
Key kembali kepada ku, dia bercerita bahwa Bapak Mertua ku menanyakan perihal diriku
" Tadi Mbah nanyain mamah,,," seru key
" Terus kamu bilang apa?? " tanya ku
" Aku jawab Mamah ada mbah, sedang ngobrol sama Tante Dewi ( pengacara ku ) " key melanjutkan
" Sebentar bu, aku liat jadwal dulu, masih lama gak yaa giliran kita " Tanya Teh Dewi sambil berlalu, aku hanya mengangguk
" Nanti kamu ga boleh masuk ya kak, kamu tunggu mamah disini ajaa, jangan kemana mana " pinta ku pada key
Key mengangguk sambil terus matanya fokus pada layar ponsel
" Ibu ayo, giliran kita,,,!!!! " pengacara ku memanggil
Setelah itu ku dengar dari pengeras suara nama ku dan nama suami ku di panggil untuk masuk ke dalam ruang sidang,,
Aku deg degan minta ampun, kaki ku serasa tidak menapak bumi
" Jangan kemana mana ya sayang !!!! " pesan ku pada key
__ADS_1
" Iya mah,,," jawabnya
Aku masuk ruang sidang di ikuti oleh Teh Dewi, Pengacara ku,,, langsung aku duduk berhadapan dengan Hakim Ketua. YaaAllah,,, rasanya tuuh ga bisa dilukiskan dengan kata kata.
Tidak berapa lama aku lihat suami ku duduk disamping aku, ditemani oleh pengacaranya. Aku menoleh kepada suami ku, ku ambil punggung tangannya dan aku menciumnya, suami ku menoleh pada ku. Dan duduk dibelakang ku ada Bapak mertua dan Kaka Ipar ku.
Tetiba Bapak Mertua ku menepuk bahu ku, dan aku buru buru menoleh,,,
" Minal aidin wal faidzin ya Pak " kata ku sambil mencium punggung tangan Bapak mertua ku dan mencium ke dua pipinya, begitupun dengan Kaka ipar ku, aku melakukan hal yang sama kepadanya.
Sidangpun di mulai,,, pertama tama pengacara suami ku memperkenalkan saksi saksi yang dibawa bada hari ini, setelah berkenalan dengan hakim ketua, salah satu dari saksi harus keluar dahulu, karena memberikan kesaksiannya harus secara bergantian.
Kaka ipar ku keluar, ternyata bapak mertua ku adalah saksi pertama dari pihak suami ku.
" Jangan ceraikan aku ayah, aku mohon jangan ceraikan aku,,," air mata ku menetes,,,
Suami ku menatap ku, sambil mengangguk,,,
" Nanti malam ayah kerumah ya, kita ngobrol,,, " tuturnya,,,
" Maafkan aku ayah, tolong jangan ceraikan aku,,aku ga mau jadi janda,,,,!!!! " kataku memandang suami ku terisak isak, sambil terus menggenggam jemari tangannya
__ADS_1
Suami ku mencium seluruh wajah ku, kening, mata, pipi, bibir,,, dan wajahnya basah oleh air mataku,,
Ternyata apa yang kami lakukan dilihat oleh seluruh yang ada di dalam ruang sidang, pengacara kami, bapak mertua ku, hakim anggota dan terutama hakim ketua,,,
" Bapak,,, !!!!! Kelihatannya anak anak ini masih saling sayang, mereka masih saling mencintai, apa ga sebaiknya mereka disatukan kembali,,,??? sayang sekali jika harus berpisah, lebih baik di coba untuk di satukan kembali pak,,," Hakim ketua berbicara dengan bapak mertua ku,,
" Bisa gak bapak menyatukan anak anak bapak lagi supaya tidak jadi bercerai ??? "
" Saya ga bisa,, !!!! " Jawab mertua ku
Deg, MashaAllah bapak,,, aku menangis
" Kenapa pak???" tanya hakim ketua kepada bapak mertua ku
" Kerena mereka tidak punya anak, 14th menikah mereka tidak punya anak, jadi lebih baik bercerai saja, lain halnya kalau mereka punya anak, pasti saya akan larang mereka untuk bercerai " bapak mertua ku menjawab
YaaAllah,,,Tega banget bapak ngomong begitu,,,
Aku menangis,,, !!!
Suami ku mengelus elus punggung tangan ku sambil terus menggenggamnya erat,,,
__ADS_1
Aku ga sanggup dengarnya YaaAllah,,, ðŸ˜