Suami ku Sayang Suami ku Terbang

Suami ku Sayang Suami ku Terbang
Kami menangis,,,


__ADS_3

Aku dapat mendengar dengan jelas suara tangisan dari mulut suami ku, rupanya apa yang oceh ungkapkan sedikit banyak membuat suami ku merasa bersalah, tetapi tetap tidak dapat merubah keputusannya,,,


Aku melihat suami ku bangun dari duduknya, dan dengan segera menghampiri ku ke kamar, suami ku memeluk ku erat,,, erat sekali, dia menangis kejer hingga terisak isak, menciumi seluruh wajah ku


"maafin ayah ya mah, ayah minta maaf,,, karena ayah semua harus seperti ini " tuturnya masih dalam tangis,,,


"Maafin aku ya ayah, aku sama sekali ga tau kalau ayah begitu kecewanya sama aku, banyak sifat aku yang ayah gak suka,,, dari awal nikah sampai saat ini ternyata aku ga ada sedikitpun baiknya dimata ayah saat menjadi seorang istri, maafin aku ayah,,," aku mengatakan semuanya sambil terus menangis di pelukan suami ku,,


Sambil terus menangis, tidak henti henti suami ku menciumi seluruh wajah ku sambil terus meminta maaf.


Ada key disana yang ikutan menangis tersedu sedu melihat ayah dan mamah nya seperti itu. Suami ku merentangkan tangannya untuk memeluk key juga. Sambil menangis key menghampiri kami, kami nangis bertiga sambil berpelukan,,, tak henti henti suami ku mengucapkan kata maaf kepada ku n key


"Maafin ayah ya, kak key,,, karena ayah semua harus seperti ini, ayah akan tetap sayang kalian sampai kapan pun " katanya lirih,,,

__ADS_1


Tidak ada lagi kata yang mampu terucap, hanya tangis dan air mata yang membasahi pipi kami kala itu,,,


" Aahhh ayah, kenapa harus jd seperti ini,, " bisik ku lirih dalam tangis, masih dalam pelukan suami ku, dan ku hirup dalam dalam bau khas lelaki nya yang aku suka, dan ini akan menjadi yang terakhir pikir ku,,,


Suami ku melepaskan pelukannya, masih dengan air mata yang terus berderai,, dia menyeka air matanya, dan kembali duduk di ruang tamu bersama Bapak Mertua, Papah, juga adik adik ku.


"Kami akan urus secepatnya perceraian ini, mudah mudahan hari senin sudah bisa di daftarkan" Bapak Mertua ku memberitahu kami,,,


Namun sepertinya Bapak Mertua ku ingin segera menikahkan suami ku kembali, agar dia segera memiliki cucu dari anak lelaki nya,,,


" Mas, apa ga dipikirkan dulu,,, jangan cepet cepet daftar ke Pengadilan Agama dulu, jangan sampai nyesel mas,,," Adik ku Adib mengingatkan suami ku,,,


" Semua sudah dipikirkan, dan keputusannya lebih cepat diurus, lebih baik,,," ujar mertua ku

__ADS_1


Adib hanya terdengar menarik nafas panjang, menyesalkan keputusan yang sudah Mas Dj dan Bapak mertua ku ambil,,,


Sejujurnya semua bisa diperbaiki kalau hanya masalahnya yang mereka sebutkan tadi, tetapi memang mereka, mungkin lebih tepatnya Bapak Mertua ku seperti nya sudah tidak menginginkan kebaikan atas rumah tangga ku dan mas Dj.


Aku jadi merasa yang ingin bercerai dengan ku bukan Mas Dj, tetapi Bapak mertua ku.


YaaAllah,,, bapak mertua ku begitu mendukungnya perceraian kami,,,


Masih dengan tangis, suami ku dan Bapak mertua ku pamit pulang,,,


Aku keluar dari kamar dengan mata yang bengkak, bapak mertua ku memeluk ku, beliau nangis, meminta maaf pada ku kalau semuaa harus berakhir seperti ini.


"Maafin Riana juga ya, Pak,,, mungkin selama Riana menjadi menantu Bapak, banyak kesalahan yang sudah Riana lakukan" kata ku sambil menangis di pelukan Bapak mertua ku,,,

__ADS_1


__ADS_2