
Wan Sheng terus menggoda gadisnya selama dia berada di air. Diam-diam tersenyum senang saat tubuh mereka bertempelan.
Sebuah keberuntungan Yuyu tidak bisa berenang, jadi Wan Sheng bisa mendapat pelukan di lehernya untuk menopang badan gadis itu.
Dan walaupun malu-malu, sepertinya gadis itu tidak keberatan dengan kelakuan Wan Sheng. Ia hanya berkata dengan nada mengejek.
"Sepertinya kamu bersenang-senang, hmm..?" Yuyu mengangkat alisnya.
"Hehe...kau selalu bisa menebak pikiranku." Wajah Wan Sheng berseri-seri.
"Ingin melihat ke bawah?" Tanya Wan Sheng. Menunjuk laut di bawahnya.
"Mnn!" Yuyu mengangguk.
"Lian, lemparkan dua kacamata renang!" Wan Sheng berteriak pada pilot yang bermarga Lian yang segera melempar kacamata pada Wan Sheng.
"Ye Xiao, kenapa kamu tidak menggendongku juga?" Risa Na yang berjarak sepuluh meter dari Wan Sheng berkata cemberut.
"Kamu bisa berenang bukan?" Ye Xiao bertanya balik. Menyebabkan Risa Na semakin cemberut.
"Hmph! Kamu memang tidak peka!"
Awalnya Yuyu tidak tahu bagaimana cara memakainya. Setelah Wan Sheng mengajarinya beberapa saat, ia akhirnya mengerti.
Pria itu menyelam ke bawah dengan seorang gadis di yang masih memeluk lehernya. Keduanya menahan nafas saat mereka memasuki air.
Persis mata mereka melihat ke bawah.
Terumbu karang tersusun sempurna bagaikan kerajaan kecil. Di dalamnya ikan, udang-udangan, kepiting, serta berjuta makhluk lainnya menampilkan warna mereka.
Wan Sheng mengayunkan tangannya, berusaha mendekati seekor nemo kecil yang hinggap di badan anemon laut. Nemo itu bergerak lincah di sela-sela rambut anemon, tidak takut akan kedatangan keduanya.
Tangan Yuyu terjulur, ia sepertinya ingin mengambil Nemo itu. Wan Sheng tahu Nemo itu pasti akan kabur setelah ini. Tapi ternyata tidak, cahaya putih muncul di telapak tangannya, seakan berbicara pada ikan kecil itu. Nemo itu mendekat dan semakin mendekat, lalu hinggap di telapak tangannya.
Setelah Nemo itu hinggap, seakan-akan dia melakukan gerakan konyol dengan berputar-putar di sana. Berusaha menghibur Yuyu.
Gadis itu segera tertawa kecil, memperlihat gigi-giginya yang putih bersih, gelembung air keluar dari mulutnya saat gadis itu tertawa.
Wajahnya yang mempesona terlihat jernih di air, bibir cerinya yang tersenyum dan matanya yang sedikit menyipit membuat Wan Sheng semakin tergila-gila. Tiba-tiba ia berbalik, menaruh tangannya di pinggang Yuyu sementara matanya menatap wajah gadis itu.
Wan Sheng akan berbuat lebih jauh jika Yuyu tidak menunjukkan wajah pucat. Gadis itu kekurangan nafas.
Wan Sheng mengayunkan kakinya ke atas dan menuju permukaan.
"Fuah!" Yuyu segera mengambil nafas sebanyak mungkin. Wajah cantiknya memerah karena terlalu lama menahan nafas.
__ADS_1
Padahal saat menemani Wan Sheng bertempur di luar angkasa, ia sering keluar dari pesawat dan menahan nafas dengan waktu yang lama, tapi entah kenapa saat ini ia tidak bisa menahannya lebih dari sepuluh menit.
Tangan rampingnya memeluk erat leher Wan Sheng, takut tenggelam lagi ke air dalam. Tapi karena Wan Sheng membalikkan tubuhnya tadi, Yuyu memeluknya dari depan.
Wan Sheng tetap membiarkan Yuyu mengambil nafas dulu selama beberapa menit.
"Merasa lebih baik?" Tanya Wan Sheng.
"Mnn." Gumam Yuyu lemah.
"Ingin naik ke kapal dulu?" Tanya Wan Sheng.
"Mnn." Yuyu kembali bergumam.
"Baiklah."
Wan Sheng bergerak menuju kapal. Menggendong Yuyu di punggungnya dan menaiki tangga kapal.
Sesampainya di kapal, Ia ingin mendudukkannya, namun Yuyu segera mencegah. "Biarkan seperti ini dulu."
