Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 11


__ADS_3

“Dasar pria!” Setelah beberapa saat, Yuyu akhirnya melepaskan diri dari Wan Sheng. Saat mengatakannya, bibirnya bergetar.


“Cepatlah kembali, jika ada peserta lain keluar, maka kita berada dalam masalah besar.”


Sambil menatap belakang dengan khawatir, Yuyu mulai mengemudikan kapal kecil karena Wan Sheng sedang berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan. Gadis itu memakai lagi helm yang tadi dilepas Wan Sheng.


Kapal tersebut mulai melaju cepat. Wan Sheng tidak bertemu kembali dengan Li Tuning karena misinya telah selesai. Ia tidak ingin repot-repot menyapa pria tua itu.


Serpihan ledakan kapal memenuhi ruang angkasa layaknya pecahan telur. Hampir setiap bulan pelelangan diadakan dan bangkai kapal akan banyak memenuhi udara. Namun itu akan tertarik ke gravitasi Bintang tR344 yang langsung membakar sampah-sampah kapal tersebut. Pembersihan ini sangat efektif karena sampah yang terbakar oleh cahaya bintang tidak menimbulkan polusi lingkungan.


Kapal kecil tersebut melewati planet yang lima puluh persennya tersusun oleh gas berwarna merah. Di permukaan, planet tersebut seperti melepaskan kabut merah yang tiada habisnya. Gas merah itu sangat beracun dan hampir tidak ada makhluk hidup yang menetap disana.


Wan Sheng memutuskan mengambil sedikit gas merah itu untuk penelitiannya. Selain beracun, gas tersebut memiliki sifat lain, yaitu korosif terhadap hampir semua benda. Jadi Wan Sheng memakai mineral paling tahan korosif untuk menampungnya.


Planet itu merupakan planet tidak terkenal yang terletak di pinggiran Kerajaan Biora, dekat sekali dengan kota Phenomenon tempat Wan Sheng tinggal. Berada di pinggir dan memiliki gas yang sangat beracun membuat planet ini sering menjadi ancaman bagi rakyat Phenomenon.


Kejadian itu terjadi beberapa tahun sekali saat planet tersebut mengeluarkan gas merah dengan skala besar yang mengakibatkan gas merah sampai di Kota Phenomenon. Rakyat tidak mengira akan bahaya gas merah dan hanya menghirupnya seperti biasa, celakanya gas merah itu hampir membunuh tiga puluh persen penduduk kota, sifat korosifnya juga menghancurkan beberapa gedung dan perumahan.


Setelah kejadian itu, Walikota Kota Phenomenon menindak serius masalah gas merah. Di Kota Phenomenon di bangun pelindung-peindung transparan yang dicampur dengan mineral anti korosif seperti yang Wan Sheng miliki.


Namun, gas merah terlalu kuat. Pelindung transparan itu berlubang dan membuat gas merah masuk kembali. Walikota pun meminta izin penghancuran planet pada Raja Biora lama yang akhirnya ditolak.


Penghancuran planet bisa menimbulkan masalah serius dan membutuhkan biaya yang sangat besar jadi Raja Biora hanya menawarkan solusi penggandaan pelindung dengan mengirimkan dana besar pada Walikota Phenomenon.


Tapi hingga saat ini, gas merah skala besar belum terjadi lagi. Hanya sedikit gas merah yang keluar dari planet itu sampai ke Kota Phenomenon, tapi langsung terhalang oleh pelindung.


“Jangan berlama-lama disini, berada di gas merah terlalu lama bisa menyebabkan tubuhmu meleleh.” Setelah tiga puluh menit berada di planet itu, Yuyu mengingatkan Wan Sheng agar tidak berlama-lama.


“Sedikit lagi.” Jawab Wan Sheng acuh tak acuh.


“Baiklah, ayo kita kembali.”


Wan Sheng baru ingin menyalakan mesin kapal. Namun mendadak di sekitarnya kabut merah keluar dalam jumlah besar. Kabut merah setinggi tujuh kilometer menutupi langit-langit planet dengan cepat.


Perubahan cuaca ini membuat Wan Sheng sangat kaget. Beruntungnya dia dan Yuyu telah berada di dalam kapal. Jika ia terlambat sedetik saja, tubuhnya akan meleleh dalam hitungan menit di gas merah itu.


