Story With 100 Genres

Story With 100 Genres
Eps 13


__ADS_3

“Ha!” Perasaan familiar yang telah Wan Sheng lalui beberapa kali. Dengan cepat Wan Sheng melihat sekelilingnya kalau-kalau ia berada di kamar asramanya. Ternyata memang benar! Dia berada di kamarnya!


Jam masih menunjukkan pukul setengah lima pagi, dan saat Wan Sheng melihat jam digital di kamarnya, itu masih hari yang sama sejak ia pertama kali meninggalkan dunia ini. Semua yang dia lalui di dunia Kerajaan Biora, nyatanya hanya menghabiskan beberapa jam di dunia ini!


Ren Jian telah meninggalkan komputernya untuk tidur. Yu Qian dan Zhou Yi juga terbaring di ranjangnya masing-masing. Hanya satu teman Wan Sheng lagi yang belum kembali, mungkin klubnya mempunyai sebuah acara penting.


Wan Sheng kembali terpikir keadaannya terakhir kali sebelum ia kembali ke kamarnya. Dia sedang terjebak dalam gas merah lalu kepalanya terasa sakit dan pandangannya menjadi gelap. Kemudian adegan itu?


“Siapa pula yang tidur di ranjangku?” Wan Sheng mendengus kesal melihat selimutnya mengembang tanda ada seseorang di dalamnya.


Dengan keras, Wan Sheng membuka selimut tersebut hingga sebuah kata meluncur dari mulutnya. “Y-YUYU!?”


Kenapa bisa ada dia disini!?


Bukan! Kenapa dia bisa pindah kesini!?


Yuyu terlihat tertidur lelap di kasur Wan Sheng. Untungnya semua orang sedang tertidur, jadi tidak ada yang akan mengira Wan Sheng adalah seorang pria brengsek. Wan Sheng dengan cepat membuka selimut. Tentunya dia akan membangunkan Yuyu dan membawanya pergi.


“Yuyu! Yuyu!” Wan Sheng menjaga suaranya sepelan mungkin agar tidak membangunkan lainnya. Namun ternyata gadis ini tidak bangun setelah Wan Sheng menggoyangkan tubuhnya beberapa kali.


“Hap!” merasa tidak tega, Wan Sheng memutuskan membawa gadis itu di punggungnya. Kakinya dia kaitkan ke tangan, lalu pergi keluar.


“Jika aku keluar saat ini, penjaga asrama akan melihatku.” Penjaga asrama adalah seorang wanita tua yang keibuan, dan jika dia kebetulan melihat Wan Sheng membawa seorang wanita ke kamar tidurnya… Wan Sheng bergidik membayangkannya.


Pernah suatu ketika Yu Qian berpamitan dengan pacarnya di depan asrama pria dan wanita tua itu segera berteriak keras, yang menarik perhatian seisi asrama. Tentunya Wan Sheng tidak ingin kejadian itu terjadi pada dirinya jadi Wan Sheng memutuskan untuk keluar lewat jendela.


Kamar Wan Sheng berada di lantai ke-tiga. Wan Sheng yang dulu tidak mungkin berani melompatinya, namun siapa Wan Sheng yang sekarang? Dia adalah pembunuh Rank B yang bisa meledakkan ribuan pesawat dalam keadaan hampir mati, jadi ada apa dengan melompat setinggi empat meter?


Membuka jendela, angin malam bersemilir melewati rambut panjangnya. Bulan masih purnama seperti saat ia kembali dulu, namun agak tertutup awan mendung.


Itu adalah jam lima pagi saat Wan Sheng melompat jendela.


Hup! kakinya mendarat di tanah tanpa satupun cedera, Yuyu di gendongannya sedikit terganggu karena goncangan namun Wan Sheng akan lebih senang jika Yuyu bangun.


Wan Sheng mulai melangkahkan kakinya dengan hati-hati agar tidak terlihat oleh siapapun.


Tanpa pikir panjang, Wan Sheng berjalan ke jalan besar tempat biasanya Wan Sheng membeli minuman ringan, yaitu toko super lengkap. Toko itu sedang bersiap-siap untuk buka dilihat dari lampunya yang setengah menyala.


Wan Sheng terus berjalan hingga matahari terbit. Langit mulai terang, dan matahari telah muncul setengahnya.


Ia melihat jam tangannya. Saat ini jam 6. Kelas pagi akan dimulai dua jam lagi. Wan Sheng tidak tahu harus berbuat apa selama dua jam ini. Ia hanya berputar-putar di taman sejak tadi.


“Hoam…


Yuyu menguap di punggung Wan Sheng. Matanya setengah terbuka.


