
"Mah beresin semua berkas berkas yang kira kira mamah anggap penting, surat rumah, surat mobil, surat nikah jadikan satu map besar, jangan kasih ayah key ya mah,,,biar ayah key punya waktu untuk berfikir gak langsung secepatnya ke Pengadilan Agama "
Sisca berpesan pada ku
Aku langsung membereskan semua berkas berkas yang sisca katakan, aku jd ingat malam sebelumnya, suami ku membereskan berkas berkas dan membagi menjadi dua map besar, ternyata suami ku sudah mempersiapkan semuanya.
" YaaAllah,,, ternyata ini maksud dari Ayah Key tiba tiba membereskan berkas berkas kemarin malam itu,Sis,,"
Kataku Sambil terus membereskan berkas berkas, aku bercerita pada sisca sambil menangis, Sisca sesekali mengelus elus belakang pundak ku menguatkan ku sambil ikutan menangis.
Sisca terus menguatkan ku, ga putus putus,,,
"Yang sabar ya, Mah,,, Allah tidak akan memberi suatu cobaan kepada umat yang memang tidak sanggup menanggungnya,Mah,,, Allah tau mamah perempuan kuat, mamah sanggup, makanya Allah kasih ujian ini ke Mamah, kalau dikasih ke aku, belum tentu aku sanggup seperti mamah,mah,,,"
__ADS_1
Aku menangis sejadi jadinya, aku ingin menumpahkan rasa yang saat ini ada di dada ku kepada sisca,,,
"Gw ga kuat sis,,," kataku dalam tangis
"Mamah pasti kuat, Mamah pasti sanggup,,, nangis aja mah kalau memang saat ini mamah pengen nangis, ada aku,,," seru nya,,,
Jam satu pagi sisca pulang dari rumah ku, dengan berat hati dia harus meninggalkan ku,, karena suami nya dirumah sudah menunggu dari tadi
Sepeninggalan sisca, tidak banyak yang aku lakukan, hanya membereskan baju baju dan surat surat yang mau ku bawa besok kerumah papah.
Mengapa mereka seolah menyalahkan ku akan keadaan ini, keadaan dimana kami semua mengharapkan hadirnya buah hati,,,
Praktis semalaman aku tidak dapat tidur, aku hanya berbaring di samping key sambil menatap langit langit kamar ku, air mata terus bergulir lewat sudut mata ku.
__ADS_1
Sesekali aku mencoba untuk memejamkan mata, tetapi yang terbayang adalah peristiwa yang akan terjadi esok hari,,,
Aku membayangkan bagaimana reaksi Papah dan Mamah ku juga adik adik ku, ketika aku dipulangkan oleh suami dan Bapak Mertua ku besok. Sedih sudah pasti, kecewa apalagi,,,
Tapi apa mau dikata,,,
Mereka mungkin berharap seperti ku bahwa semua ini hanya mimpi buruk, tapi pada kenyataannya ini lah yang sedang terjadi.
Berkali kali ku coba memejamkan mata, tetapi berkali kali juga aku gagal untuk mencoba tidur,,
Jam 4 pagi aku mencoba berkirim pesan pada suami ku, ku tanyakan jam berapa dia akan mengantarkan aku kerumah orang tua ku, dan suami ku berkata akan absen dulu ke kantor setelah itu baru mengantar kan ku kerumah orang tua ku.
Selepas Sholat subuh, aku sudah rapih, walau dengan mata yang bengkak dan wajah yang sembab.
__ADS_1
Aku sudah siapkan semua yang aku perlukan, tinggal aku menunggu suami dan bapak mertua ku tiba di rumah ku,,,
Hampir jam sembilan pagi, Suami dan Bapak Mertua ku tiba dirumah kami,,,