Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 17


__ADS_3

Wan Sheng turun setelah memberi sopir taksi itu lima ratus yang tadi dan menambahnya seratus yuan lagi. Sungguh jumlah yang besar hanya untuk perjalanan beberapa kilometer. (Lima ratus yuan berkisar satu juta rupiah)


Sopir taksi itu hanya mengangguk-ngangguk seperti orang bodoh. Keterkejutannya telah menelan sikap sopannya yang seharusnya dia tujukan pada Wan Sheng. Saat Wan Sheng pergilah dia baru menggigit bibirnya,


“Bodoh! Kenapa aku tidak memberi nomor teleponku agar dia bisa memesanku setiap naik taksi!” Sopir itu berteriak sambil memukul dirinya sendiri. “Padahal jika aku bisa membuat koneksi dengannya… Bodoh! Bodoh! Plak! Plak!...


Sebenarnya rata-rata harga taksi per kilometer hanyalah 3,5 yuan saja. Itu sebabnya saat Wan Sheng memberi enam ratus yuan sama dengan tarikannya selama beberapa hari digabungkan.


Sopir taksi itu menghentikannya agak jauh dari hotel, dia takut tidak diperbolehkan masuk menimbang itu merupakan hotel berbintang tinggi.


Jadi Wan Sheng harus puas dengan berjalan beberapa menit hingga sampai di pintu hotel. Jika Wan Sheng bukan pembunuh di dunia lain, tentunya ia tidak akan mengetahui cara bermain dengan orang kaya.


Melalui pintu hotel, Wan Sheng masuk dengan tenang. Tidak ada drama yang terjadi antara dirinya dengan penjaga. Biasanya, di novel-novel, saat penjaga melihat seseorang yang memasuki hotel memakai baju lusuh, pasti mereka akan mengusir mengejeknya.


Namun itu tidak terjadi di hotel ini, mereka sama seperti rumah lelang Kerajaan Biora. Karena takut menyinggung seseorang yang kuat, mereka akan menyambut semua tamu yang masuk dengan sopan sebelum mencari identitasnya dengan rinci.


Pelayan hotel bintang tinggi memang berbeda! Batin Wan Sheng, bagaimana tidak? Saat dirinya masuk, dia sudah disuguhi berbagai minuman dan makanan ringan, Para pelayan yang semuanya cantik, dan pelayan laki-laki yang menawarkan membawa tasnya. Padahal baju Wan Sheng masih baju yang sama sejak dia keluar dari asrama, kaos tipis putih dengan noda tinta.


Saat para pelayan menyambutnya, kamera CCTV akan menyorot wajahnya dan segera mencocokkannya dengan semua data penduduk di china dan beberapa orang penting dari negara lainnya.


Namun saat Wan Sheng masuk, satu-satunya data yang muncul adalah identitasnya sebagai seorang pelajar dari universitas laut dalam. Sedangkan identitas Yuyu tidak diketahui karena penutup wajahnya.


Mendadak sekelompok pelayan berbaris di depan pintu. Mereka tampak ribut antara satu sama lain.


“Dikabarkan kita akan kedatangan pengunjung terhormat hari ini!”


“Aku mendengarnya dari Manajer Na itu adalah Presdir Gong Ye Xiao.”


“Gong Ye Xiao! Astaga, walaupun hotel kita merupakan yang terbaik disini apakah itu sampai Presdir Gong untuk datang kesini?”


Keluarga Gong hanya terdiri dari dua orang. Kakek Gong dan anaknya, Presdir Gong Ye Xiao. Namun bisnis turun temurun keluarga Gong dikabarkan telah ada sejak Dinasti Tang sebagai keluarga besar.


Dan hingga saat ini, mereka telah menguasai sebagian besar pasar China. jika dibandingkan dengan keluarga Hao, keluarga Gong berada di urutan lima besar negara.


Pelayan wanita berbaris di sisi kanan sementara pelayan pria berbaris di sisi kiri. Salah seorang pelayang wanita menceletuk pelan, “Andai aku bisa menjadi wanita Presdir Gong…


“Presdir Gong adalah orang yang kejam dan dingin, apalagi terhadap wanita.” Pelayan di sebelahnya membalas.


