
Aku masih dandan ketika ponsel ku berdering,,
ada nama suami ku disana,,,
" Ya yah,,, "
" Mamah dimana,,?? udah sampe Pengadilan belum?? " tanya suami ku pada ku
" Aku masih dirumah, yah " jawab ku
" Owh, ayah kira udh sampe pengadilan, ayah mau ajak mamah sarapan bareng " tuturnya
" Gak belum, nanti setengah sembilan aku batu jalan " aku memberitahunya
***
Tepat jam setengah sembilan aku berangkat menuju Pengadilan Agama, sepanjang jalan aku hanya sibuk meyakinkan hati ku, bahwa ini semua akan baik baik saja.
Tepat jam 9 pagi aku sampai di parkiran Pengadilan Agama, baru saja selesai ku parkirkan motor ku tiba tiba ponsel ku berdering. Sambil berjalan aku merogoh tas jinjing ku mencari ponsel.
Owh ternyata Suami ku " Ya Ayah,,, " jawab ku
" Mamah dimana?? belum sampe??? " tanya nya pada ku
__ADS_1
" Aku dibawah nih, baru mau naik keatas " jawab ku
Sambil terus berbicara kepada suami ku, aku terus berjalan menuju ruang tunggu Pengadilan Agama,,
" Ayah dimana,,,??? " tanya ku sambil mata ku terus berkeliling mencari suami ku
Tetiba orang yang ku cari melambaikan tangan pada ku, aku menghampirinya tetapi disana sudah tidak ada bangku kosong lagi, sejenak suami ku mencari bangku kosong untuk ku, dan ternyata di pojok paling belakang ada bangku kosong untuk dua orang, akhirnya kami pindah duduk disana.
Aku duduk berdampingan dengan suami ku, dan aku selalu menggenggam tangannya.
" Kenapa kamu dateng, mah??? " tanya suami ku
" Kenapa emang,,?? " tanya ku heran menatap wajahnya tetapi masih dengan tetap terus menggenggam tangannya
Aku rasakan air mata ku menetes, aku pasrah YaaAllah atas takdir ku,,,
Sepanjang menanti panggilan giliran masuk keruang sidang, sepanjang itu pula aku menggenggam tangan suami ku sambil ku sandarkan kepala ku di pundaknyaa, sepanjang itu pula air mata ku menetes,,,
Terdengar dari pengeras suara, nama aku dan suami ku dipanggil untuk masuk keruang sidang,, hati ku deg degan, serasa dengkul ku ingin copot. Suami ku melepas genggaman tangan ku dan bersiap masuk keruang sidang.
Aku menatap nya dan bertanya pada suami ku " aku ikut masuk gak yah??? " tanya ku padanya
" Gak usah,,,!!! kamu disini ajaa " jawab suami ku
__ADS_1
Aku mengangguk,,
Dan suami ku meninggalkan ku, menghampiri pengacaranya untuk masuk keruang sidang,,
" Ibu,, Ayook,,!!!! " pengacara ku Teh Dewi memanggil ku
" Gak teh, aku ga masuk,,, aku disini aja gak apa apa yaa !!! " pinta ku
Pengacara ku mengangguk tanda mengerti, dan teh Dewi memasuki ruang sidang tanpa aku,,
Aku masih sibuk mengelap air mata ku saat teh Dewi, Pengacara ku keluar dari ruang sidang dan mengampiri ku,,
" Ibu, hayu,,, Hakim ketua minta ibu masuk ke dalam ruang sidang " Pengacara ku memberitahu dan mengajak aku untuk masuk keruangan
" Hah,,,!!!???? " aku kagett tp aku tetap mengikutinya
Setibanya di dalam, aku duduk di bangku pesakitan, bangku terdakwa yang membuat ku trauma. Ku tatap wajah suami ku, tetapi dia sama sekali tidak melihat kearah ku, melirik pun tidak, tidak seperti apa yang tadi dia lakukan di luar.
Aku anggukan kepala ku sesaat kepada Hakim ketua dan hakim anggota, tanda aku menghormati mereka semua.
" Ibu kenapa diluar aja,,, kenapa ga ikut masuk keruangan,,,?? " tanya Hakim ketua kepada ku.
Aku hanya tersenyum,,,
__ADS_1