Suami ku Sayang Suami ku Terbang

Suami ku Sayang Suami ku Terbang
Sidang ke 6


__ADS_3

Hari ini adalah sidang ke lima Perceraian ku dengan suami ku, semenjak aku di dampingi kuasa hukum, aku sudah tidak pernah lagi hadir di persidangan, semuanya sidah ku serahkan kepada Teh Dewi sebagai kuasa hukum ku.


Baru saja Teh Dewi mengabarkan bahwa sidang hari ini baru saja selesai, Agenda sidang berikutnya dua minggu kedepan adalah saksi saksi dari pihak suami ku, dan aku harus datang !!!!


Pikiran ku langsung kacau, aku takut sekali, aku takut bertemu bapak mertua ku sudah lama aku tidak bertemu dengan beliau, karena aku yakin pasti saksi dari pihak suami ku adalah bapak mertua ku karena sedikit banyak bapak mertua ku sudah tau tentang cerita rumah tangga kami dari suami ku,,


Sebenarnya suami ku adalah orang yang tertutup, dia tidak pernah menceritakan tentang masalah rumah tangga kami pada orangtua nya atau adiknya dari sejak kami menikah, jadi bapak mertua ku sebenarnya tidak tau masalah rumah tangga kami yang sebenarnya, hanya tau dari suami ku belakangan ini saja karena suami ku mencari dukungan dari bapaknya untuk mantap menceraikan aku dan bapak nya pun mendukung keputusan anaknya.


Beda halnya dengan aku, apapun masalah rumah tangga ku, aku selalu menceritakan kepada Adik ku Oceh atau pada mamah ku. Bukan hanya sekedar mengadu tentang masalah ku, tapi yang aku inginan baik Mamah ku atau pun oceh bisa memberikan aku nasehat demi kebaikan rumah tangga ku. Walaupun aku sering menceritakan masalah rumah tangga ku kepada mereka, tapi tidak pernah sekalipun mereka membela ku, mereka selalu berada dipihak netral malah terkesan mereka selalu membela suami ku


*****


2 minggu berlalu, hari ini adalah hari sidang perceraian ku yang ke 6, agenda persidangan mendengarkan kesaksian dari pihak suami ku.

__ADS_1


Awalnya aku ingin datang sendiri, tapi ternyata sekolah key hari ini libur, jadi aku pergi ke persidangan berdua dengan key.


Sesaat setelah aku parkirkan motor ku, aku dan key masuk ke gedung Pengadilan Agama,,,Rasa nya campur aduk, keringat dingin membasahi tubuh ku, tangan ku dingin semua. Gugup dan takut itulah yang ku rasakan,,,


Kami tiba di lantai 2, ruang tunggu Pengadilan Agama, ruang tunggu sudah sesak orang yang ingin bercerai ataupun mengantar kerabatnya yang ingin dicerai. Sebenarnya aku berharap tidak akan kembali lagi ke tempat ini, tapi apa mau dikata, proses cerai tetap berlanjut.


Aku langsung mencari Teh Dewi, sengaja aku menunggunya ditangga agar mudah mencarinya, lagipula aku yakin suami ku dan bapak mertua ku pasti sudah sampai terlebih dahulu, pasti mereka sedang duduk.


Aku hanya mengangguk, tapi sejujurnya jantung ku seperti ingin melompat keluar,,,


" Ada bude Eka ( kakanya suami ku ) juga mah " key melanjutkan,,,


" Mba Eka,,,??? tau apa dia tentang rumah tangga kami " pikir ku dalam hati

__ADS_1


Aku bertemu pengacara ku, aku ngobrol tentang apa yang harus aku lakukan,,


tetiba key berbisik " Mah aku ke ayah dulu yaa,,, aku mau salim "


Aku mengangguk tanpa menoleh,,,


Key berjalan menghampiri mereka, aku ngitip dari sela sela orang yang sesak berdiri, key tersenyum dan salim sama Mbah dan Ayah nya. Suami ku mencium Key dan mengelus elus ujung kerudung key,,,


Ku lihat suami ku menunjuk ke arah belakang, memberitahu key kalau di belakang ada Bude Eka, dan key menghampiri nya untuk salim,,


Key kembali ke arah suami ku, bapak mertua ku seperti menanyakan sesuatu pada key, dan key menunjuk ke arah kerumunan orang yang disitu ada aku,,, sepertinya bapak mertua ku menanyakan aku pada Key.


Aku menyaksikan pemandangan itu tanpa mereka tahu,,,

__ADS_1


__ADS_2