Dengan cepat Wan Sheng menaikkan kapal untuk keluar dari planet ini. Kapal ini merupakan kapal perang dengan harga tidak terlalu tinggi jadi tidak mempunyai pelindung korosif di dalamnya.


Namun mimpi buruk dari segala yang terburuk terjadi. Kapal tersebut kehabisan bahan bakar, atau lebih tepatnya tangki bahan bakar kapal tersebut bocor. Kapal yang setengah naik kehilangan tenaganya dan jatuh dengan keras.


“Bahan bakar habis?” Yuyu bertanya saat kapal tersebut meluncur tertarik oleh medan gravitasi planet. Gravitasi disini sama seperti gravitasi di bulan yang mengelilingi bumi, tapi massa kapal yang sangat berat membuatnya tetap jatuh seperti meteor.

__ADS_1


“Sepertinya…


Wan Sheng mengotak-atik tombol dan pengendali kapal di depannya. Berharap ada energi cadangan untuk membuat kapal menyala. Setelah mencari beberapa saat, benda itu tidak ada di manapun.


Wan Sheng menggaruk kepalanya. “Berapa lama kapal ini bisa bertahan?”


“Di level korosi seperti ini, kira-kira satu jam.” Yuyu memperkirakannya dengan tepat. Dari kaca, badan-badan kapal mulai dimakan oleh sifat korosif kabut merah. Dinding kapal dengan cepat menjadi berkarat dan meleleh.


Kapal terdampar di permukaan planet yang terdiri dari pasir merah halus. Di pasir merah terdapat lubang-lubang kecil yang mengeluarkan gas beracun. Planet ini mengorbit bintang yang sama dengan planet tempat Kota Phenomenon. Yaitu bintang timur. Dinamakan bintang timur karena berada di ujung timur.


“Maka aku harus keluar.” Tangan Wan Sheng yang hendak menekan tombol pembuka kaca pelindung dengan cepat dihentikan oleh Yuyu.


“Aku yang keluar.”


Merasa berdebat akan semakin memperburuk suasana, Wan Sheng menekan tombol pelindung kaca dan menarik tangan Yuyu. “Maka kita keluar bersama.”


Wan Sheng tidak menunggu jawaban Yuyu. Ia segera memakai helm dan juga memakaikan helm gadisnya. Di luar, kabut merah semakin tebal. Oksigen telah sepenuhnya menghilang disini.


Klak! Kaca kapal terbuka. Wan Sheng dan Yuyu langsung merasakan tekanan berat di seluruh tubuhnya yang disebabkan gas merah. Terlebih tubuh Wan Sheng yang sedang berada di tahap pemulihan, merasakan tekanan yang lebih dibandingkan Yuyu.


Yuyu ingin melarang Wan Sheng pergi keluar namun dibalasnya dengan anggukan singkat yang menjengkelkan. Jika tangki bahan bakar bocor, mereka bisa keluar memperbaikinya. Yang menjadi masalah adalah mendapatkan bahan bakar baru di planet ini.


Kapal di parkirkan asal sementara Wan Sheng dan Yuyu berpencar mencari bahan bakar. Mereka berusaha menemukan bahan bakar secepat mungkin karena gas merah ini bisa membunuhnya kapan saja.


Namun dalam skala besar…


Korosif bisa meleburkan suatu benda dalam waktu singkat!


“Kau menemukan sesuatu?” Wan Sheng bertanya dengan pertanyaan yang sama berulang kali selama sepuluh menit terakhir. Tubuhnya sudah tidak sanggup menahan beban korosif ini.


“Tidak!” Dari nada bicara Wan Sheng, Yuyu menyadari bahwa pria itu berada dalam kondisi kritis. Hatinya menjadi gelisah, berapa lama lagi sebelum menemukan bahan bakar?


“Ayo masuk ke kapal terlebih dahulu.” Wan Sheng yang menyarankannya, dan segera dibalas ya oleh Yuyu.


Padahal baru beberapa saat yang lalu mereka terhindar dari situasi mematikan. Tapi sekarang situasinya lebih mematikan dibanding yang tadi. Jet kaki hanya bisa digunakan di medan nol gravitasi, karena akan tidak seimbang jika digunakan disini.


