
Aplikasi pesan singkat Ye Xiao kembali muncul.
'gonggong, coba ganti destinasi kesini, oke'
'(☞゚∀゚)☞ (photos)'
Padahal tujuan mereka hanya berjarak lima belas menit lagi. Tapi Ye Xiao membalas cepat.
'baik tuan'
Pria itu melihat foto destinasi dan mengkliknya. Disana tertera gambar dan deskripsi singkat tempat tersebut.
Tempat itu berada di kepulauan di tengah Samudera Pasifik. Anehnya tempat itu tidak terdapat di peta dan diluar kawasan internasional, yang berarti itu merupakan tempat bebas hukum.
Kepulauan itu memiliki sekitar seratus pulau di dalamnya. Masing-masing pulau rata-rata memiliki luas sebesar sebuah desa, kecil saja.
Namun, anehnya lagi, Kepulauan itu hanya berjarak setengah jam dari lokasi mereka. Sebenarnya darimana dia mendapatkan lokasi tempat ini? Ye Xiao bertanya-tanya.
Akhirnya Ye Xiao memerintahkan pilotnya untuk mengubah tujuan mereka. Para pesawat jet di sekelilingnya juga mengikuti. Menuju lokasi baru yang Ye Xiao lihat di gambar bernama.
'Kepulauan Yuyu'
"Yah, nama yang aneh." Ye Xiao menggumam pelan.
Ye Xiao menghabiskan setengah jam itu dengan tidur singkat. Ia baru terbangun saat suara debur air terdengar keras.
Pesawat itu telah mendarat di laut. Pilot merangkap nahkoda itu melepaskan jangkar untuk menahan pesawat yang telah berubah menjadi kapal.
Pesawat-pesawat jet tadi juga ikut mendarat di belakang pesawat Ye Xiao. Mengapung pelan.
Di depan mereka terhampar pemandangan sebuah pulau yang seluruhnya tertutupi pohon. Di samping pulau itu ada juga sebuah pulau yang memiliki pantai yang landai. Dan puluhan pulau lainnya sejauh mata memandang.
"Kepulauan Yuyu." Ye Xiao tidak bisa tidak berdecak kagum. Pemandangan disini jauh lebih menarik dibanding banyak pulau terindah di dunia seperti Bali atau kepulauan Palawan.
Risa Na yang bangun dari tidurnya juga ikut memuji tentang betapa indahnya Kepulauan ini.
"Kepulauan Yuyu?" Tanya Risa Na.
"Ya, itu nama kepulauan ini," balas Ye xiao
Keduanya segera melangkahkan kakinya ke pintu kamar. Berusaha menghirup udara segar yang dihasilkan ribuan pepohonan di pulau ini.
Dari kamar mereka sendiri ada sebuah pintu samping yang tidak mengarah ke ruang tamu, jadi Ye Xiao dan Risa Na bisa keluar dari situ.
Persis saat keduanya keluar, udara segar menerpa mereka. Perpaduan angin laut dan oksigen hutan serta dinginnya pagi membuat mereka terombang-ambing dalam kenyamanan.
Ini bahkan belum jam tujuh. Mereka baru mengetahui indahnya laut adalah saat pagi hari.
Baru setelah teriakan-teriakan kecil terdengar, mereka tersadar dari lamunannya.
Ye Xiao dan Risa Na segera berlari ke arah pintu keluar ruang tamu tempat Wan Sheng berada. Takut keduanya mendapat masalah, tapi mereka tidak menduga bahwa setelah sampai, mereka dikejutkan dengan pemandangan yang fantastis!
"Wan Sheng! Segera ganti pakaianku!" Yuyu menarik ujung baju Wan Sheng dengan malu-malu.
"Tidak perlu, kenapa kau sangat pemalu?"
"Pakaian apa ini? Ini sangat terbuka!" Wajah Yuyu menjadi merah. Apalagi saat Ye Xiao dan Risa Na datang, wajah Yuyu menjadi lebih merah.
__ADS_1
"!!!" Baik Ye Xiao atau Risa Na sangat-sangat terkejut. Mungkin Ye Xiao tidak pernah melihat wajah asli Yuyu, tapi bahkan Risa Na yang telah melihatnya kini kembali terkagum-kagum dengan Yuyu.
