
Hari itu kami masih menyempatkan untuk sholat Maghrib dan Isya berjamaah dirumah. Mungkin ini adalah sholat berjamaah kami yang terakhir, karena status kami esok hari akan berubah, karena Ikrar Thalaq, maka putuslah semua hubungan dan ikatan kami sebagai suami dan istri.
Aku masih menyiapkan suami ku makan malam itu, apapun yang terjadi besok, biarlah bagaimana esok pikirku, yang pasti hari ini aku akan tetap memperlakukan mu tetap sebagai suami ku.
Selepas makan malam, suami ku bersiap pulang kerumah Bapak Mertua ku, sementara suami ku bersiap siap, aku lebih memilih masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku di atas kasur ku.
Tiba tiba suami ku menghampiri ku,,,
" Besok bagaimana mah??? " tanya nya
Aku menengok kearah suami ku, " terserah ayah aja,, " jawab ku datar
" Ayah dateng gak ya,,, ??? " katanya sambil tiduran disamping ku dan matanya lurus menatap langit langit kamar kami,,,
entah pertanyaan itu dia tujukan kepada diri ku atau kepada dirinya sendiri
" Ayah ga usah datenglah, aku aja sendiri,,, dengan begitukan kita ga jadi ucap ikrar Talaq dan kita tetap masih suami istri " kata ku
Suami ku menoleh kepada ku, memandangku dalam,,,
Aku yang diliatin hanya tersenyum tipis,,,
__ADS_1
" Emang mamah besok mau dateng,,?? " tanya nyaa,,,
" InshaaAllah datang, tapi kemungkinan aku ga masuk ke ruang sidang, aku ga akan sanggup denger ayah baca ikrar Talaq untuk aku " aku menjelaskan ketakutan ku,,,
" Ayah dateng,,??? " tanya ku balik
" Gak tau,,,, " jawabnya dengan matanya memandang kosong
Aku hanya memandang wajahnya sambil tangan ku terus mengelus elus punggung tangannya
" Mamah tau gak, sehari setelah ketuk palu sidang, ayah pernah telepon pengacara ayah untuk minta di balikin surat nikah nya, ayah bilang kalau ayah ga jadi cerai,,, tapi katanya udah ga bisa " suami ku memberitahu
Suami ku menarik nafas panjang dan bangkit dari tidurnya,, " Ayah pulang dulu deeh,,!!!" katanya pada ku
Aku hanya mengangguk mengiyakan,,
***
Ke esokan pagi nya,,,
Dreett,,, Dreett,, ponsel ku berbunyi, kulihat disitu tertera nama pengacara ku,,
__ADS_1
Dan ku angkat,,,
" Yaa teh,,," jawab ku mengawali percakapan
" Ibu dimana, ibu dateng kan hari ini ?? " tanya teh Dewi pada ku memastikan
" Aku masih dirumah teh, InshaaAllah dateng tspi aku ga masuk keruangan yaa, takut pingsan aku teh " tutur ku memberitahu Teh Dewi
" Owh iyaa gak apa apa bu, ya sudah kita ktmuan disana jam 9an ya, ini aku masih di tol bu " Teh Dewi memberitahu ku tentang posisi nya saat itu
" Iyaa siap teh, aku masih dandan ko, sampai ketemu disana yaa,,,!!! " aku mengakhiri panggilan telepon itu dan melanjutkan dandan.
Tidak berapa lama, ponsel ku berbunyi afa notifikasi whatsapp yang ternyata dari suami ku.
" Mah, dimana,,,??? Mamah dateng ke pengadilan gak??? " tulisnya pada ku
" Masih dirumah, yah,, InshaAllah dateng. Ayah dimana,,??? " tanya ku balik kepadanya
" Iyaa ayah juga dateng, ini pengacara ayah dari subuh udah neleponin ayah terus, katanya jangan sampe ga dateng. Tapi sekarang ayah masih dirumah " jawabnya lengkap
Deg,,,, ada rasa sedikit sakit di dalam hati ku, jika suami ku dateng berarti hari ini tetap akan ada pembacaan ikrar Talaq darinya, dan hari ini semua akan berakhir, hubungan yang sudah terjalin 14 th akan berakhir hari ini,, tapi bukankah memang ini yang diharapkan oleh suami ku, Bapak Mertua ku dan keluarga besarnya, agar aku dan suami ku segera bercerai.
__ADS_1