Ia melihat sekelilingnya dan menemukan dirinya berada di tempat asing. “Wan Sheng… kita dimana?”

__ADS_1


Namun rasa kantuk dengan cepat membuat gadis itu tidak peduli. Sebenarnya punggung Wan Sheng sangat hangat membuatnya ingin tidur lebih lama.


Melihat Yuyu telah bangun, Wan Sheng mencari kursi di taman dekat universitas. Taman tersebut adalah taman umum, biasa dipakai untuk jogging atau olahraga ringan lainnya. Di samping taman adalah sebuah lapangan sepakbola dan lapangan basket tempat bermain para mahasiswa.


Biasanya jam enam ke atas banyak warga sekitar maupun mahasiswa yang melakukan jogging. Mereka ingin menyegarkan diri sebelum memulai aktivitas harian.


Seperti saat ini, entah kebetulan atau telah direncanakan. Itu adalah teman satu asrama Wan Sheng yang sedang berlari ringan. Di putaran pertama ia tidak melihat Wan Sheng, namun di putaran kedua ia melihat Wan Sheng dengan seorang gadis yang kepalanya tertunduk.


Wan Sheng sedang di kursi taman saat seseorang memanggilnya.


“Wan Sheng!?” Itu adalah Gu Jidong, teman satu asrama Wan Sheng yang mengikuti klub beladiri.


Gu Jidong merupakan salah satu pria tertampan di universitas. Dirinya hanya kalah oleh Hao Ren, yang merupakan seorang tuan muda dari keluarga besar.


Gu Jidong menatap kaget Wan Sheng, pasalnya Wan Sheng sangat jarang pergi ke taman universitas, apalagi berolahraga. Dan sebenarnya rambut Wan Sheng sepanjang itu?


“S-siapa gadis itu?” Gu Jidong bertanya pelan. Wajahnya yang tampan menjadi semakin tampan saat keringat mengalir turun.


Wan Sheng melihat Yuyu, gadis itu telah bangun sejak Wan Sheng mendudukkannya di kursi taman. Namun ia belum bicara apapun.


Dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya, Wan Sheng menjawab. “Sssttt! Dia pacarku.”


“P-pacar!” Gu Jidong sangat terkejut. Wan Shen yang seorang introvert memiliki pacar!


Satu asramanya tahu, jika ada orang yang paling tidak bisa mendapatkan hati wanita manapun, itu adalah Wan Sheng. Dia hanya pecinta novel tanpa satupun kelebihan. Jadi wanita seperti apa yang ingin menjadi pacarnya?


Tiba-tiba dari arah belakang Gu Jidong datang seorang wanita cantik.


“Jidong! Tunggu aku hah… hah…” Wanita tersebut memakai training ketat. Rambutnya diikat kebelakang, membuatnya bergoyang saat wanita itu berlari.


Jika Wan Sheng ingat, wanita ini merupakan seorang dosen di kelas mekatronika. Jadi rumor tentang Gu Jidong berpacaran dengan pengajar benar-benar benar. Pikir Wan Sheng.


“Jidong, Hah.. Larimu cepat sekali Hah..” Dosen wanita itu bernama Su Han, wajahnya seperti seorang selebritis. Wanita itu terengah-engah sambil memegangi dadanya.


Su Han memanggil Gu Jidong beberapa kali, namun pria itu tidak menjawab. Baru setelah Su Han menepuk pundaknya, Gu Jidong sedikit bereaksi. Tapi hanya itu saja, ia sama sekali tidak memalingkan wajahnya ke Su Han.


“Hei Jidong! Sebenarnya siapa yang kau pikirkan!” Su Han menggembungkan pipinya kesal.


Tapi mendadak darah mengucur dari hidung Gu Jidong, lalu menetes hingga dagunya. Gu Jidong sendiri juga tidak mempercayai pandangannya saat ini.


Proporsi tubuh yang segalanya sempurna, bibir merah tipis bagai apel matang, wajahnya bahkan seperti tidak memiliki pori-pori, putih dan bersih.


Lalu ke atas adalah matanya, layaknya langit berbintang. Bola matanya berwarna hitam sepenuhnya, namun memiliki banyak bintik-bintik putih di dalamnya, menjadikan mata Yuyu seperti langit berbintang.


Gu Jidong merasa ia sedang melihat seorang bidadari yang turun dari kahyangan untuk memberi rahmat pada manusia. Di dahi Yuyu ada sebuah gambar bunga lotus, menambah pesona tersendiri baginya.


