
Lebaran ku kali ini benar benar berbeda, Sedihh yang ga bisa aku lukiskan, Ada rasa yang tidak biasa.
Sepagian aku merasakan hati ku perih, aku rindu suami ku, aku rindu mencium punggung tangannya, memeluknya dan dipeluk olehnya disaat hari lebaran seperti ini,, Selama 14th Suami ku lah orang pertama yang aku selalu minta maaf nya. "Aayaahhh,,, maafkan aku,,," aku berucap lirih dalam hati
Berkali kali suami ku menghubungi ponsel ku, tapi tidak pernah sekalipun aku angkat, aku juga tidak mengiriminya pesan permintaan maaf ku di hari lebaran, aku tidak melakukannya sama sekali.
Aku hanya tidak ingin berbasa basi dengan bapak mertua, adik dan kaka ipar ku, aku sedang tidak menginginkannya,,,
Hari kedua lebaran, Suami ku menghubungi ku, baru disitu aku meminta maaf atas semua salah yang pernah aku lakukan padanya. Ku katakan besok aku akan pulang ke rumah.
Kebetulan besok adalah ulang tahun key, dan key meminta kado dari ayahnya sekedar jalan jalan, makan dan nonton di Mall. Ayahpun menyanggupi,,,
Esok harinya, pagi pagi suami sudah menghubungi ku,,,
__ADS_1
" Mau jalan jam berapa, mah?? " tanya nya,,
" Selesai ini kami pulang ko, yah,,, ini udah rapih dandan tinggal jalan, kita jalan jalan ke Mall nya langsung aja ya pas aku sampe rumah " tutur ku
" Iya boleh " jawabnya,,,
" kamu ati ati dijalan ya mah,,,!!! " suami ku berpesan pada ku
" Iya yah,,, " jawab ku,,
Tidak lupa mamah ku membawakan ketupat beserta sayurnya, ada opor ayam, ada tape uli, manisan kolang kaling, kacang bawang, semua kesukaan suami ku.
14th mamah ku selalu menyiapkan makanan kesukaan suami ku saat lebaran tiba, karena memang mamah papah ku sangat sayang sama suami ku. Bukan hanya saat moment Lebaran seperti ini saja, hari hari biasa saja saat kami akan berkunjung, pasti mamah selalu membuatkan makanan kesukaan suami ku, itu selalu !!!
__ADS_1
Bukan hanya makanan, saat kami kesulitan uang pun, papah tidak pernah berfikir dua kali untuk membantu kami, walau awalnya kami hanya 'pinjam' tapi beliau tidak pernah menuntut kembali, karena mereka tidak ingin melihat kami dalam kesulitan. Banyak sudah kami meminjam uang papah, puncaknya saat kami dituntut untuk membayar hutang Bank, dan disitu suami ku sudah angkat tangan. Aku tidak ingin membuat suami ku malu di depan muka orang tuanya, karena saat itu kami menjaminkan sertifikat rumah Bapak Mertua. Takut suami ku berbuat yang tidak kami inginkan karena stres, aku terpaksa meminjam pada papah 30 juta untuk menutup tagihan Bank saat itu. Tanpa fikir 2kali papah memberikannya pada kami, aku janji akan mencicilnya dari uang gaji suami ku,,,
Saat itu papah bilang, "Papah gak paksa cicil tiap bulan, kalau pas lagi ada aja silakan kasih ke papah "
Entah sudah berapa puluh juta uang papah pada kami belum ada yang kami ganti,,
Makanya begitu tau aku akan dipulangkan karena alasan yang tidak jelas, papah dan mamah ku adalah orang paling kecewa dengan sikap suami ku dan Bapak mertua ku.
Aku tahu betapa kecewanya perasaan kedua orang tua ku saat itu, kurang baik apa mereka sampai kesalahan anak perempuannya tidak dapat di maafkan oleh suami nya, tidak kah mereka melihat kebaikan kedua orang tua ku,,
Mungkin pikirannya sedang tidak sehat,,,
( kembali lagi ke perjalanan pulang ku kerumah,,)
__ADS_1
Setelah menempuh 2jam perjalanan aku sampai di rumah,,,