SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
RENCANA


__ADS_3

Seharian ini Darius bersama dengan papa nya mencari lokasi yang strategis untuk mendirikan toko kue. Namun akhirnya Darius mengusulkan untuk sementara waktu menyewa sebuah ruko terlebih dahulu sebelum mendirikan bangunan yang akan dijadikan toko kue secara permanen. Usulan Darius itu akhirnya disetujui oleh Pak Djarot. Jadi sambil menunggu bangunan yang akan dijadikan ruko untuk usaha toko kue secara permanen, Darius langsung menjalankan usaha nya bersama koki dan karyawan nya yang akan dicarikan oleh Pak Djarot.


Semua rencana sudah matang, segala sesuatu menjadi sangat mudah dan cepat ketika dana atau modal sudah siap dan tersedia. Betapa Darius sangat berterima kasih dengan papa nya yang telah membuka lapangan pekerjaan bagi Darius dan juga beberapa orang yang akan bekerja di toko kue tersebut.


Kini Darius tiba dan kembali ke rumahnya. Sementara Pak Djarot kembali pulang ke kediamannya bersama istrinya bu Maya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Hari sudah sore, Darius mulai menyiapkan makanan untuk istrinya. Sementara asisten rumah tangga atau pembantu untuk bekerja di rumah itu juga belum datang sesuai kata Amira.


Mobil Amira masuk ke halaman rumah itu. Hari ini Amira pulang tepat waktu. Amira turun dari mobilnya sambil menenteng tas plastik yang diperkirakan adalah makanan. Sementara Darius masih berkutat di dapur dengan menu masakan nya yang baru dipelajarinya di youtube.


"Halo, mas! Kamu masak apa? Lihatlah aku membelikan makanan kesukaan kamu, mas!" ucap Amira sambil meletakkan tas plastik di atas meja makan yang tidak jauh dari letak dapur. Kini Amira mendekati Darius lalu cipika-cipiki.


"Ini aku masak udang asam manis dan ini ayam bawang goreng. Kamu beli makanan buat aku, sayang?" kata Darius seperti merasa diprioritaskan oleh istrinya.

__ADS_1


"Iya, aku beli iga kambing bakar dengan bumbu kacang serta sate kambing muda, mas. Setelah ini kita makan bersama yah mas. Aku mau mandi dulu, oke?" ucap Amira dengan senyuman yang mengembang. Darius menatap punggung istrinya yang naik ke anak tangga menuju kamar utama mereka. Betapa Darius hari ini sangat bahagia. Yang pertama dirinya sebentar lagi akan bekerja dan tidak menjadi suami pengangguran. Kedua kalinya, istrinya, Amira hari ini sangat peduli dengan dirinya . Amira pulang membawa makanan untuk dimakan bersama. Walaupun ini adalah bentuk perhatian yang kecil, namun bagi Darius ini sangat indah dan luar biasa.


Kini masakan yang dibuat oleh Darius sudah siap dan semuanya sudah tersaji di atas meja makan. Sekarang tinggal menunggu istrinya turun ke bawah di ruang makan untuk menikmati makan bersama.


"Lama menunggu yah, mas?" teriak Amira seraya berlari kecil menuruni anak tangga. Darius paling tidak suka jika Amira berlari kecil turun dari tangga. Darius tentu saja sangat mengkhawatirkan hal itu. Gara-gara Amira turun anak tangga dengan berlari kecil seperti itu, Amira dan Darius menjadi kehilangan calon bayinya di usia satu bulan. Benar! Saat itu Amira sudah telat satu bulan dan baru mengandung.


"Amira! Jangan berlari dong, sayang!" teriak Darius dengan sedikit marah. Amira seketika berjalan pelan.


"Maaf, aku terlalu bersembunyi ingin makan bersama dengan kamu, mas!" sahut Amira. Amira kini duduk di sebelah Darius.


"Terimakasih, mas! Hem, kamu senang karena apa, sayang?" kata Amira.


"Sebentar lagi aku akan bekerja," sahut Darius sambil mengambil satu tusuk sate kambing muda yang dibelikan oleh Amira untuk dirinya.


"Benarkah?" kata Amira dengan melebarkan matanya.

__ADS_1


"Benar! Papa memberikan aku modal untuk membuka usaha," jelas Darius.


"Usaha apa mas?" tanya Amira kembali.


"Usaha toko kue, sayang! Kamu tahu toko kue ini prospek nya sangat bagus. Papa mama sangat mendukung usaha kuliner ini. Tadi awalnya mama papa mencicipi kue buatan aku, lantas kita kepikiran untuk buka usaha toko kue," terang Darius dengan semangat.


"Wah, semoga lancar dan sukses yah, sayang! Nanti aku akan bantu kamu dalam mempromosikan toko kue kamu itu, mas," kata Amira dengan semangat.


"Toko kue kita, sayang! Segala yang aku punya, itu juga milik kita bersama," sahut Darius. Amira tersenyum lebar menatap bola mata Darius yang penuh ketulusan.


"Setelah aku kembali bekerja, di rumah ini akan kembali ramai lagi sayang! Aku akan mencarikan pembantu untuk mengurus di rumah ini," ucap Darius dengan berbinar matanya.


"Eh, maaf! Aku sampai lupa untuk mencarikan asisten rumah tangga di rumah ini. Maaf yah, mas! Tadi di kantor banyak klien-klien yang datang. Jadi aku sampai lupa belum menghubungi jasa tenaga kerja itu. Maaf, yah!" kata Amira.


"Tidak apa-apa sayang!" sahut Darius sambil mengusap puncak kepala milik Amira dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2