Wan Sheng memakaikan pakaian renang terbuka pada Yuyu, yang membuatnya menampilkan sembilan puluh persen lekuk tubuhnya.
Itu juga mengapa ia memilih destinasi laut, sebenarnya ia memilikinya tujuannya tersendiri.
Wajahnya yang merah merona, tanda lotus yang unik di dahinya, kaki yang panjang bagai marmer putih tanpa noda, dan perut langsing yang terbuka.
Rambutnya panjangnya dikuncir ke belakang. Menyisakan rambut yang menjulur hingga lehernya, terlihat mempesona.
Semua penampilan itu membuat Ye Xiao dan Risa Na terkejut. Wajah mereka berdua ikut memerah. Apalagi Ye Xiao, dia belum pernah melihat wajah asli Yuyu, jadi saat ia disuguhkan lebih dari wajahnya, itu membuatnya hampir pingsan.
Apakah dia seorang bidadari?
Bahkan bidadari tidak akan lebih cantik dari ini!
Mendapat tatapan penuh dari dua orang itu, Yuyu hanya bisa bersembunyi di balik punggung Wan Sheng.
Walaupun gadis itu sering mendapat tatapan seperti ini. Dia tetap tidak pernah terbiasa. Apalagi menampilkan bagian tubuhnya seperti saat ini.
"Ayolah Yuyu, kita akan berenang setelah ini," ucap Wan Sheng dengan bahasa yang tidak dimengerti Ye Xiao.
"Tapi… tapi… dengan pakaian seperti ini?"
"Akan kutemani, ayo." Wan Sheng memegang tangan Yuyu, lalu menghadap ke Ye Xiao.
"Terimakasih untuk pilihan pakaiannya, itu sangat stylish. Aku akan membalasnya nanti, oke," ucap Wan Sheng sambil tersenyum samar. Memakai bahasa yang kali ini tidak dimengerti Yuyu.
Disisi lain, Risa Na yang mendengar itu segera memandang Ye Xiao dan berkata dengan wajah mengejek. "Cab*l!"
Itu adalah pakaian renang biasa! Bahkan Risa Na sering memakainya. Hanya karena orang seperti Yuyu yang memakainya membuat penampilannya berbeda seratus delapan puluh derajat.
"Tunggu, Wan Sheng, coba kamu panggilkan mereka." Yuyu menunjuk Ye Xiao dan Risa Na, namun tubuhnya tetap berlindung di balik punggung Wan Sheng.
"Mengapa?" Tanya Wan Sheng.
"Aku ingin mencoba sesuatu." Yuyu tersenyum malu-malu.
"Kalian, coba mendekat sebentar." Wan Sheng segera menyuruh keduanya mendekat.
Saat Risa Na dan Ye Xiao sampai di hadapan Wan Sheng. Yuyu perlahan keluar dari balik punggung Wan Sheng dan menempelkan telapak tangannya pada Risa Na.
Cahaya putih tiba-tiba terbentuk. Perasaan yang keluar dari cahaya itu lembut dan penuh ketulusan, lalu dengan satu percikan kecil, Yuyu melepas telapak tangannya dari Risa Na.
"Bagaimana?" Tanya Yuyu setelah melakukannya.
"Ini… ini sangat luar biasa. Aku merasa tubuhku menjadi lebih segar dan perasaanku menjadi lebih lembut." Risa Na berkata dengan ekspresi senang.
Namun perkataannya sontak membuat Wan Sheng dan Ye Xiao terkejut. Sejak kapan Risa Na bisa berbicara dengan bahasa dunia itu? Wan Sheng memandangnya dengan pandangan bingung.
"Kamu bicara apa Risa?" Ye Xiao bertanya dengan bahasa mandarin.
"Ah!" Tampak menyadari sesuatu, Risa Na juga terkejut. "Aku… aku… ini… aku tidak tahu. Ini seperti sebuah pengetahuan masuk secara tiba-tiba ke dalam kepalaku." Balasnya.
"Kau juga." Yuyu tidak menunggu. Ia juga menyentuhkan telapak tangannya pada dahi Ye Xiao. Kejadian yang sama terulang, Ye Xiao juga mendapatkan pengetahuan bahasa itu.
