
Semua mata tertuju padaku saat itu, bingung,,,!!!
Tapi sepertinya mereka tahu apa yang terjadi padaku,,,
Umi buru buru memeluk ku untuk menenangkan ku, dan aku semakin terisak dipelukan Umi
"Sabar,,, sabarr,,, !!!! " Umi menguatkan ku
" Semuanya sudah berakhir Umi, mulai hari ini aku udah ga punya suami lagi, aku udah jadi janda Umi,,, " aku menangis dipelukan Umi
" Umi tau berat buat kamu, tapi yakin ini semua yang terbaik buat kamu,, kamu harus kuat yaa, terima semua dengan ikhlas,, " Umi menguatkan ku
Aku mengangguk dan menghapus air mata ku
Selesai makan kami kembali ke atas, ke ruang tunggu lantai 2 Pengadilan Agama. Sebenarnya aku bisa saja langsung pulang, karena kasus ku sudah selesai, tapi Cici dan Teh Rika melarang ku untuk lebih dulu pulang mereka masih mau ngobrol dan bercanda dengan ku.
Sesaat aku sedang ngobrol, tertawa bersama Cici dan Teh Rika, tiba tiba ponsel ku berdering, kulihat tertera nama Suami ku disana. Aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin mengangkat telepon itu, tetapi ponsel ku terus berdering,,,
" Angkat teh,,,!!!! " seru Cici padaku
" Gak mau ah, gw pasti nangis kalau ngomong sama ayah nya key " aku memberi alasan atas penolakan ku
" Udah angkat ajaa angkat, kita dengerin bareng bareng sebenernya ayah key mau ngomong apa sama teteh,,, " Teh Rika melanjutkan
__ADS_1
Aku memejamkan mata dan menarik nafas panjang, sesaat sebelum ku geser tombol hijau kearah atas,,,
Mereka kompak berseru,,,
" Loudspeaker teh,,,!!!!! " mereka seperti kompor meleduk
Ku geser tombol hijau dan terdengar suara diseberang sana mengucapkan salam,,
" Kenapa yah,,??? " sesaat setelah aku menjawab salamnya,,,
" Mamah dimana,,??" tanya nya
" Di Jalan " jawab ku berbohong
" Gak apa apa yah, kalau memang keputusannya harus begini, aku terima dan aku ikhlas,," aku menjawab sambil mencoba sekuat tenaga untuk menahan agar air mata ku tidak tumpah. Aku tidak mau suami ku mendengar aku menangis
" Ayah salah, mah,,, semua salah ayah,,, maaf ya mah,,,!!! " suami ku menangis sesegukan,,,
" Iya aku maafin, udah jangan nangis yah,,!!! " aku mencoba menenangkannya,,,
" Apa apaan ini, dia yang menceraikan aku kenapa dia yang menangis,,,??? tangis sedih atau tangis bahagia karena sudah berpisah dengan ku ??? " Pikir ku dalam hati
Aku buru buru memutuskan sambungan telponnya sebelum suami ku selesai bicara, dada ku sesak karena menahan tangis sedari tadi. Dan Cici memeluk ku, serasa tau apa yang akan terjadi pada ku,,,
__ADS_1
Aku menangis di pelukan Cici, rasanya hati ku sakit bangett,,,
Kenapa harus berakhir seperti ini,,,
" Aku bingung teh sama ayah key, kenapa dia yang ceraiin teteh terus dia yang nangis,, " tanya cici bingung
Aku hanya menggeleng, karena aku sama bingungnya dengan cici
Tidak berapa lama, aku pamit pulang pada mereka semua, karena aku harus menjemput Key sekolah. Tapi sebelum kesekolah key, aku berencana mampir kerumah sahabat ku dulu, Acha.
Acha sahabatku sejak 7 tahun lalu, kami bersahabat karena anak anak kami bersekolah di sekolah yang sama, sejak itu kami dekat, apapun masalah ku, aku pasti menceritakan padanya, tidak terkecuali dengan yang ini.
Sesaat setelah aku tiba dirumahnya,,,
" Bagaimana keputusannya, key,,,??? " tanya nya padaku, sambil duduk didepan ku. Dia tau kalau hari ini adalah putusan terakhir atas sidang perceraian ku dengan suami ku.
" Semua udah berakhir cha,,, " aku mencoba menahan tangis ku sekuat mungkin, tapi aku gagal,,,
Aku langsung menghambur kepangkuannya, aku nangis kejer dipahanya
Acha menarik nafas panjang,,,
Seakan merasakan sesak seperti apa yang aku rasakan,,
__ADS_1
" Astaghfirullahal adzim,,, yang sabar ya key " Acha mengusap kepala dan punggung ku, dia pun ikut menangis