudahkannya.


Planet ini merupakan salah satu dari seribu planet wisata di Jiju palace. Walaupun planet ini kalah jauh dibanding planet wisata yang terkenal di Jiju palace, ini tidak menutup kemungkinan adanya hal unik dan menarik disini.


Termasuk flora dan fauna yang tersebar di seluruh alam semesta. Jiju palace termasuk dalam salah satu kerajaan yang memiliki keberagaman flora dan fauna terlangka.


Dari percakapan yang didengarnya. Mereka adalah tim penelitian muda yang dikirim untuk menemukan flora dan fauna baru sebelum kemudian meneliti makhluk itu untuk mencari manfaatnya bagi kehidupan manusia.


Tahun lalu mereka telah menemukan satu fauna langka, namun tidak mendapatkan kesempatan untuk menangkapnya. Maka dari itu, tahun ini mereka kembali lagi kesini untuk mencoba menangkap fauna itu.


"Baiklah, kalian semua paham bukan? Aku ingin tidur, jangan tanya aku lagi dengan pertanyaan sepele kalian. Oh, dan jangan tanya kak Rei juga, biarkan dia istirahat." Lily, gadis berambut pirang dengan hiasan bunga lily mendengus pelan.


"Ayo kak re… eh siapa kalian?" Lily menatap heran pada Wan Sheng dan Jasmine. "Apa kalian pemandu? Bisakah mengantarkan kami ke penginapan, aku mohon." Raut Lily tidak seangkuh tadi didepan Wan Sheng, mungkin karena dia ingin segera tidur.


"Oh, maaf, kami juga turis disini." Jasmine yang menjawabnya. Perlu diketahui bahasa yang dipakai oleh seluruh penghuni Galaksi Anatares sama. Jadi Wan Sheng maupun Jasmine tidak akan kebingungan.


"Ah! Kalian juga turis, maafkan aku yang salah mengira kalian pemandu." Lily menundukkan kepalanya kecil. "Aku harap kalian tidak tersinggung dengan perkataanku tadi." Lily berkata sopan.


"Ehm… baiklah." Jasmine menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Disisi lain Wan Sheng menjadi sedikit heran. Barusan aura yang dikeluarkan gadis ini sombong dan angkuh. Namun sekarang auranya adalah sopan dan bijak. Mungkin murid-murid akademi mereka diajarkan untuk bersikap santun terhadap orang luar. Wan Sheng membatin.


"Apa kalian ingin pergi bersama?" Tawar Lily. Bulu matanya yang lentik menyapu udara kecil disekitarnya saat berkedip.


"Ti…


"Tentu saja!" Jasmine memotong perkataan Wan Sheng. Tangannya segera menjabat tangan gadis itu. Keduanya memiliki tangan yang halus, perbedaannya hanya di warna kuku mereka. Jasmine berwarna putih sedangkan Lily berwarna biru langit.


"Jasmine!"

__ADS_1


"Lily." Lily membalasnya dengan lebih tenang.


__ADS_2