Ketiganya termasuk Wan Sheng berusaha mencerna hal tersebut. Tapi semakin dipikirkan ini semakin tak masuk akal.
__ADS_1
Ini membuat Wan Sheng penasaran. "Yuyu, bagaimana kau melakukannya!?"
"Aku juga tidak tahu. Kamu ingat mimpiku kemarin? Itu seperti ada yang mengejar-ngejar aku, lalu memberiku suatu keterampilan aneh." Yuyu menjelaskan dengan hati-hati.
Mendengarnya, Wan Sheng merasa sedikit tidak berdaya. Kini ia yakin Yuyu bukan seorang gadis biasa.
Wan Sheng pun menghela nafas dan berkata.
"Yah… apapun itu, kau tetap Yuyuku selamanya." Tangannya merangkul bahu Yuyu. Seperti takut kehilangan gadis itu.
"Mnn." Yuyu mengangguk. Tersenyum tulus.
"Baiklah, mari kita bersenang-senang." Mendadak Wan Sheng melompat dari kapal.
Byurrr!!!
Wan Sheng telah menceburkan dirinya ke air biru. Sensasi dingin segera menjalar ke seluruh kulitnya. Rambutnya yang panjang dikuncir ke atas, menampilkan wajah pria itu sepenuhnya.
Walaupun tidak tampan seperti Ye Xiao, gurat ketegasan di wajah Wan Sheng mempunyai pesona tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.
"Yuyu! Ayolah!" Wan Sheng berteriak dari bawah.
Gadis itu turun, kali ini melewati tangga kapal sambil malu-malu menatap Wan Sheng. Dia tidak akan pernah terbiasa dengan pakaian seperti ini.
Dia sedikit menyentuhkan kakinya, yang disambut perasaan menggigil.
"Ini sangat dingin!"
Di kota phenomenon, walaupun ada air. Tidak ada yang seluas ini. Berenang di dalam air adalah pertama kalinya bagi Yuyu.
Tentu dirinya tidak pernah berenang, jadi ia tidak tahu bahwa air laut ini memiliki kedalaman yang lumayan dan tidak bisa dijangkau oleh kakinya.
Sebenarnya ia pernah bermain di air kolam. Tapi itu di kerajaannya dulu yang jauh dari kota phenomenon dan kolam itu hanya setinggi pinggangnya. Jadi saat ia melepas pegangan tangga, gadis itu segera tenggelam ke bawah.
"Ah! Wan Sheng! Wan Sheng!" Dari air, Yuyu menggapai-gapai kan tangannya. Tentu saja ini membuat Wan Sheng panik, pria itu segera berenang ke arah Yuyu dan menopang tubuhnya di punggung.
Setelah tenang sesaat, Wan Sheng berkata.
"Aku lupa, meskipun kamu petarung yang ahli, tapi kamu tidak bisa berenang." Wan Sheng tertawa kecil. Menggodanya.
"Diam! Aku akan membuat kamu tenggelam!" Dibalas gadis itu dengan berpura-pura mencekik leher Wan Sheng kencang.
"Ah! Wan Sheng! Wan Sheng!" Seakan tak mau kalah, Wan Sheng menirukan teriakan Yuyu.
"Cukup! Jika tidak… jika tidak… aku akan naik saja."
"Baik, baik. Maafkan aku." Wan Sheng ganti memakai nada memohon. "Aku akan berhenti." Dan dia benar-benar berhenti! Menghentikan gerakan kakinya, membuat keduanya tenggelam bersamaan.
"Wan Sheng!"
Disisi lain, Risa Na dan Ye Xiao. Melihat keduanya dan tidak bisa menahan rasa iri. Hubungan mereka walaupun saling mencintai tidak pernah seakur ini.
Keduanya pasti memiliki suatu konflik yang diperdebatkan setiap hari. Melihat keromantisan Wan Sheng dan Yuyu. Risa Na dan Ye Xiao saling bertatapan, rona merah segera muncul di wajah keduanya.
Bahkan seorang anak muda bisa menunjukkan sisi baik hubungan mereka! Mengapa mereka yang memiliki banyak pengalaman tidak!?
Byurrr!!!
__ADS_1