
Setelah hari itu, Suatu hari di sabtu pagi tiba tiba suami ku datang, padahal sudah lama kami tidak bertemu sejak hari ulang tahun key, karena libur lebaran sudah selesai dan kami sudah kembali pada aktifitas rutin masing masing.
" Mah, kapan rumah nya mau dijual,,??" tanya nya tiba tiba
Aku kaget tiba tiba suami ku menanyakan tentang rumah
" kenapa memang???" tanya ku balik
" Ya maksud ayah, jual aja rumahnya, hasil penjualannya bagi dua " kata nya
" Kalau masalah isinya, kita bagi 2 atau mamah mau bayarin juga ga apa apa, atau ayah ambil apa yang ayah perlu dari rumah sini buat ayah pindah punya rumah baru atau ngontrak dulu " lanjutnya,,
__ADS_1
"Ayah ngusir aku sama key dari rumah ini,,??" tanya ku kaget
" Bukan,,!!!!! jangan salah paham, ayah udh ga bisa bayar cicilan rumah ini, lagi pula kalau kalian tinggal disini kan biayanya bulanannya besar mah, sedangkan kamu ga kerja,, dari mana kamu mau bayar iuran bulanan cluster,, ??? " suami ku menjelaskan pada ku
Aku diam, aku berfikir keras,,, aku juga bingung, tapi aku, papah dan oceh pernah berdiskusi tentang rumah ini, bahwa oceh siap meneruskan cicilan rumah ini untuk aku dan key agar kami bisa terus tinggal dirumah ini.
" Kenapa ayah ga kasih rumah ini ajaa buat aku dan key, ayah ambil mobil,,," aku mencoba membuat persetujuan
" Yaa,, jangan gitu dong mah, ayah kan ga punya uang, hasil penjualan rumah ini nanti nya buat modal ayah nikah lagi,,," tuturnya,,,
"Jadi ayah ga mulai dari 0 lagi, ibaratnya kalau dari angka 1 sampai 10, ayah udah ada di angka 3 karena udah punya modal buat bikin rumah tangga baru " suami ku melanjutkan
__ADS_1
Owh,,, aku paham, suami ku ingin rumah yang aku tempati bersama key supaya segera dijual agar suami ku punya modal untuk nikah dengan perempuan lain
Sedih banget hati ku mendengarnya, YaaAllah,,, ternyata dia sudah mempersiapkan dan memikirkan semuanya dengan matang
" Kenapa ayah ga mulai segalanya dari nol sama istri ayah yang baru?? sama seperti kita mulai dulu segalanya dari awal, ga punya apa apa, aku akan modalin ayah gelas setengah lusin, piring setengah lusin, sendok dan garpu setengah lusin, kipas angin dan kasur, sisanya ayah beli sendiri. Itu semua yang orang orang tua kita berikan dulu sama kita saat kita akan memulai berumah tangga 14th yang lalu. Aku pengen lihat akan punya apa ayah sama istri ayah yang baru setelah 14th berumah tangga, apakah sama seperti apa yang kita miliki sekarang,,, !!!! " tutur ku
" Semua yang kita punya bukan hanya hasil kerja keras ayah seorang, tapi disini juga ada doa aku, air mata aku dan support aku untuk ayah,,, " aku melanjutkan
" Ayah yang ninggalin rumah ini, ayah yang ninggalin aku sama kaka, harusnya ayah pergi tanpa bawa apapun, kenapa jadi minta separuh dari rumah ini buat modal nikah,,,??? Ayah inget ga dulu waktu ayah pergi dari rumah, yang aku pecahin kaca karena aku tau ayah pergi makan sama kiki??? ayah bilang kalau rumah beserta isinya ayah kasih buat aku, kenapa sekarang ayah tarik kembali???? " tanya ku
" Jangan begitu, mah,,, ayah gak mau serakah jadi mamah juga jangan begitu " pintanya pada ku
__ADS_1
hmmmm,,,,
Semenjak obrolan yang tidak ada titik nya itu, semakin hari hubungan ku dengan suami ku pun ikut menjauh, walaupun sidang perceraian kami tetap berjalan tetapi kami tidak pernah bertemu di pengadilan karena memang masing masing kami tidak pernah menghadiri sidang perceraian itu, hanya Kuasa Hukum kami lah yang datang (Ternyata suami ku juga menyewa kuasa hukum untuk membelanya )