
Sambil menunggu Sisca tiba di rumah ku, Aku menelpon Mamah ku untuk mengabarkan apa yang terjadi pada ku saat ini.
Sesaat setelah tersambung,,
"Mah,,," panggil ku pada Mamah ku
"Kenapa sayang" Mamah menjawab tlp ku
"Papah kemana???" tanya ku
"Udah tidur, Kenapa A" Mamah ku bertanya
( A, kepanjangan dari Aa, adik adiku memanggilku dengan sebutan Aa, asal kata dari Kaka )
"Besok Papah jangan berangkat kerja dulu ya , Mah,," ujar ku
"Mau ada apa??? kenapa emang???" tanya Mamah ku
__ADS_1
"Mas Dj sama Bapak mau kerumah, mau pulangin aku" aku memberitahu Mamah ku dengan suara tangis yang tertahan,,,
"Astaghfirullahal adzim, Lahaulawakuwata illabillah,, Pulangin dah kalau memang Dj sudah gak sayang sama anak Mamah, kalau memang Dj sudah ga cinta sama Anak mamah, Mamah rela, Mamah ikhlas Aa dipulangin, Mamah Redho dari pada setiap hari mamah denger Aa disakitin,,, Hati Mamah sakit A,,, " tutur Mamah ku sambil menangis
Disitu barulah tangis ku pecah, tangis yang sedari tadi ku tahan, akhirnya jebol juga. Bersamaan dengan tangis Mamah, begitupun dengan diri ku,,
Aku sudah tak mampu menahannya lagi,,
Aku menangis sejadi jadinya,,,
Dunia ku serasa runtuh, Suami yang begitu aku cintai ingin mencerai kan ku,,,
"Nanti Mamah bilang Papah ya, A,,, Aa yang tenang, yang sabar ya, Mamah Papah sayang Aa, Mamah dan Papah akan selalu ada buat Aa" berkata mamah ku sambil terus menangis,,
"Ga apa apa kalau memang Dj dan Bapak nya mau pulangin Aa ke Mamah, mending seperti ini dari pada setiap hari mamah denger Aa nangis karena perlakuan Dj ke Aa" mamahku melanjutkan,,
"YaaAllah, aku tau betapa sakit nya hati mu, mamah, anak yang begitu engkau sayang sekarang ingin diceraikan suami tanpa alasan yang jelas,,, maafkan aku karena gagal mempertahankan rumah tangga ku, mamah" kata ku dalam hati sambil terus terisak
__ADS_1
Sisca tiba dirumah ku sesaat setelah aku selesai telp mamah
"Mamah mana key???" tanya sisca pada key
"Mamah dikamar Bunda, masuk aja" jawab key
Sisca langsung masuk ke kamar dimana aku berada, dia langsung mengunci pintu kamar ku dan langsung memburu memeluk ku.
Tak ada sepatah katapun yang sisca ucapkan padaku, kami hanya saling berpelukan dan menangis.
Sisca adalah orang yang sedikit banyak tahu permasalahan ku dengan suami ku karena beberapa kali aku pernah menceritakan masalah ku kepadanya. Kami sudah lama saling kenal sejak sama sama tinggal di rumah lama, Gading.
Sisca sempat kaget waktu pertama kali mendengar masalah ku, karena yang Sisca tau, Suami ku adalah orang yang pendiam, ga banyak kata, suami ku bukan orang yang aneh aneh, makanya Sisca tidak percaya dengan semua masalah yang terjadi di rumah tangga kami, dan Sampai akhirnya aku akan di pulangin seperti ini.
"Mah, ko bisa jadi seperti ini masalahnya??" tanya sisca sambil terisak menangis ditelinga ku, karena sisca masih dengan posisi yang memeluk ku erat
"Gw gak tau sis, YaaAllah gw ga percaya sis ayah key bakal cerein gw" tangis ku semakin kencang, begitu putus asanya diri ku
__ADS_1
"Yang sabar ya, Mah,,, yang Ikhlas menerima semua ketentuan dan Takdir Allah, semoga ada banyak hikmah di dalam masalah yang tengah mamah hadapi sekarang ini " Sisca memberi pengutan kepada ku sambil terus menangis,,,