
Aku kembali membuka map coklat yang ku dapat dari pengadilan Agama, disana sudah ada jadwal sidang pertama perceraian untuk kami tertanggal 14 Maret 2019.
" Astaghfirullah,,, secepat ini ayah menceraikan aku, hanya selang sebulan dari ayah pulangin aku kerumah Papah dan aku sudah harus menghadiri sidang perceraian,, " aku menangis kembali di kamar ku, kali ini lebih keras dari sebelum sebelumnya, aku ingin menumpahkan semua rasa yang ada di dadaku,,
Hati ku sakit YaaAllah,,, aku menangis kejer sambil memegang dada, menahan rasa sakit tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi pada ku
Mendengar tangisan ku, Key menghampiri ku dikamar, Key memeluk ku erat,,, " Sabar mamah,,, " katanya sambil terisak
" Kakak,,, kok ayah tega banget sama mamah, sama kita, ka,,, ayah ngelepasin kita demi mencari kebahagiaan ayah sendiri, bagaimana dengan kita kaa,,, " aku menangis sejadi jadinya dipelukan Key
" Jangan takut, mah,,, masih ada aku, aku akan terus ada disini bersama mamah, aku ga akan tinggalin mamah sendirian,, " tutur key sambil menangis terisak,,,
__ADS_1
Aku bersyukur Allah menitipkan key padaku, walau bukan terlahir dari rahim ku, tapi Allah lah yang memilihkan Key untuk menjadi anak ku,,
Key anak yang dipaksa mandiri sedari dini, karena mamah dan Ayah nya bercerai, hingga dia harus mengurus dan menguatkan aku saat aku merasa dunia ku ambrug. Dialah yang menjadi sandaran ku, tempat aku menangis, tempat aku bercerita, tempat aku berkeluh kesah tentang ayah nya, jadi sedikit banyak Key membenci Ayah nya karena aku,,, ( tentang ini, nanti ini akan aku bahas di bab bab selanjutnya )
Setelah aku tenang, aku mengabarkan pada orang tua ku tentang salinan surat Pengadilan yang aku dapat,,,
Aku foto surat nya dan aku kirim ke grup Whatsapp keluarga ku ( Mamah, Papah aku dan adik adik ku ), dan ku katakan,,,
" Aa sayang, Mamah dan Papah selalu berdoa yang terbaik untuk Aa dan key, jangan sedih ini takdir yang harus Aa jalanin, ada mamah dan papah yang selalu berdoa untuk kebaikan Aa, yang sabar ya sayang,,, " balas mamah ku,,
Dan setelahnya, aku menjadi lebih baik dan lebih siap menghadapi apapun yang akan terjadi di depan, semua karena doa orang tua ku.
__ADS_1
Beberapa hari lagi sidang perceraian ku yang pertama, agendanya Mediasi,,, aku sangat berharap mediasi ini berhasil, semoga mediator bisa membuka hati suami ku untuk mencabut gugatannya.
" Aa mau ditemenin siapa ke pengadilan pertama kali??? " tanya mamah ku
" Gak tau, kaya nya sendiri aja ga apa apa deh,,, tapi agak jiper juga, takut mas Dj sama bapak " aku mengutarakan ketakutan ku
" Diantar Mamah titi ( kakanya Papah ku ) sama tante Iyan ( adiknya Mamah ku ) mau ga?? biar Aa ada temennya " Mamah ku mengusulkan,,
" Iya udah gpp, kalau mereka gak pada sibuk aku mau mah,,," jawab ku
" Ya udah nanti mamah yang hubungin Mamah titi sm Tante Iyan yak, nanti Aa mamah kabarin lagi bisa atau gak nya mereka antar Aa ke Pengadilan,,," tutur mamah ku,,
__ADS_1
"Siaaapp maah,,,!!!! " jawab ku