Suami ku Sayang Suami ku Terbang

Suami ku Sayang Suami ku Terbang
Setelah Suami dan Bapak Mertua ku Pulang,,


__ADS_3

Masih dengan derai air mata dan tetap menutup mulutnya dengan saputangan, suami ku meninggalkan rumah orang tua ku. Aku melihat punggung suami ku semakin jauh meninggalkan ku, punggung yang selama ini selalu aku ciumi tak kala kami duduk bersandaran.


Aku yang masih terisak isak masuk ke kamar dan menelungkupkan wajahku di atas bantal, dada ku sesak,,, sungguh sesak YaaAllah


Aku mendengar Papah, Mamah, dan adik adik ku tengah melanjutkan obrolan tentang perceraian ku dengan suami ku,,,


Tidak ada yang tidak menyesalkan perceraian ku dengan suami ku, tetapi nasi sudah menjadi bubur, suami ku dan Bapak Mertua ku sudah mengambil keputusan.


Tak berapa lama Mamah dan adik ku menghampiri ku ke dalam kamar, mereka tidak putus putus memberikan support untuk ku, bahwa ini adalah takdir Allah untuk ku, dan ini semuaa adalah yang terbaik untuk masa depan ku dan Key.


Aku peluk Oceh, ku katakan tentang kekhawatiran tentang masa depan ku dan bagaimana aku hendak mendidik Key sendirian,,


Tetapi Ocih terus meyakinkan ku bahwa akan tetap ada keluarga yang akan terus mendampingi ku, mensupport aku dan gak akan membiarkan aku sendirian,,,


Mata ku bengkak, wajah ku sembab entah harus digambarkan seperti apaa, karena aku hanya menangis,,,

__ADS_1


" Riana, lagi dimana,,,???" tetiba seorang sahabat mengirimi ku pesan, dia adalah Mamed,,


Kami bersahabat sudah lama, Mamed tau kisah ku baru belakangan ini, karena membaca beberapa postingan aku di facebook atau status status ku di aplikasi whatsapp. Aku memang tidak ingin membagi kisah ku kepada orang lain selain keluarga sebenarnya. Karena dia curiga ada yang tidak beres dengan rumah tangga ku, akhirnya aku beritahu kepada mamed semua kisah ku,,,


Alangkah kagetnya dia, tidak percaya dengan apa yang aku ceritakan padanya saat itu, amat sangat menyesalkan dengan semua yang terjadi pada ku dan Suami, karena Mamed tau persis sifat suami ku, tidak mungkin melakukan itu semua,,,


Tapi kembali lagi, itulah yang terjadi saat ini kepada ku dan suami ku.


" Gw dirumah mamah, med,,, hari ini kan gw dipulangin ke Papah gw sama Mas Dj " aku memberitahu kepada nya


Belum sempat ku balas pesannya, Mamed sudah melakukan panggilan Video Call pada ku


Ku angkat, aku bisa lihat jelas disana dia adalah sahabat ku, tempat ku berbagi cerita,,,


Tidak ada kata yang kami ucapkan, aku hanya bisa menangis,, sudah tak sanggup bibir ku berkata kata apapun padanya.

__ADS_1


Melihat aku yang hanya bisa menangis, mamed pun ikut menangis,,,


Akhirnya setelah sekian menit kami hanya saling pandang dalam tangis, ku katakan padanya " Gw udah dipulangin sm Dj, med,,, gw sekarang sendiri, gw ga punya suami lagi " kata ku dengan suara yang lirih hampir tidak terdengar,,,


Mamed mengangguk, dan menjawab hanya dengan gerakan bibir " iya, gw tau,, !!!!! " katanya


Aku menangis kembali, ingin rasanya aku memeluk sahabatku yang satu ini, ingin rasanya membagi rasa yang membebani ku kepadanya.


" Sabar Riana,, !!!! " katanya pelan, aku bisa lihat dia pun menangis melihat keadaan ku yang benar benar kacau saat itu.


Aku hanya bisa mengangguk masih dengan terisak,,


Setelah tangis ku reda, dan aku bisa mengendalikan emosi ku, barulah kami ngobrol,,,


" Dj tega banget ya Med ma gw " kata ku masih dengan bulir bening menetes dari sudut mata ku

__ADS_1


Mamed mengangguk, " Ikhlasin aja Riana, semoga lw dapat yang lebih baik dari Dj,,, dia ga pantes buat lw !!!! " jawab nya,,,


__ADS_2