
Setelah mediasi selesai, tidak ada kata sepakat untuk memperbaiki hubungan rumah tangga ini, itu artinya kasus ku berlanjut.
Kami berpisah tanpa ada obrolan lagi, seperti orang yang sudah tidak saling kenal.
Selanjutnya aku berkenalan dengan seorang Pengacara, aku memanggilnya Teh Dewi. Dia lah yang menjadi pendamping ku salama Proses perceraian aku, dan teh Dewi lah yang selanjutnya mengurus semua ***** bengek tentang berkas berkas surat menyurat juga jawaban atas materi gugatan yang diajukan oleh suami ku.
Setelahnya, teh Dewi lah yang mendampingi ku, aku tidak perlu lagi bulak balik datang ke Pengadilan karena memang berat buat aku untuk terus bulak balik kesana, setiap datang ke Pengadilan hati ku perih, aku gak sanggup.
Setelah proses sidang pengadialan selanjutnya, tetiba suami ku telp, suami ku menanyakan apa benar aku memakai pengacara, karena saat sidang ke dua tadi aku tidak hadir hanya di hadiri oleh teh Dewi yang mengaku sebagai Kuasa Hukum aku.
" Ya, Teh Dewi pengacara ku yah,,, " aku menjawab
" Kenapa harus pake pengacara segala, kita selesaikan aja mah sendiri " pintanya pada diri ku
__ADS_1
" Ada banyak hal yang aku ga pahan yah, dan aku pusing,,, jd sebaiknya ada orang yang mengurusnya itu lebih baik " jawab ku saat itu
Hening,,,,,
" Mah, ayah boleh minta ATM gaji yang ada di mamah gak?? ayah ga punya uang sama sekali " pinta nya pada ku
" Buat apa?? gak bisa begitulah,,, kemarin ayah janji depan papah, salama kita belum sah bercerai, gaji masih aku yang pegang, sekarang kenapa berubah,,," aku protes
Hanya itu kata kata yang terakhir ku dengar, untuk selanjutnya ternyata ATM ku sudah tidak pernah ada transferan gaji dan Mbanking di ponsel ku sudah dipindah ke ponsel suami ku,,
Sediihhhh pasti, aku sudah tidak punya apapun lagi. Aku dan key hanya di beri sekedarnya dan jauh dari kata cukup, sedangkan aku hanya ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Tapi mau bagaimna lagi, saat itu aku cuma bisa berdoa semoga Allah cukupkan rezeki ku dan Key setiap harinya, aku yakin rezeki ku bukan hanya lewat suami.
Setelah itu, kami sudah jarang sekali bertemu, kadang 2minggu baru ketemu, kadang 3minggu pernah sampai sebulan kami tidak bertemu.
__ADS_1
Aku mencoba bahagia tanpa nya, aku masih punya Key, semakin hari hubungan kami semakin dekat dari sebelumnya, kami bercerita banyak hal, kadang menangis bersama, tertawa bersama, pergi jalan jalan sekedar berkunjung kerumah temen teman ku, beli cemilan ke Zambrud atau Regency, atau kalau aku sedang ada uang, kami pergi nonton berdua, ya,,, hanya berdua.
Aku mencoba menikmati hari hari ku bersama Key.
Bulan Ramadhan pun tiba, ada rasa kurang lengkap ku rasa tanpa suami. Masih teringat jelas, Ramadhan adalah bulan yang sangat kami tunggu tunggu kehadirannya, karena kami akan semakin sering jalan jalan, buka puasa di masjid masjid sambil Tarawih. Itu adalah moment membahagiakan buat keluarga kecil ku saat ramadhan tiba, tapi tidak dengan Ramadhan kali ini.
Tarawih pertama kali ini aku di rumah mamah, sesaat ketika aku selesai tarawih, ada pesan masuk ke ponsel ku, ternyata dari suami ku.
Dia mengirim pesan yang isi nya,,
"Mah, Ayah mohon maaf atas segala yang terjadi pada kita saat ini. Semua yang terjadi semua kesalahan ayah. Maafin ayah ya mah !!! Salam untuk semua krluarga disana "
Aku hanya jawab " Iya, sama sama yah!!! "
__ADS_1