“Tapi menurut rumor, Presdir Gong memiliki hubungan dengan seorang wanita yang masih bersekolah di perguruan tinggi. Sebenarnya apa yang spesial dari wanita seperti itu?” Balas pelayan pertama sengit.


“Entahlah, mungkin semua orang terkenal mempunyai selera cinta yang aneh. Kau tahu Presdir Jiang, dia menikahi Office Girl-nya sendiri. Bayangkan kasta teratas, menikahi kasta terbawah, Hahaha, jika aku bisa menjadi pembantu wanita itu, aku tidak akan mati tanpa penyesalan.” Pelayan kedua tertawa kecil, namun sebuah pandangan tajam mendadak terarah kepadanya.


“Ulangi yang kau bicarakan!” Itu adalah seorang pria yang sangat tampan memakai jas hitam, di sampingnya ada seorang wanita yang tangan pria itu melingkarkan ke pinggangnya.

__ADS_1


“Ye Xiao, sudah, jangan marah. Aku tidak apa-apa kok.”


Wanita di sebelahnya berkata khawatir, wajahnya sangat tulus tanpa ada satupun kebohongan. Dia jujur khawatir Gong Ye Xiao menyiksa pelayan itu.


“Kamu selalu seperti ini, lalu dimana image-ku sebagai seorang yang melindungi pasangannya. Kamu mau orang lain bilang, ‘Presdir Gong yang terkenal tidak bisa melindungi pasangannya sendiri’.” Gong Ye Xiao membentuk wajah memohon yang lucu, seperti anjing kecil yang menggemaskan.


“Sudah-sudah, nanti kuberi hadiah sebagai gantinya.”


“Yey! Risa-ku memang yang terbaik!” Gong Ye Xiao masih meneruskan wajah lucunya.


Seorang pelayan, bukan. Pemilik hotel sendiri yang menyambutnya di depan pintu. Dengan wajah elegan, pemilik hotel itu yang seorang wanita mempersilahkan Gong Ye Xiao masuk. “Presdir Gong, disini…


Gong Ye Xiao masuk dengan lift, dia melirik Wan Sheng dan gadis berkacamata hitam di sampingnya sekilas sebelum memasuki lift. Wan Sheng dan Yuyu ditahan sementara hingga Presdir itu sampai di kamar yang dipesan.


Setelah Gong Ye Xiao sampai ke atas, barulah pelayan-pelayan itu bubar. Salah satunya menyambut Wan Sheng. “Tuan, pesan kamar anda disini.”


Wan Sheng melangkah ke resepsionis hotel. Wajahnya tetap tenang tanpa menunjukkan perubahan apapun.


Sebenarnya sifat Wan Sheng yang tenanglah yang membuat para pelayan tetap menghormatinya. Terlalu banyak orang penting yang menutup identitasnya disini.


“Beri aku kamar ini.” Wan Sheng menunjuk salah satu kamar.


“!!!” Baik pelayan maupun resepsionis hotel terkejut, karena Wan Sheng memesan kamar President Suite, kamar termahal di hotel ini, kamar yang sama ditempati oleh Presdir itu.


Resepsionis itu tidak mengejek Wan Sheng, ia hanya berkata harga yang harus dibayar adalah sekian, dan dengan cepat dibayar oleh Wan Sheng. “Terimakasih.” Wan Sheng mengakhirinya dengan acuh tak acuh.


Setelah seorang pelayan mengantarkan Wan Sheng menaiki lift, Pelayan yang masih berada di bawah menjadi ribut.


“Siapa orang itu.” Pelayan bertanya pada Manajer Na.


“Kau tahu, kamu harus lebih berhati-hati terhadap orang seperti itu dibanding Presdir Gong.” Manajer Na membalas dengan saran.


“Kenapa? Apakah identitas orang itu lebih tinggi?”


“Tidak, belum tentu pengaruhnya lebih besar dibanding Presdir Gong, namun orang-orang seperti itu biasanya berasal dari dunia bawah.” Manajer Na lebih berpengalaman di bidang ini tentu mengetahui bagaimana menyeramkannya orang dunia bawah. Mereka lah satu-satunya yang bisa disebut penguasa sejati di bumi ini.