Sambil menghela nafas, Wan Sheng duduk di kursi pengemudi. Kursi ia turunkan ke bawah, terlihat Wan Sheng tidak peduli lagi dengan keadaan di luar.


“Yuyu, Maaf.” Wan Sheng mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Matanya menyiratkan ketulusan.


Baiklah, mungkin ini saatnya…

__ADS_1


“Yuyu, Sebenarnya… Sebenarnya…” Wan Sheng menundukkan kepalanya ke bawah. “Aku bukanlah Wan Sheng asli.”


“Kau bicara apa Wan Sheng!?” Yuyu masih menatap ke luar, mata langitnya terlihat meredup.


“Tidak! Maksudku jiwaku bukan lagi Wan Sheng…


“Aku sudah tahu.” Yuyu membalasnya tanpa melihat Wan Sheng.


Mungkin gadis itu terlihat tegar sekarang, namun diam-diam matanya mengembun, hatinya bergetar, dan pikirannya kacau. Sakit! Ini sangat sakit!


Sebenarnya Yuyu sudah mengetahuinya sejak melihat perubahan besar pada Wan Sheng dari hari ke hari. Wan Sheng yang dikenalnya tidak mungkin akan melepaskan dendamnya begitu saja.


Wan Sheng yang menghabiskan lima belas tahun kehidupannya untuk dendam lalu dalam satu malam, ia melepaskannya? Itu tidak mungkin terjadi.


Namun Yuyu tetap berharap orang yang berubah di hadapannya adalah Wan Sheng yang dulu menyelamatkannya. Ia tahu itu bukan Wan Sheng lagi, tapi dirinya tidak ingin mempercayainya.


Dan kini…


Dan kini...


Dari mulut Wan Sheng sendiri akhirnya kepercayaan yang Yuyu pertahankan hancur. Wan Sheng sendiri yang mengatakannya pula yang membuat Yuyu semakin bersedih, dirinya lebih baik tidak pernah mendengar perkataan itu agar terus hidup dengan mempercayai bahwa Wan Sheng masih hidup.


“Aku tahu…


Tes! Tes! Kristal bagai embun di pagi hari jatuh menyentuh koridor kapal. Mesin dan pengendali kapal berkedap-kedip merah tanda kapal telah mencapai kondisi kritis. Di luar, gas merah semakin tebal, meninggi dan menjulang hingga sepuluh kilometer di atas langit.


Cinta yang Yuyu perjuangkan selama lima belas tahun... Sungguh kisah yang mengenaskan. Wan Sheng sekarang mungkin tidak tahu betapa besar rasanya pada Wan Sheng lama.


Wan Sheng tetap diam. Dia melihat Yuyu yang duduk memunggunginya, namun dia juga melihat tubuh gadis itu bergetar. Tubuh yang kecil, tangan yang ramping itu bergetar hebat.


“Aku tahu.” Mendadak Yuyu berbalik, “Jadi jangan berhenti mencintaiku!”


Dengan cepat Yuyu mencium Wan Sheng, hal yang selalu Wan Sheng rindukan. Tapi kali ini Wan Sheng menolaknya dengan tegas. “Jangan membohongi dirimu sendiri Yuyu! Aku bukan Wan Sheng!”


“Lalu kenapa!” Pria yang ia rawat selama lima delapan tahun setiap kali ia pulang dengan tubuh penuh luka. Sekarang menjadi orang lain.


“Bukankah kamu juga!” Yuyu melanjutkan bentakannya, yang dengan cepat digantikan oleh air matanya yang bertambah deras. Tangannya memegang pakaian Wan Sheng tanpa memeluknya.


“ARGH!” Mendadak Wan Sheng berteriak keras. Itu rasa sakit yang berbeda lagi, ia bisa merasakannya, itu bukan rasa sakit yang berasal dari tubuhnya, melainkan pikirannya. Pikirannya seperti ditebas ribuan pedang, lebih sakit daripada ingatan Wan Sheng yang memasuki otaknya.


“Argh!” Wan Sheng terus mengerang. Pandangannya mulai menggelap dan menggelap. Lalu sepenuhnya kehilangan cahaya…

__ADS_1


Rasa ini lagi!


Hening… gelap… dan menenangkan…


__ADS_2