Suami ku Sayang Suami ku Terbang

Suami ku Sayang Suami ku Terbang
Putusan,,!!!!


__ADS_3

Jam 9 aku sudah sampai di Pengadilan Agama, rasanya campur aduk,,


Selesai sudah semua hari ini, perjuangan ku selama 7bln ditentukan oleh kebijakan hakim hari ini, pikir ku.


Aku tiba di lantai 2 ruang tunggu pengadilan agama, begitu banyak orang sampai aku tidak dapat tempat duduk disana, sambil aku barsandar ku cari sekeliling ruangan itu sosok suami ku, tapi tidak juga aku temukan, mungkin suami ku belum datang pikirku


Aku juga tidak menemukan pengacara ku, kemana gerangan Teh Dewi, aku mencoba menelponnya beberapa kali tapi belum ada jawaban,,,


Tiba tiba seseorang melambaikan tangan kepada ku, dan aku mengenal wajahnya karena beberapa kali kami bertemu di pengadilan, saat beliau mengantarkan anak nya untuk proses cerai seperti diriku. Dia adalah Umi ( aku memanggilnya ) ibu nya Teh Rika ( Teh rika juga sedang proses cerai seperti diriku, sama sama diceraikan oleh suami ). Aku menghampiri Umi, aku cium punggung tangannya dan umi memeluk ku.


" Kamu sendirian,,??? " tanya umi pada ku


" Iya mi,, " jawabku tersenyum sambil jongkok dibawah umi karena memang tidak ada bangku kosong dan aku tidak ingin menjadi pusat perhatian karena berdiri di tengah tengah ruangan


" Hari ini apa materinya ??? " tanya umi sambil terus memegang tangan ku


" Hari ini putusan mi, penentuan cerai atau tidak nya kami " jawab ku

__ADS_1


Umi mengambil kepala ku, dan dia menunduk memeluk ku,,,


" Yang sabar, InshaAllah Allah akan berikan yang lebih baik untuk kamu dari sebelumnya, yakin ini semua adalah yang terbaik menurut Allah untuk mu dan anak mu " Umi menguatkan ku


Aku memeluk umi erat aku manangis dipangkuannya,,,


Aku ingat kata kata mamah ku sama persis seperti apa yang umi katakan pada ku,,


Yang hebatnya lagi, Umi mengatakan ini padaku disaat anak kesayangannya pun dalam proses cerai seperti apa yang terjadi pada ku, diceraikan suami tersayang.


Aku tersenyum dan mengangguk


Ternyata Pengacara Teh Rika dengan ku sama, yaitu Teh Dewi, tapi Teh Rika baru masuk sidang ke 5. Kami sama sama menunggu Teh Dewi karena tidak biasanya dia telat dan tidak ada kabar.


Tiba tiba ponsel Teh Rika berbunyi, ada pesan dari Teh Dewi yang mengabarkan bahwa hari beliau tidak dapat mendampingi kami karena sedang sakit, sebagai gantinya Ayah Teh Dewi yang menggantikannya, Pak Baihaqi SH.


Disana akupun berkenalan dengan Cici, Ibu beranak 2 yang usianya jauh dibawah aku, kasus Cici beda dengan aku danTeh Rika, kali ini Cici yang menggugat cerai suaminya karena sudah lama tidak memberi nafkah lahir dan batin. Dia perempuan kuat, tegar, beda dengan ku saat itu, mungkin karena Cici lebih siap menghadapi perceraian ini.

__ADS_1


Jam 11 siang Pak Baihaqi tiba di Pengadilan Agama, sejenak kami ngobrol mendiskusikan materi hari ini. Sampai jam 12 siang baik aku, Cici ataupun Teh Rika belum ada yang dipanggil masuk keruang sidang, akhirnya kami memutuskan untuk turun makan siang bersama.


Pergilah kami ke kantin yang ada di sekitaran Pengadilan Agama tersebut, sesaat sedang menikmati makan siang kami, ponsel ku berdering, ternyata Teh Dewi, Pengacara ku.


" Iya Teh, ada apa,,?? " tanya ku


" Ibu dimana,,?? " tanya teh Dewi kepadaku


" Aku dikantin,, " jawab ku


" Tadi Bapak Baihaqi nyariin Ibu, soalnya pas tadi ibu turun makan, nama ibu dipanggil masuk keruang sidang, akhrnya Bapak sendirian mewakili Ibu " tuturnya


" Terus gimana Teh keputusannya,, " tanya ku deg degan


" Sudah ketuk palu bu, Hakim sudah menyetujui gugatan Pak Dj terhadap Ibu " Teh Dewi memberitahu ku


Astaghfirullah,,, seketika aku merasakan tubuh ku lemas, tidak berdaya, pandangan ku mulai kabur, ada bulir bening mulai menetes di sudut sudut mataku,,,

__ADS_1


__ADS_2