Suami ku Sayang Suami ku Terbang

Suami ku Sayang Suami ku Terbang
Sampai dirumah Orang tua ku


__ADS_3

Aku melihat dari kaca spion, Bapak Mertua ku menghampiri kendaraan kami, dan aku bergeser menjahkan badan ku dari suami ku kembali, seolah olah seperti tidak terjadi apa apa pada kami barusan.


Pagi itu Lalu lintas sangat ramai di jalan tol, macet membuat kami harus berlama lama berada di dalam kendaraan.


Aku sedang berkirim pesan dengan adik ku, ketika Bapak Mertua ku membangunkan suami ku yang tertidur karena menunggu macet


"Ayo jalan, kamu tidur yaa???" colek Bapak Mertua ku kepada suami ku


"Iya, saya ngantuk banget, semalam kurang tidur" jawabnya,,,


Aku yang memang tau benar kebiasaan suami, buru buru mencari permen di tas ku, ku rogoh didalam tas ku, masih tersisa permen saat kami terakhir pergi jalan jalan, yang memang selalu ku siapkan untuk suami ku saat menyetir.

__ADS_1


Ku buka bungkus permen itu, buru buru ku masukan permen itu ke mulut suami ku. Suami ku tidak menengok, karena memang kami sudah biasa seperti itu, suami ku langsung mengisap permen yang kuberikan pada nya. Hanya Ku lihat Bapak Mertua ku agak melirik kepada ku, entah bingung atau apa, tapi tidak ku hiraukan, aku pura pura tidak melihatnya,,


Dirumah Orang tua ku, Papah, Mamah, Oceh, Adi ( adik ipar ku ) dan Adib ( adik bungsu ku ) sudah menunggu,,


"Berangkat kerja sana Dib,,!!! " Seru Mamah kepada adik ku,,,


"Gak mah,,!!! Adib mau nunggu Aa, Adib pengen tau atas dasar apa mas Dj pulangin Aa, karena kalau ga ada papah, Adib wali nya Aa, Mah" jawab adik ku


Adib mengangguk


Tepat Adzan Dzuhur aku tiba dirumah Mamah, aku ambil semua barang barang dibagasi untuk ku bawa kedalam rumah orang tua ku, sesaat suami ku berkata padaku " Ayah sholat Dzuhur di Masjid dulu ya, mah "

__ADS_1


Aku menggangguk


Sepeninggalan suami ku, aku buru buru masuk kerumah,,, Yang pertama kali ku cari adalah Papah ku, tetapi ku lihat Papah sedang Sholat Dzuhur, lalu aku menuju ke kamar, aku menemukan Adik perempuan ku, Oceh dan Mamah, mereka ada disana dengan mata yang tak kalah bengkak dan muka yang tak kalah sembab seperti diriku, ternyata mereka pun sama seperti ku menangis semalaman. Menangisi nasib ku.


Aku peluk mamah ku, aku menangis sejadi jadinya, aku meminta maaf atas semua yang terjadi pada diriku, karena aku tidak mampu menjaga rumah tangga ku,,


" Ga apa apa sayang, Aa,, lebih baik seperti ini dari pada Mamah harus denger setiap hari Aa nangis, kalau memang Dj udah ga sayang dan cinta sama anak mamah, pulangin,,,!!!!! mamah masih sanggup ngurusin Aa " ujar mamah ku sambil terisak di telinga ku


Kemudian ku peluk adik ku, Oceh adalah tempat aku setiap hari berkeluh kesah tentang masalah ku yang terjadi belakangan ini, Oceh tau masalah ku sejak awal, jadi dia adalah orang yang sama terpukulnya seperti diriku saat tau aku akan di pulangkan.


Aku peluk Ocih, kami menangis dan Oceh tetap menguatkan ku dalam tangis nya

__ADS_1


"Yang sabar ya A, mungkin ini lebih baik, supaya lw ga sakit hati terus setiap hari, dengan begini Allah ingin menyelamat lw, menyelamatkan Hati lw,,, Allah sayang banget sama lw, A,,," tuturnya sambil terus terisak di pelukan ku


__ADS_2