
Aku terus menangis mendengar penuturan Bapak Mertua dan suami ku, terlebih lebih aku harus mendengarkan suami ku sendiri menjelek jelekan ku di depan keluarga ku. Ternyata kelakuan ku dari awal nikah dulu semua terekam jelas di otak suami ku, dan skarang ditumpahkan semua di depan keluarga ku.
"Sepertinya anak mamah gak ada bagus bagus selama ini di mata kamu, Dj,,, seolah olah apa yang terjadi di rumah tangga kalian semua kesalahan Riana" tutur mamah ku agak kesal karena mendengar selalu aku yang di jelekan oleh suami dan Bapak mertua ku
"Dj ga bilang, Riana ga ada bagusnya, Mah,, selama ini Riana sudah mengurus saya, mendampingi saya, tapi saya anggap itu bukan kebaikan, tapi kewajiban,,!!!! "
" Astaghfirullah,, Ya Allah ayah,,,, tega banget ayah ngomng begitu " pikirku dalam hati sambil terus menangis aku ga habis pikir dengan kalimat kalimat suami ku yang begitu merendahkan ku,,,
__ADS_1
Mamah ku masih ingin terus bertanya kepada suami ku, tetapi Papah ku melarang nya, karena mamah ku terlihat sangat emosi dengan jawaban jawaban suami ku, mamah ku tidak bisa menerima anak perempuannya di jelek jelekan seperti itu.
Disitu mereka, baik bapak mertua ataupun suami ku tidak membahas masalah orang ketiga dari pihak suami ataupun membahas masalah keturunan,,,
Yang mereka bahas hanya sifat sifat jelek aku selama 14th.
"Hmmmmm,,,,," Aku menghela nafas panjang sambil terus buliran bening menetes di sudut sudut mata ku
__ADS_1
"De, ada yang dede mau tambahkan??? Apa yang dede mau omongin sama mas Dj, papah kasih kesempatan buat Dd ngomng, dede ungkapin semua nya" Papah ku bicara pada adik perempuan ku, Oceh,,,
"Mas, dari pertama dede kenal mas Dj, sampai saat ini, buat dede, mas Dj tetaplah kaka yang terbaik, gak ada cela sedikitpun di mata dede terhadap mas Dj " Oceh berkata sambil menangis,,, suaranya tersekat menahan agar tidak emosi
"Gak de, mas bukan yang terbaik, mas brengsek de, dan mas juga masih banyak kurang nya,,," suami ku menjawab, dengan berlinangan air mata, tangannya bergetar sampai sampai dia harus menutup mulutnya dengan saputangan untuk menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh kami
" Asal mas tau, Dede hormat dan dede sayang sama mas Dj seperti Dede sayang sama Aa juga, gak ada sedikitpun rasa membedakan Aa dengan mas Dj, dua dua nya dede sayang seperti kaka kandung dede sendiri" Oceh melanjutkan kalimatnya hingga membuat bukan hanya suami ku yang menangis, tetapi bapak mertua ku juga ikutan menangis mendengar penuturan oceh, betapa oceh sangat menyayangi dan menghormati suami ku.
__ADS_1
" Dede tau semua cerita ini dari awal mas, karena Aa selalu bercerita sama dede, dan asal mas Dj tau,,, setiap Aa cerita ke dede, dede sama sekali gak pernah ngebela Aa, dede selalu bilang kalau Aa salah, Aa yang harus selalu ngertiin mas Dj, Aa yang harus banyak belajar memahami mas Dj, dan Aa yang harus merubah sifat dan sikap terhadap mas Dj, Demi Allah mas, ga pernah dede ngebela Aa walaupun Aa itu kaka kandung dede,, Dede selalu bilang, mas Dj baik, mas Dj orang baik, A " oceh mengatakan sambil menangis , sudah tak dapat lagi di bendung air mata serta emosi nya,,,