Suami ku Sayang Suami ku Terbang

Suami ku Sayang Suami ku Terbang
Tentang Ikrar Talaq


__ADS_3

Pagi itu Teh Dewi, Pengacara ku tiba tiba menelphon ku


" Iya teh,,, ada apa,,??? " tanya ku


" Teteh udah dapet jadwal untuk ikrar Talaq belum dari pengacara pak Dj ?? " tanya nya pada ku


" Enggak, belum teh,,, " jawab ku


" Belum ada uangnya kali teh untuk bayar iddah " kata ku melanjutkan


" Owh iyaa mungkin, nanti kalau ada kabar tolong infoin aku ya teh " pinta teh Dewi padaku


" Iya siap teh,,, " aku memastikan


" Eeh teh, maaf aku mau tanya,,, sekarang ini apa status ku udah janda belum ya,, ?? " tanya ku ingin tau

__ADS_1


" Belum teh, teteh masih istri nya pak Dj, sampai nanti pembacaan ikrar Talaq dari pak Dj, baru deh hubungan kalian terputus secara Negara dan Agama,,, kalau masih sekarang mah belum teh. Kalau sampai 6 bulan kedepan sejak ketuk palu pak Dj belum ikrar Talaq maka gugatan kemarin itu batal dengan sendirinya teh, kalian bisa kembali bersama lagi tanpa harus menikah karena memang belum putus " Teh Dewi menjelaskan


" Owh gitu,,, " aku mengerti,,,


Hari hari selanjutnya seperti ada yang berubah dari suami ku, dia semakin sering datang kerumah kami, kadang pulang kerja mampir makan dan pulangnya malam sekali, kadang juga nginep dirumah tidur bareng aku, aneh,,?? memang,,!!!


Aku juga bingung sebenarnya, tapi jujur aku senang seperti ini karena memang aku masih sayang sama suami ku


Pernah suatu hari di sabtu pagi suami ku tiba tiba datang kerumah, dia langsung buka baju dan naik ke kasur kami, dia tiduran disana,,


***


"Mah, rumah gimana,,, belum ada yang nawar,,?? " tanya suami ku


" Belum,, " jawab ku " Sayang tapi kalau dijual, kita nyari rumah ini susah banget dulu yah " tutur ku

__ADS_1


" Iya tapi ayah udah ga sanggup bayar cicilan rumah, mah " suami ku menjelaskan


" Hmmm,,, " sejenak aku berpikir,,,


" Kalau cicilan rumah ini diterusin sama Ocih gimana, yah ??? " tanya ku " Ayah dpt sepertiga dari harga rumah ini dan mobil bawa buat ayah, aku dapet rumah sama isinya, " Aku mencoba membuat kesepakatan


( Tentang masalah rumah ini aku pernah membicarakannya bersama Ocih dan papah ku,, karena aku bersikeras tidak mau menjual rumah ini, akhirnya papah mengusulkan agar ocih melanjutkan pembayaran cicilan rumah ku dengan pembagian yang sudah kami atur sebelumnya. Sepertiga dr harga rumah dan sebuah mobil adalah jatah suami ku sebagai bagian dari pembagian gono gini )


Sejenak suami ku melihat kearah ku, kulihat dia berfikir keras yang pada akhirnya dia setuju apa yang aku usulkan


" Baik kalau ayah setuju, untuk pembayaran awal ocih akan kasih ayah dulu 40jt, sisanya nanti ocih cicil lagi,, " aku menjelaskan


" Iya ga apa apa, ayah setuju,, ayh juga perlu uang untuk bayar Iddah kamu " suami ku menjelaskan,,,


Aku mengangguk tanda setuju, sakit sih sebenarnya mendengar uang itu untuk bayar iddah pada ku, tetapi memang jalannya harus seperti itu.

__ADS_1


Hari selanjutnya aku mengabarkan pada Papah dan adik ku, Ocih bahwa suami ku setuju dengan rencana yang sudah kami buat. Selanjutnya, akirnya Ocih mentransfer kepada suami ku 40jt sebagai awal pembayaran atas rumah itu.


__ADS_2