
Aku menerima salinan surat panggilan dengan tangan gemetar, aku mulai membaca halaman pertama dan disitu jelas jelas terpampang nyata ada nama suami ku sebagai penggugat dan nama ku sebagai tergugat.
Astaghfirullah,,, aku menghela nafas panjang, tiba tiba aku tidak dapat membaca huruf demi huruf yang tercetak diatas kertas itu, mata ku berembun, aku menangis. Ya aku tidak dapat lagi menahan kesedihan ku setelah aku melihat disitu ada nama ku dan nama Papah ku ( Binti), rasa bersalah karena tidak dapat menjaga rumah tangga pun tetiba menyerangku kembali.
Aku menangis terisak, rasanya dada ku sakit banget YaaAllah,,,
" Maaf ya mba,,, " kata ku terisak kepada wanita itu karena tidak dapat menahan tangis ku
" Gak apa apa ibu, saya maklum " jawabnya sambil memegang tangan ku seraya memberi penguatan untuk ku
Aku terus menangis, air mata ku serasa tak dapat dibendung lagi, aku tidak lagi mempedulikan beberapa pasang mata yang memperhatikan ku sedari tadi, aku hanya ingin menangis saat itu,,,
" Ibu sudah enak,,??? " tanya nya padaku sesaat setelah melihat beberapa kali aku menghela nafas panjang
Aku mengangguk,,,
__ADS_1
" Bapak mendaftarkan gugatan minggu lalu ibu, ini ada tanggalnya, ini materi gugatannya terhadap ibu,,, " sambil menunjuk dia menjelaskan
" YaaAllah Ayah, kenapa harus cuma gara gara ini ayah menceraikan aku, aku bisa berubah, aku mau berubah asal ayah ga ceraikan aku " kata ku lirih sambil terisak kembali
" Bu, kalau saya pikir ini hanya alasan suami nya ibu aja, karena yang menjadi materi gugatan itu semua sifat dasar semua perempuan, cemburuan, over protektif, galak, saya pun begitu bu,,, " katanya padaku
" Mungkin Suami ibu punya perempuan lain bu??? maaf ini hanya pengalaman saya aja selama saya berada di bagian konseling bu, soalnya banyak yang seperti ibu " tuturnya padaku
Aku yang tadinya menunduk , langsung mendongakan kepala ku " sepertinya mba,,,!!! " jawab ku
" Maaf bu, biasanya berujung pada putusan dikabulkan, kecuali suami ibu yang mencabut gugatan,, " jawabnya,,
" Owh,,, " aku mengangguk lemah
Akhrnya setelah mendapat banyak informasi dari Pengadilan Agama bagian konseling, aku pun keluar dari Pengadilan Agama, ku telp Marsha yang ternyata dia menunggu ku di dalam mobil karena tidak dapat parkiran untuk mobil.
__ADS_1
" Gimana Key,,??? " tanyanya sesaat setelah aku duduk di sebelahnya
Aku menarik nafas panjang,,,
" Gw ga percaya Dj beneran ngelakuin ini sha, lw liat disini ada nama gw Sha sebagai tergugat, ada nama Papah gw juga " kata ku sambil menangis, aku menangis sejadi jadi nya sambil tertunduk ke dashboard, Marsha yang dari tadi memperhatikan ku langsung mengelus elus punggung ku,,,
" Sabar Key, ini takdir,,, yang kuat ya say " Marsha menguatkan ku
" Astaghfirullahal adzim Sha,,, tega banget ya Dj ngelakuin ini semua sama gw dan key,, dia rela ngelepasin gw yang udah nemenin dia jatuh bangun, sekarang demi obsesi dia, demi mencari kebahagiaan dia sendiri, dia sampe tega ngelepasin gw sama key,,,, " aku menangis kejerrr,,,
" Emang brengsek tuh laki lw,,,!!!! gemes banget gw Kay,,, " Marsha memukul setir dengan tangannya terkepal,,,
" Kalau laki lw disini udah gw jambak jambak kali "
Marsha meneruskan. Dan aku masih terus menangis terisak isak di sebalahnya,,,
__ADS_1