
Sepertinya Hakim ketua mengerti apa yang aku rasakan walaupun aku tidak menjawab
" Baik Pak Dj, bagaimana??? siap untuk pembacaan ikrar talaq hari ini,,,??? " tanya bapak Hakim Ketua kepada suami ku
Aku terus menggenggam jemari tangan suami ku, ku tatap wajahnya dengan air mata terus mengalir di pipi ku tanpa bisa ku bendung.
" Bagaimana pak Dj " Hakim ketua bertanya untuk yang kedua kali,,
Sesaat suami ku menghembuskan nafasnya, berat, yang ku lihat ada keraguan disana,,
Dan benar sajaa,,,
" Saya ragu Pak Hakim " suami ku menjawab
" Owh kalau masih ragu jangan ucap ikrar Talaq dulu pak, sampai bapak benar benar siap,,, " Hakim ketua mmberitahu kami
Sesaat beban dan kegelisahan yang sedari tadi ada di dada ku seakan hilang seketika.
__ADS_1
" Baik jika Pak Dj memang belum siap saat ini, kira kira kapan waktunya, waktunya 6 bln dari sekarang, jika selama 6 bln nanti Bapak tidak mengucapkan ikrar Talaq, berarti gugatan cerai gugur seketika dan kalian masih tetap menjadi suami Istri,, " Hakim Ketua menjelaskan
Sesaat aku menengok kepada suami ku yang sedang berfikir memastikan kapan waktu yang tepat untuk nya membacakan ikrar Talaq.
Tiba tiba dia menengok kearah ku, aku hanya menggeleng lemah, sbagai tanda bahwa aku tidak ingin suami ku membacakan ikrar talaq atas diri ku. Sesaat suami ku menatap ku, dan kembali melihat ke arah Hakim Ketua,,,
" Sudah ada jawabannya Pak Dj, kira2 kapan atau mau batal saja,,,? " tanya Hakim Ketua meyakinkan,,
" Bulan depan aja pak Hakim " jawabnyaa
Aku sudah tidak punya kata kata lagi, tidak sedih, tidak ada air mata, smua sudah biasa buat ku.
Hakim memberitahu kepada kami bahwa pembacaan ikrar Talaq mundur hingga bulan depan, siap atau tidak siap bulan depan harus ada keputusannya, apakan dilanjut dengan pembacaan ikrar Talaq atau pun digugurkan perkaranya.
Akhirnya kami semua keluar dari ruang sidang, entah kenapa tiba tiba suami ku berjalan cepat menuruni anak tangga, dia biasanya suami ku tidak pernah seperti itu, biasanya selalu pamit ataupun ada basa basinya padaku tetapi ini,,,
Aku berlari mengejarnya, kupanggil2 terus namanya tetapi suami ku seolah tidak memperdulikan panggilan ku,,,
__ADS_1
" Ayah,,, Ayah,,,!!!! " aku memanggil namanya sambil terus mengejarnya hingga ke parkiran
Yang dipanggi hanya acuh dan menampakan raut wajah tidak sukanya pada ku, kenapa,,, apa aku salah??? pikir ku dalam hati
Tetapi aku pura pura tidak mengerti
" Ayah mau langsung ke kantor,,??? " tanya ku sesaat setelah kami saling memandang
" Iyaa,, banyak kerjaan " jawabnya acuh
Berbeda 180 derajat seperti tadi pagi saat kami belum masuk keruang sidang
" Owh ya udah hati hati ya yah,,, " ucap ku sambil ku cium punggung tangannya
Suami ku hanya mengangguk,,,
Dan berlalu meninggalkan ku
__ADS_1
" Ada apa dengan suami ku, mengapa sikapnya begitu berbeda dari sebelumnya, tadi pagi semua masih tampak biasa saja dan normal normal saja,,, kenapa sekarang jd begitu,,, " pikir ku dalam hati