Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 33


__ADS_3

Dorr!!


Satu granat Wan Sheng lemparkan ke kapal itu, dan pastinya granat seukuran kepalan tangan tidak akan bisa mempengaruhi kapal raksasa seukuran planet kecil.


Bayangkan, kapal sebesar planet kecil!


Satu juta granat pun tidak akan mempengaruhi kapal itu. Lagipula Wan Sheng tahu, mesin kapal itu berada di bagian jantung kapal, yang dilindungi dengan berbagai mineral keras Nintaligen.


Krek! Wan Sheng mencengkram erat seekor burung sementara tangan lainnya tersambung ke tangan Jasmine.


Burung sebesar pesawat kecil Wan Sheng tetap terbang tanpa terganggu. Hanya sedikit menggoyangkan tubuhnya.


Burung itu terbang berkelompok. Dari ingatannya, burung ini adalah salah satu jenis burung besar yang hidup di kawasan Kerajaan Biora. Kecepatan mereka bisa dibilang lumayan jika dibandingkan dengan burung lain, yaitu lima ratus kilometer per jam!


Namun kapal besar itu bahkan bisa melesat mendekati kecepatan cahaya, jadi tentu saja burung itu akan kalah.


"Jasmine, pegang lebih erat!" Wan Sheng bicara dengan tangan memegang erat bulu burung itu. Mendadak ia mengayunkan tangan yang memegang Jasmine ke atas.


Gadis itu terbang berkat ayunan tangan Wan Sheng lalu dengan pas mendarat di punggung burung lainnya.


Wan Sheng segera menaiki punggung burung yang tadi digenggamnya. Kedua orang itu kini terbang berdampingan di depan sebuah kapal sebesar planet yang mengejar.


Blarrr!!! Blarrr!!!


Sinar laser membelah langit biru Planet Haujans. Wan Sheng mengendalikan burung itu dengan ahli, memegang dua bulu sensitif di kepalanya.


Di sampingnya Jasmine juga mengikuti gerakan Wan Sheng. Membuat burung itu mengikuti gerakan tangan Jasmine.


"Kraaaa!!! Kraaaa!!!" Tunggangan Jasmine berteriak keras. Karena kecerobohan gadis itu, sebuah sinar laser berhasil menyerempet sedikit sayap burung itu.


"Jasmine, hati-hati!" Belum selesai Wan Sheng bicara, peluru api dari kapal menembus dada burung. Jasmine terjun bebas tanpa tumpuan, dirinya serta hewan bersayap itu jatuh dari ketinggian lima ratus meter!


Wan Sheng menarik bulu burung itu kearahnya dengan keras. Memberi perintah untuk terjun.


Pa!


"Terimakasih Senior!" Jasmine tersenyum senang.

__ADS_1


Keduanya kini memakai burung yang sama dengan Wan Sheng duduk di depan. Beberapa kali keadaan mengharuskan Jasmine memeluk Wan Sheng yang membuat pria itu sedikit menghela nafas.


Wan Sheng melihat kebelakang. Pintu kapal terbuka, memperlihatkan ratusan pesawat tempur kecil yang siap terbang.


Sudut mulut pria itu segera terseret ke dua arah. Keadaan akan menjadi terbalik jika pesawat-pesawat itu diterbangkan.


Dan dugaan Wan Sheng sepenuhnya benar, pesawat tempur berjumlah ratusan itu diterbangkan dari kapal utama. Bagai sepasukan lebah, pesawat itu berjalan dalam formasi yang teratur.


"Tol*l!" Wan Sheng mengumpat senang. Pesawat-pesawat ini adalah pembalik keadaan yang sempurna!


Hujan peluru berdatangan. Langit biru segera menghitam berkat ribuan peluru yang keluar dari moncong pesawat. Namun Wan Sheng dengan burungnya bisa menghindari peluru-peluru itu. Lagipula, karena keteraturan barisan pesawat, arah peluru itu akan lebih mudah ditebak.


"Jasmine, lompat dalam hitungan ketiga!" Perintah Wan Sheng.


"Apa!" Jasmine mengerutkan dahi bingung.


"Tiga!" Tanpa menghiraukan gadis itu, Wan Sheng menggenggam tangannya erat dan melompat dari burung.


Ditangannya terselip tiga granat. Dengan keahlian yang mumpuni, Wan Sheng melemparkan tiga granat itu ke salah satu kaca pesawat.


Kaca pesawat pecah bagai telur yang dilempar ke tembok. Wan Sheng mengeluarkan daggernya dan satu tebasan segera membunuh dua pilot pesawat kecil itu.


