
" Gw gak sanggup, ceh,,," kata ku sambil terus terisak
"Lw sanggup, gw yakin lw pasti sanggup,,,gw percaya lw perempuan kuat, A " Oceh menguatkan ku
"Gw sakit hati Ceh,,," dengan tangis yang semakin keras,,,
"Bukan cuma lw, A,,, kami semua yang ada disini sakit hati liat lw di pulangin Mas Dj kaya gini, kami lebih sakit hati dari pada lw, liat Mamah, lihat Papah, mereka yang ngerasain lebih lebih sakit dibanding lw,, " Oceh menjelaskan pada ku dengan terus menangiss,,,
"Gw takut, Ceh,,, besok masa depan gw bakal seperti apa " tutur ku dengan suara yang hampir habis,,
"Jangan takut, A,,, masih ada gw, ada kami disini orang orang yang sayang sama lw dan Key, kami ga akan biarin lw sendirian" dengan suara yang terisak isak oceh menjelaskan padaku
Aku bersyukur punya orang orang yang selalu mencintai ku dan selalu support aku dalam keadaan apapun, seperti saat ini
__ADS_1
Masih dengn terus terisak aku duduk di depan Ocih, Ocih terus menggenggam tangan ku, seolah olah dia 1ngin selalu memberikan ku kekuatan dan tidak ingin membiarkan ku sendirian.
Sesaat aku sedang duduk sambil terus menangis, Papah ku masuk kekamar,,,
Ternyata beliau sudah selesai sholat.
Tubuhnya yang tak lagi muda, dengan jalan yang tak lagi tegak, kaki yang setengah diseret karena sudah pernah Stroke, Papah ku menghampiri ku, melebarkan tangannya untuk ku,,,
Aku langsung lari memeluknya, aku menangis sejadi jadi nya,,,
" Maafin Aa,,,, Aa gagal mempertahankan rumah tangga Aa, pah,,, Aa ga bisa menjaganya seperti yg papah minta, Aa kalah,,, " Aku menangis dipelukan papah ku,,,
Dengan erat Papah memeluk ku seakan beliau ingin mentransfer energi positif, mentranser sabar yang banyak untuk ku
__ADS_1
" Iya ga apa apa, A,,, Papah terima kalau memamg Aa dipulangin, Papah ridho, Papah ikhlas, papah rela, karena Aa anak papah,, Mungkin memang hanya sampai disini jodah Aa sama Dj, Aa yang sabar masih ada Papah, ada Mamah disini buat Aa dan key " Papah berkata ditelinga ku, sambil terus erat memeluk ku
"Aa harus kuat ya sayang,,, ini semua sudah garis hidup nya Aa harus seperti ini, ini semua takdir A, Takdir yang harus Aa terima, yang ikhlas ya !!!!! " papah ku melanjutkan, sambil mengelus kepala ku,,
Aku hanya mengangguk, masih dengan air mata yang berlinang aku melepas pelukan papah, karena papah harus menemui Bapak mertua ku dan suami ku diluar, yang sebelumnya sudah ada Adib yang menemani mereka.
YaaAllah,,, aku tau betapa sakit hati Papah ku, melihat puteri yang dia sayang ingin diceraikan orang,,,
Tidak ada orang tua yang ingin mengalami ini semua walaupun hanya dalam mimpi.
Pemuda yang Beliau berikan amanat untuk menjaga puterinya 14 tahun lalu, yang beliau yakin dan percaya bisa menjaga puteri kesayangannya, tapi kini telah mengecewakannya dengan cara mengembalikan puteri yang begitu dia sayang,,,
" Aaahhh Papah,,,, " aku melepas tangan papah ku, aku berucap lirih dan tak sanggup melanjutkan kata kata ku,,,
__ADS_1
Ternyata ada empat pasang mata yang ikut menangis menyaksikan aku dan Papah, ada Oceh dan Mamah yang sedari tadi menyaksikan aku dan papah, dan mereka tidak kalah kejerr,,,
Papah ku keluar teras menemui Bapak Mertua dan suami ku. Setelah bersalaman dan basa basi sedikit, papah mengajak mereka untuk ngobrol di dalam saja, agar lebih pribadi dan tak ada tetangga curiga,,,