Pasar gelap, pembunuh bayaran, perjudian, semua itu merupakan produk dari dunia bawah.


“Pokoknya kamu harus lebih berhati-hati terhadapnya.” Wajah Manajer Na menjadi gelap, “Dan jangan sampai ada yang menyinggungnya!”


“B-baik!”


Pelayan itu mengantarkan Wan Sheng hingga ke kamarnya. Sebelum pergi, dia berkata jika ada sesuatu yang dibutuhkan bilang saja padanya.

__ADS_1


Kamar ini layaknya sebuah rumah mewah, Pemandangan yang langsung mengarah ke laut dan gunung sekaligus, udara sejuk di teras. Bahkan Wan Sheng bisa melihat kaca di hotel ini merupakan kaca anti peluru, ini membuktikan hotel ini memprioritaskan keamanan.


Kamar hotel kedap suara. Suara apapun yang berasal dari luar tidak akan masuk kedalam dan suara dari dalam tidak akan bisa keluar, satu-satunya penghubung antara kamar dan dunia luar hanyalah jendela dan sebuah bel.


Wan Sheng menghela nafas, akhirnya ia bisa beristirahat sejenak.


Melemparkan dirinya ke kasur, Wan Sheng juga menyuruh Yuyu ikut tidur di sebelahnya. Gadis itu seperti biasa hanya mengangguk. Namun mendadak dia teringat sesuatu.


“Wan Sheng! Bukankah sekarang saatnya menjelaskan semuanya!” Yuyu mengatakannya sambil tidur di samping Wan Sheng, matanya saling bertatapan satu sama lain.


Akhirnya datang juga… Wan Sheng menghela nafas.


“Baiklah, Kamu ingin mulai darimana.”


“Ceritakan semuanya!”


“Ha… jadi…


Wan Sheng pun menceritakan semua pengalamannya dari awal hingga akhir, tak ada satupun yang disembunyikannya. Dia merasa Yuyu berhak tahu tentang kematian Wan Sheng lama, munculnya Wan Sheng baru dan lainnya.


Wan Sheng juga menceritakan tentang lubang hitam yang menyedotnya dan bayangan-bayangan kabur.


“Huang Yu!” Yuyu berteriak saat nama itu disebutkan.


“Itu nama aslimu kan?” Wan Sheng tahu karena dalam ingatannya wajah gadis itu sama persis dengan wajah Yuyu.


“Tapi kenapa kamu bisa tahu ingatan dari Wan Sheng?” Yuyu bertanya pelan.


“Aku juga tidak tahu.” Balas Wan Sheng, sebelum melanjutkan. “Jadi apakah hubungan kita akan selamanya seperti ini…?” Wan Sheng menatap sendu, wajahnya menjadi sedih.


Jika hubungannya dengan Yuyu akan terus seperti ini…


Jadi untuk apa semua itu? Dia hanya mengharapkan Yuyu, bukan keterampilan yang bisa menguasai dunia.


“”Hmm…


Mendadak Yuyu mendekatkan wajahnya, sangat dekat hingga nafas mereka mengenai satu sama lain. “Biarkan aku terbiasa dulu, tapi aku juga akan menjadi gadis kamu selamanya.”


“Dan aku juga akan belajar bahasa dunia ini!” Yuyu mengepalkan tangan.


“Apa ada cara untuk menguasai bahasa dalam sekejap?” Wan Sheng tidak bisa tidak bertanya, jika ada, itu akan sangat menghemat waktu.


“Di duniaku memang ada alat seperti itu, tapi jika dunia ini seperti yang kamu katakan tadi, sepertinya tidak ada. teknologi disini sangat mengenaskan!”

__ADS_1


“Oh! Tapi jangan khawatir, aku ini termasuk orang yang pintar.” Yuyu menunjuk dirinya sendiri dengan bangga. Wajahnya menjadi riang kembali, membuat Wan Sheng juga menjadi lega.


Untungnya hubungan mereka tidak sepenuhnya memburuk. Walaupun cintanya untuk Wan Sheng lama, mungkin lama kelamaan Yuyu akan menerimanya juga.


__ADS_2