Sebiasa-biasanya wajah Wan Sheng, saat ia diletakkan di sebelah Yuyu akan menjadi sedikit lebih tampan.

__ADS_1


Tangan Gu Jidong terangkat, bergerak sendiri tanpa bisa ia kendalikan. Li Tuning mungkin lebih ahli menghadapi wanita, namun Gu Jidong hal lain. Ia tidak bisa mengendalikan pikirannya saat ini.


Di sisi lain, Yuyu tidak mengerti satupun kata yang diucapkan teman Wan Sheng jadi ia hanya berdiam diri dan tanpa sadar memegang tangan Wan Sheng. Gadis itu bukan berasal dari dunia ini, dan bahasa mandarin bukanlah sesuatu yang ia mengerti.


Saat tangan Gu Jidong tersisa beberapa sentimeter. Wan Sheng segera melayangkan pukulan ke wajahnya.


Bug!


Gu Jidong mundur beberapa langkah. Saat ini akhirnya dirinya terbangun dari fantasinya. Gu Jidong memegang pipinya yang sedikit lebam sebelum berkata.


“Eh, m-maaf.” Gu Jidong menggaruk kepalanya, namun masih sedikit mencuri pandang ke arah Yuyu.


Su Han juga tidak mempunyai alasan untuk marah pada Gu Jidong karena dirinya sendiri juga kagum akan kecantikan Yuyu.


Su Han yang biasanya dipuji-puji karena kecantikannya kini merasa malu. Jika dibandingkan, bahkan ia tidak bisa dibandingkan dengan seperempatnya Yuyu.


Merasa kesal, Wan Sheng bangun dari duduknya. Ia mengganti bahasanya lalu membisikkan sesuatu ke telinga Yuyu.


“Ayo pergi dulu.”


“Mn!” Yuyu membalasnya dengan anggukan kecil. Lupakan kejadian di planet merah, saat ini ia harus mengikuti Wan Sheng lebih dahulu.


Keduanya berjalan ke luar taman. Jam telah menunjukkan pukul tujuh, dengan kata lain Wan Sheng telah berada di taman selama satu jam.


“Aku akan memberitahu Zhou Yi saja.” Wan Sheng memutuskan untuk meninggalkan semua kelas hari ini. Namun ia baru menyadari ponselnya tidak ada. Jadi Wan Sheng tidak jadi melakukannya.


Begitu Wan Sheng melangkahkan kakinya, tiba-tiba ia mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari samping.


Itu adalah suara segerombolan gadis. Wan Sheng bisa menghitung ada lima hingga enam orang gadis disana. Mereka semua memakai celana pendek dan baju yang lebih terbuka dibanding Su Han.


Semua orang termasuk Gu Jidong melihat ke sana. Seseorang berlari dengan cepat, diikuti segerombolan gadis tersebut.


“Sial!” Wan Sheng baru saja ingin menunggu gerombolan ini lewat, tapi ia tidak menyangka akan ada Hao Ren disana.


Jika digambarkan, karakter Hao Ren mirip seperti tokoh dalam novel-novel percintaan miliarder. Sifatnya sangat dingin dan tidak pernah dekat dengan satupun wanita. Setiap wanita yang mengucapkan suka padanya akan ditolak dengan kasar.


Bahkan Hao Ren pernah membuat wanita menangis karena kata-katanya yang sangat kasar. Namun itu tidak membuat patah semangat wanita lainnya, satu karena wajahnya sangatlah tampan, dan kedua keluarganya adalah keluarga Hao.


Itu bisa dilihat dari gerombolan gadis itu, walaupun mereka mengikuti Hao Ren, mereka juga menjaga jarak satu meter darinya.


Hao Ren berhenti untuk mengambil nafas, gadis di belakangnya juga berhenti, mereka berpura-pura minum.


“Gu Jidong, Oh! ada Dosen Su juga disini!” Melambaikan tangan, Hao Ren tampak senang. Gu Jidong dan Hao Ren sama-sama berada di dalam klub beladiri, jadi hubungan antara keduanya tidaklah renggang.


Gu Jidong memutuskan mengalihkan perhatiannya ke Hao Ren, walaupun bayangan Yuyu masih terus hinggap di pikirannya. Su Han juga demikian, tapi gadis apa yang bisa menjadi secantik itu? Dan dia adalah pacar temannya Jidong?


Sambil mengeluarkan botol air, Hao Ren duduk di kursi yang sebelumnya diduduki Wan Sheng. Tuan muda itu melihat Wan Sheng membawa seorang gadis. Namun Hao Ren tidak peduli, lagipula dia tidak mengenal Wan Sheng.

__ADS_1


__ADS_2