Pelukannya menjadi lebih erat. Gadis itu memejamkan mata, menaruh dagunya di leher Wan Sheng. Menenangkan tubuhnya di tubuh hangat Wan Sheng.
Tubuh mereka yang terbuka saling menempel satu sama lain, mengakibatkan Wan Sheng kehilangan kendali sesaat sebelum Lian bertanya.
"Tidak perlu." Wan Sheng melambaikan tangannya. Menyuruh Lian pergi.
Tersadar, Wan Sheng membawa gadis itu ke tempat duduk rebah yang ada di kapal, memakaikannya handuk dan membaringkan tubuhnya di sana.
Pria itu duduk di sampingnya, melihat Yuyu yang telah membuka matanya.
"Bagaimana? Ingin melanjutkan?" Tanya Wan Sheng.
"Mmmm… aku menonton dari sini saja, ya," Ucap Yuyu.
"Nanti aku akan memberitahu jika aku ingin lagi."
"Apapun yang kamu mau." Wan Sheng tersenyum, mengelus rambut Yuyu dan merapikan sedikit poninya yang berantakan.
"Kau mau melihatku berenang?" Setelah itu, Wan Sheng bertanya lagi dengan nada bangga.
Sejak tadi dirinya tidak bisa dibilang berenang karena dia hanya mengayunkan kakinya untuk mengambang. Tentu saja berenang memiliki pesona tersendiri bagi yang melihatnya.
"Hmph! Kamu tidak akan lebih cepat dari orang-orang itu," balas gadis itu sambil menunjuk para pilot jet yang berdiri gagah seratus meter dari mereka.
"Kamu meremehkanku?"
__ADS_1
"Kalau iya? Aku tidak pernah melihatmu berenang di dunia kita, jangan omong kosong!" Gadis itu masih memasang senyum mengejek.
Tapi Pria itu diam-diam menyeringai senang.
"Jika aku bisa mengalahkan mereka? Apa hadiah yang kudapat?" Tantang Wan Sheng.
"Jika kamu bisa mengalahkan mereka? Aku akan memberimu…" gadis itu tampak berpikir. Tapi segera dipotong cepat oleh bisikan Wan Sheng yang terdengar tepat di telinga Yuyu.
"Satu ciuman setiap satu orang yang kukalahkan, oke."
Tidak menunggu jawaban Yuyu, Wan Sheng segera mengirim pesan ke telepon genggam anti air Ye Xiao, lalu terjun ke air.
'gonggong, ajak para pilot jet itu untuk turun ke air. Kita akan lomba berenang paling cepat'
'hadiahnya satu persen saham perusahaanmu✧◝(⁰▿⁰)◜✧'
'kamu juga boleh ikut, kalau gonggongku menang, hadiahmu lebih spesial ꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖♡'
Sepuluh meter dari kapal. Kantong celana Ye Xiao tiba-tiba bergetar dan bersuara keras.
"Gonggong-gonggong, ada pesan untukmu" suara itu terdengar keras dengan nada yang genit.
Ye Xiao yang mendengarnya menjadi panik. Apalagi tatapan aneh dari Risa Na tidak bisa tidak membuatnya canggung.
Pria itupun terkejut setelah membacanya.
Apalagi yang ingin dia lakukan!?
Tapi melihat kalimat terakhir Wan Sheng, Ye Xiao juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Saat itu, sahamnya naik tujuh persen hanya dalam hitungan detik, jika ia mendapat hadiah lain dari Wan Sheng, itu haruskan sesuatu yang spesial!
Berada di air, Ye Xiao juga melihat pesan kedua, tentang satu persen saham perusahaannya. Walaupun berat, ia masih bisa memberikannya.
Lagipula Ye Xiao yakin tentang kemampuan berenangnya, itu tidak kalah dari para tentara profesional, bahkan sedikit melebihi mereka.
Sebagai Presdir perusahaan besar, pastinya ia juga dilatih dalam bidang militer selain akademik, jadi kemampuan-kemampuan dasar para tentara, Ye Xiao juga memilikinya.
Setelah mengambil keputusan, Ye Xiao mengirim pesan tersebut pada para pilot jet disana. Mendengarnya, tentu saja pilot-pilot itu tidak akan percaya, tapi Ye Xiao juga tidak akan membohongi mereka.
Para tentara terlatih itu pun segera berkumpul di depan kapal pribadi Ye Xiao. Masing-masing dari mereka menyimpan harapan untuk menang.
Satu persen saham perusahaan gong!
Itu adalah hadiah yang tidak bisa mereka tahan.
Risa Na juga mengetahui apa yang terjadi saat Ye Xiao menjelaskannya. Dengan wajah imutnya, ia berkata. "Tidak ada kamar bersama jika kamu kalah."
__ADS_1