"Hah!" Jasmine tidak bisa mempercayai apa yang terjadi. Mereka baru saja melompat dari burung ke arah pesawat yang sedang dikendalikan! Dan tahu-tahu mereka telah mengendalikan pesawat ini?


Ini seperti gadis itu masih meremehkan kemampuan Wan Sheng. Dalam pengalaman berpartnernya, bahkan pembunuh Rank A akan kesulitan melakukan ini. Namun pria ini melakukannya tanpa hambatan…


Trat tat tat tat tat!


Puluhan peluru cepat keluar dari moncong pesawat Wan Sheng. Menembak secara membabi buta ke arah ratusan pesawat lainnya.


Inilah kebodohan mereka. Mengeluarkan pesawat dalam barisan yang teratur. Mungkin formasi seperti ini akan menjadi kokoh saat perang-perang besar, namun jika keadaannya seperti ini?


Satu pesawat yang disabotase akan mengobrak-abrik seluruh formasi!


Lebih dari dua puluh pesawat telah jatuh. Pria itu memutuskan menaikkan kemudi pesawat. Ia akan keluar dari Planet Haujans.


Getaran sedikit terasa saat Wan Sheng keluar dari atmosfer planet. Kini pesawatnya berada di luar angkasa. Wan Sheng dan Jasmine memakai helm mereka untuk bernafas.

__ADS_1


Pesawat pengejar itu menyusul. Dibelakangnya kapal utama sebsar planet kecil bagai seekor singa yang akan melahap segalanya.


Tapi Wan Sheng dengan sebuah pesawat?


Bahkan pembunuh Rank B lainnya akan berfikir dua kali sebelum melawan.


Pesawat Wan Sheng meliuk-liuk diantara bebatuan. Menyebabkan pengejar menjadi bingung dengan arah mereka. Dan saat para pengejar itu bingung, Wan Sheng akan menembaki mereka dengan ratusan peluru.


Wan Sheng terus melakukan itu selama tiga puluh menit kedepan. Pesawat yang tadinya berjumlah ratusan, kini berkurang setengahnya.


Selama di pesawat, Jasmine juga menatap pria ini dengan kagum. Aura melindungi yang dikeluarkan Wan Sheng membuat Jasmine terbuai.


KRAKKK!!!


Namun, mendadak pesawat mereka retak. Pesawat yang dikemudikan Wan Sheng terbelah menjadi kepingan-kepingan kecil.


"Guahh!" Baik Wan Sheng dan Jasmine memuntahkan darah yang segera mlayang di angkasa. Helm mereka telah hancur.


"Gila!" Wan Sheng berteriak keras, beruntung alat komunikasi mereka masih tersambung. "Gelombang penghancur bintang!!???" Wan Sheng menatap kapal itu heran.


Gelombang penghancur bintang adalah sebuah gelombang frekuensi tingkat tinggi yang dihasilkan dari sebuah sistem penghasil gelombang.


Sesuai namanya, gelombang itu digunakan untuk menghancurkan planet, asteroid dan bebatuan luar angkasa yang menghalangi jalan kapal.


Saat benda angkasa itu dikenai frekuensi gelombang penghancur bintang, benda-benda itu akan hancur menjadi kepingan kecil.


Yang mengherankannya, memakai gelombang ini juga akan menghancurkan pesawat yang mereka keluarkan, dan tentu saja satu gelombang ini membutuhkan sebuah biaya besar.


Dia tidak mengira dirinya setara dengan ratusan pesawat serta gelombang penghancur bintang ini. Jika hitungan kasar Wan Sheng benar. Mereka telah kehilangan lima milyar Biora coin dari gelombang, termasuk biaya ratusan pesawat yang hancur.


Serbuk besi memenuhi angkasa. Walaupun gelombang ini bisa menghancurkan bebatuan besar, dampaknya sangat lemah terhadap manusia, jadi Wan Sheng dan Jasmine masih bisa hidup setelah hantaman itu.


"Gila! Gila!" Wan Sheng tidak bisa tidak mengumpat kesal. Saat ini dia menahan nafasnya, namun masih sempat memaki Nintaligen Group membuat Jasmine sedikit menggelengkan kepala.


Jaring perak keluar dari kapal besar. Sempurna membungkus tubuh Wan Sheng dan Jasmine. Memberontak saat ini pun keduanya tidak bisa, berkat jaring yang kuatnya saja bisa memindahkan sebuah planet dari orbitnya.


Wan Sheng membuang nafas kasar, hancur sudah rencananya saat ini. Akhirnya, dengan pasrah Wan Sheng mengikuti jaring ini membawa. Pintu kapal terbuka lebar, mempersilahkan keduanya masuk.

__ADS_1


__ADS_2