Suami ku Sayang Suami ku Terbang

Suami ku Sayang Suami ku Terbang
Hari Terakhir Ku Berstatus Sebagai Istri 1


__ADS_3

Selesai mengantar suami, aku kembali kepada pengacara ku.


" Bu, kira kira mau banding apa gak?? klo ibu banding selama setahun bapak ga bisa menikah, kita gantung ajaa " Teh Dewi memberitahu ku sesaat kami berada di tempat makan


" Sepertinya aku ga akan banding teh, biarkanlah semua ku serahkan sama ALLAH aja, kalau memang aku masih ada jodohnya sama Mas Dj pasti balik ko, kalau memang jodoh dengan orang lain ya ga apa apa juga, aku ga mau mempersulit semuanya " jawab ku dgn sedikit berlinang


" Owh ya udah kalau memang ibu maunya begitu, takut ibu juga jodoh berikutnya deket ya bu " Teh Dewi ngeledekin aku


" Iyaa teh " aku senyum,,

__ADS_1


kami pun tertawa barengan,,,


*******


Setelah pertemuan hari itu dengan Teh Dewi, Pengacara ku,, selama hampir sebulan aku tidak pernah bertemu dengan mas Dj, dia sudah jarang datang kerumah kami, datangpun kadang hanya sebentar,seperlunya dan aku pun membatasi interaksi yang berlebihan dengan mas dj.


Aku sudah tidak banyak berharap, mas dj mau baca ikrar thalaq ataupun tidak aku sudah tidak peduli, aku cuma berharap yang terbaik untuk ku dan anak ku.


Aku mengatakan kepada teh Dewi bahwa aku akan menunggunya di kantin untuk menyelesaikan sgala sesuatunya, karena besok adalah final decisions.

__ADS_1


******


Hari pembacaan ikrar thalaq pun tiba, seperti janji ku kepada teh Dewi aku akan tiba di gedung Pengadilan jam 9. Selama diperjalanan tidak henti henti aku meminta dikuatkan oleh Allah, jika memang ini yang terbaik untuk ku dan anak ku.


Aku melewati parkiran gedung pengadilan tetapi aku tidak berhenti disana, masih terus ku pacu motorku hingga melewatinya, aku sempat melirik deretan motor2 yang berjajar rapi di parkiran dan disana aku melihat sudah ada motor suami ku dengan 2 helm, entah dengan siapa dia datang kesana, aku tidak mau tau dan tidak kepingin tahu, terserah, bebas.


Ku parkir motor ku dikantin, tepatnya disamping gedung Pengadilan agar suami ku tidak tahu jika aku sebenarnya datang, biarkan dia merasa lega dan bahagia karena ketidak hadiran ku.


Duduk dikantin menunggu pengacara ku selesai bertugas, aku sempatkan menelpon beberapa teman ku hanya ingin tertawa dan mencari penguatan atas diri ku.

__ADS_1


Saat itu aku menelpon sahabat baru ku, Yuni, aku dia yang beberapa hari belakangan ini menjadi teman curhat ku. Sebenarnya aku mengenal Yuni sudah belasan tahun yang lalu, dia satu kantor dengan suami ku dikantor yang lama, jadi tidak susah buat aku dan Yuni untuk cepat akrab.


Saat itu Yuni lah yang ada untuk ku, dia tempat ku bercerita tentang masalah ku, dan yuni selalu memberikan support untuk ku, dia yang membuatku kuat menerima semuanya. Sambil menangis aku menelpon yuni melalui video call, dia meyakinkan ku bahwa aku perempuan kuat, sama seperti dirinya, karena Yuni sudah lebih dulu menjadi janda karena suami nya sudah meninggal 2tahun yang lalu.


__ADS_2