Suami ku Sayang Suami ku Terbang

Suami ku Sayang Suami ku Terbang
Sakit YaaAllah,,,


__ADS_3

Dreet,,, dreett,,, ponsel ku berbunyi


Teh dewi menelpon ku,,,


" Assalamualaikum teh,, " kata ku


" Waalaikumsalam ibu,,, " jawabnya, setelah ngobrol sedikit menanyakan kabar, teh dewi mengabarkan bahwa ada kabar dari Pengadilan tentang tanggal untuk pembacaan Ikrar Talaq.


" Owh, kapan teh,, ??? " tanya ku sedikit nervous


" Tanggal 25 September ya Bu, Ibu harus dateng,,, karena penyerahan uang Iddah nanti dari Pak Dj diberikan ke Hakim, dari hakim lanjut diserahkan kepada ibu, baru selanjutnya Pak Dj mengucapkan Ikrar Talaq " Teh Dewi menjelaskan


" Hmmmm,,, " aku menarik nafas panjang,


" akankah aku sanggup mendengar suami ku membaca ikrar Talaq untuk ku,,??? " aku tidak dapat membayangkannya


Tiba tiba aku melow, pengen nangis,,, hati ku perih,,,


Belum aku sempat menangis, Teh Dewi memanggil nama ku,,


" Bu Mia,,, " panggilnya mengagetkan ku

__ADS_1


" Eh, iya teh,,, " jawab ku


" Jangan nangis ibu, ini hanya masalah status,,, Ibu sama Bapak masih bisa rujuk ko setelah putusan cerai, atau selama belum pembacaan ikrar Talaq sebaiknya ibu ngobrol dari hati ke hati minta bapak buat batalin gugatannya, jangan sampai bapak baca ikrar Talaq bu,,, " jelasnya padaku


Apalagi yang bisa aku harapkan, tapi sekecil apapun peluang itu, aku harus coba mumpung semua belum terlambat,,,


Dua minggu sebelum pembacaan ikrar talaq suami ku datang kerumah kami, aku kaget tiba tiba suami ku sudah ada di depan pintu rumah,,


" Eehh ayah,,, " sambut ku " tumben yah, ada apaa " tanya ku melanjutkan,,


" Ga apa apa mau mampir ajaa,, " jawabnya


" ehm ituu,,, mamah udah dapet kabar dari pengacara mamah belum tentang pembacaan ikrar talaq,,?? " Tanyanya ragu pada ku sambil duduk didepan ku


Sesaat mata kami saling beradu, ada desir halus dalam hatiku, bukan rasa yang menyenangkan sepertinya, terasa periihh,,


Aku mengangguk,,,


" Hmmmm,,, " suami ku menarik nafas panjang


" Yah,,, " aku menatapnya dalam, kata kata ku terhenti, seperti tersekat ditenggorokan ku,, aku tak dapat melanjutkan kalimat ku karena aku sudah mulai terisak, hanya gelengan kepala dapat ku lakukan,,

__ADS_1


Suami ku seperti sudah mengerti maksud ku, dia membelai pipi ku lembut dan menghapus air mata ku yang mulai turun membasahi pipiku,,,


" Maafin ayah, mah,,, !!! " katanya lirih ,,,


" Jangan ayah, jangan ceraikan aku,,, maafkan aku ayah,,, aku akan perbaiki semua sikap ku, aku akan menjadi istri yang ayah inginkan, aku janji aku ga akan pernah mengecewakan ayah, kasih aku waktu 1 thn untuk membuktikannya, yah,,, " kata ku dengan tangis yang mulai kejerr


Suami ku menatap ku nanar, ada sebersit keraguan di matanya, sambil mengambil ku dalam dekapannya suami ku memeluk ku erat dan aku semakin manangis kejerr,,,


" Ayah ingin punya anak, mah " katanya pelan ditelinga ku tapi aku mendengarnya dengan sangat jelas


Aku mendongakan kepala ku yang semula ada di dadanya " kita pasti punya ayah, kita sedang berusaha, kita sedang berjuang untuk punya anak,,,aku yakin kita pasti akan segera punya " aku meyakinkannya sambil terus terisak


" Tapi kita sudah mencobanya 14tahun mah, dan itu ga berhasil, sampe sekarang kita belum punya keturunan " tuturnya pelan terdengar ditelingaku tapi hati ku sakit seperti tertusuk anak panah yang suami ku tancapkan persis di dada ku,,


Aku beringsut menjauhkan tubuhku dari tubuh suami ku, kepala ku tertunduk di atas kaki suami ku, mencium kakinya, aku memohon belas kasihnya untuk tidak menceraikan aku,,,


" Jangan ceraikan aku yah, aku ga mau jadi janda " tangis ku dibawah kakinya,,,


" Maaf, mah,,, tapi ayah ingin punya anak yang ga bisa ayah dapatkan dari mamah, dan ayah ingin mencoba dengan perempuan lain, maafin ayah ya,,, " sambil mengangkat tubuh ku yg terisak dibawah kaki nya,,


Sakiittt YaaAllah,,,, 😭

__ADS_1


__ADS_2